Zuhud
Aku tahu, rezekiku….
Tak mungkin diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang
Aku tahu, amal-amalku…
Tak mungkin dilakukan orang lain
Maka aku akan sibukkan diriku untuk beramal
Aku tahu, Allah selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Allah..
Mendapatiku melakukan maksiat
Aku tahu, kematianku menantiku
Maka aku persiapkan bekal untuk..
berjumpa dengan Rabb-ku…
(Hasan Al Basri)
bayan jamaah Perancis
Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi
“Aku, jin dan manusia sungguh dalam perkara yang begitu agung (artinya sangat mengherankan);
Aku ciptakan mereka semua tapi mereka menyembah kepada selain Aku;
Aku berikan mereka semua rizki tapi mereka bersyukur kepada selain Aku;
Kebaikan-kebaikan Ku senantiasa turun kepada mereka semua dan mereka membalas dengan memberikan keburukan-keburukan mereka kepada-Ku;
Aku berikan kebaikan-kebaikan Ku, Aku cintai mereka dengan berbagai macam kebaikan-kebaikan yang datang dari Ku kepada mereka, dan mereka membuat Aku murka dan benci dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang datang dari mereka kepada Ku, padahal mereka semua adalah makhluk yang paling perlu kepada Aku dalam pemberian rizki dan kebaikan ini;
Maka orang-orang yang dia datang kepada Ku dari jauh, maka Aku akan memanggil dia, cepat kemari cepat kemari wahai hamba Ku;
sedangkan orang-orang yang dia berpaling dari Ku, Aku akan datang kepada dia mendekat untuk mengatakan mau kemana hamba Ku, mau lari kemana kalian;
ahli-ahli ketaatan kepada ku, adalah ahli-ahli kecintaan Ku;
dan orang-orang yang senantiasa Aku cintai adalah orang yang senantiasa duduk dalam majelis-majelis Ku;
maka barang siapa yang duduk dalam majelis Ku hendaklah dia senantiasa mengingat Aku;
Maka ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian ;
sedangkan orang-orang yang bermaksiat, Aku tidak akan jadikan mereka putus asa dari pada rahmat Ku;
Apabila taat mereka ahli-ahli maksiat bertaobat kepada Ku, maka Aku akan menjadi kekasih-kekasih mereka;
Apabila setelah bermaksiat mereka belum juga bertaubat kepada Ku, maka Aku akan menjadi penyembuh-penyembuh atas kemaksiatan mereka;
Aku uji mereka supaya Aku bisa sucikan dosa-dosa mereka;
Wahai hamba Ku coba kalian lihat kepada langit betapa tingginya ia dengan segala ketinggiannya;
dan lihatlah kalian kepada gunung bagaimana berdiri tegaknya;
dan bagaimana bumi dengan segala fenomenanya;
dan lihatlah kalian kepada segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan;
semua ini (langit, bumi) menyaksikan dan bersaksi tentang kehebatan, kemuliaan dan kesempurnaan Ku;
Wahai hamba Ku, Aku senantiasa mengingat kamu tapi engkau senantiasa melupakan Ku;
Aku senantiasa menutupi aib-aib mu tapi engkau tidak pernah takut kepada Ku;
kalau Aku memerintahkan bumi pasti bumi akan menenggelamkan engkau ke dalam perutnya;
kalau Aku mau, Aku perintahkan seluruh samudera untuk menenggelamkan engkau di dalam airnya;
tapi Aku berikan kepada engkau kesempatan diulur-ulur sehingga akan datang waktunya;
dan Aku berikan pada engkau kesempatan sehingga waktunya Aku telah tetapkan;
dan wajib bagimu dan bagi setiap jiwa yang memiliki nyawa untuk melewati Aku dalam kehidupannya;
supaya Aku bisa mengingatkan engkau kepada perbuatan-perbuatanmu nanti yang terdahulu;
dan supaya Aku bisa evaluasi dan bisa hitung seluruh perbuatan-perbuatan amal-amalmu;
sehingga ketika engkau meyakini engkau akan hancur dan binasa;
maka Aku berikan kepada engkau pengampunan-pengampunan;
dan Aku berikan kepadamu keridhoan-keridhoan Ku;
dan dengan sifat-sifat yang Aku sebutkan itulah maka Aku disebut Al Aziz (Maha Perkasa) dan Al Ghoffar (Maha Pengampun);
Dalam hadits qudtsi yang lain Allah berfirman
Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku;
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain;
dan mereka habiskan siang harinya dengan mengingat Aku;
dan mereka tidak melalui malam-malamnya dengan berterus-terus dalam kesalahan-kesalahan;
dan senantiasa memberikan makan kepada orang yang kelaparan dan memberikan ayoman kepada orang-orang yang fakir / miskin;
menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua;
itulah orang-orang yang apabila mereka meminta kepada Ku pasti AKu berikan apa yang mereka minta;
itulah orang-orang yang apabila mereka berdo’a pasti akan Aku kabulkan do’a-do’a mereka;
Apabila mereka merendahkan diri mereka kepada Ku dengan ibadah dan inabah , AKu pasti akan sayangi mereka;
perumpamaan orang seperti ini disisi Ku adalah seperti surga firdaus ditengah surga-surga yang lain;
yang tidak akan pernah busuk buah-buahannya, yang tidak akan pernah berubah keadaannya;
semoga Allah SWT , terima kita dalam perkara ini.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Nuh as. dari banjir yang menenggelamkan.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Musa as. dari kejahatan Fir’aun.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Ibrahim as. dari api yang berkobar-kobar.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Yusuf as. dari perzinahan dengan seorang wanita yang begitu memikat.
maka tidak ada yang datang kepada Allah kecuali dengan kebaikan-kebaikan;
dan tidak ada yang bisa menghilangkan keburukan-keburukan kecuali Allah;
maka oleh karena itulah kita harus rendah hati dihadapan Allah dan inilah yang diajarkan kepada sahabat Rasulullah SAW yaitu tawadhu dihadapan Allah.
maka bagaimana setiap orang tawadhu rendah hati sehingga tidak ada berbangga antara satu lelaki dengan lelaki yang lain, wanita dengan wanita yang lain.
dan Rasul SAW menerangkan bahwa Allah hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada kebesaran Allah, dan hanya menerima sholat orang yang tidak sombong kepada makhluk manapun, dan RAsulullah SAW juga bersabda tidak akan pernah masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji dzarroh, karena sombong ini adalah sifat syaithon.
Syaithon ini adalah alim(mengetahui Allah), arif(mengenal Allah) dan abid(ahli ibadah) tetapi karena dia sombong maka dia terlaknat dan walaupun dia alim, arif dan abid dengan sebab sombong maka termasuk orang yang rugi,dan yang tersiksa selama-lamanya.
Dan apa itu sombong, sombong yaitu menolak yang hak dan menyepelekan manusia yang lain.
Maka sekarang kita berpikir berapa hak-hak yang telah kita tunaikan dalam kehidupan ini, maka supaya kita terjauh daripada sifat sombong maka kita harus mau menunaikan hak-hak ini.
Bagaimana supaya kita terjauh dari sifat sombong ?
Pertama kita harus bisa menunaikan setiap hak-hak.
Sekarang kita bertanya berapa hak Allah yang telah kita tunaikan dalam kehidupan kita ?
Dan yang namanya hak ini banyak, seperti nabi bersabda hak antara seorang yang muslim dengan muslim yang lain antara 5 sampai 6 hak.
Dan sekarang kita lihat bagaimana hak Allah SWT kepada kita, berapa banyak yang telah kita tunaikan, begitu banyak hak-hak Allah yang wajib kita tunaikan , dan Allah SWT adalah yang perlu kita ibadahi, yang wajib kita ibadahi dan tidak ada sesuatupun selain Allah yang wajib kita ibadahi. Maka tidak layak selain Allah diibadahi dan tidak layak selain Allah untuk lebih dicintai, dalam hadits dikatakan tidak beriman seorang diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada dirinya, keluarganya bahkan seluruh manusia, dalam hadits yang lain , tidak beriman diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada anaknya, keluarganya, orangtuanya, bahkan dirinya sendiri.
Maka apabila kita mencintai anak-anak kita, maka didik mereka di jalan Allah, ini menunjukkan bahwa kita mencintai anak-anak kita, bahkan tali iman yang kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, maka kalau kita benar-benar mencintai Allah maka kita siap untuk mengorbankan apapun demi Allah.
Dan kita ketahui walaupun syaithon ini orang yang alim, arif dan abid, tetapi semua itu bukan karena Allah SWT, tetapi karena hawa nafsunya sehingga itulah yang dia ibadahi.
Jadi hak Allah yang wajib untuk kita tunaikan dan wajib untuk kita kerjakan adalah bahwa Allah satu-satunya yang kita cintai dan yang kita harapkan.
Oleh karena itulah kita perlu evaluasi diri kita;
Hak ini banyak sekali, seperti hak kita dengan orang islam , hak kita dengan tetangga , hak kita di perjalanan dan sebagainya. Contoh hak muslim dengan muslim yang lain yaitu wajib menjawab salamnya, wajib apabila dia meninggal kita iringi jenazahnya, apabila dia bersin kemudian mengucapkan Alhamdulillah maka kita wajib menjawabnya dan sebagainya, ini adalah hak muslim belum hak yang lain-lainnya.
Maka oleh karena itulah kita berusaha sekeras mungkin untuk menunaikan hak-hak ini disiang hari atau di malam hari, sehingga sifat-sifat sombong dengan sebab ini akan hilang ketika di siang hari atau pun di malam hari, karena kesombongan yang ada di hati kita ini seperti najis dan juga tidak mungkin akan terjadi dalam diri seorang mukmin ada dua perkara di hati seorang mukmin yaitu mencintai Allah tetapi masih ada sifat kesombongan di hadapan Allah SWT.
Dan berapa banyak hak yang telah kita tunaikan seperti hak antara orang islam dengan islam yang lain, contohnya menjenguk orang yang sakit.
Rasulullah SAW diberikan perkataan yang menyeluruh.
Dalam kehidupan kita ini ada dua penyakit yaitu penyakit rohani dan jasmani, mana yang lebih berbahaya ?
orang yang tidak melaksanakan sholat ini kira-kira dia sakit atau tidak sakit?;
Ada pertanyaan kepada ibnu abbas ra. bahwa ada seorang lelaki yang di siang hari selalu berpuasa dan di malam hari selalu sholat tahajjud, tetapi dia tidak menghadiri sholat jum’at dan tidak ikut sholat berjama’ah, maka jawaban ibnu abbas ra. dia berada di dalam neraka.
Sekarang berapa banyak kita tidak punya kepedulian terhadap orang islam yang lain sehingga tidak punya rasa sayang kepada umat islam yang lain, banyak umat islam yang meninggalkan sholat berjama’ah tanpa alasan yang jelas.
Berapa banyak orang islam hari ini yang meninggalkan sholat baik itu laki-laki atau wanita.
Dalam riwayat muslim dikatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan jalan-jalan hidayah dan bahwasana sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan adalah salah satu jalan-jalan menuju hidayah, kemudian Abdullah bin mas’ud ra. mengatakan dan tidaklah kami melihat orang-orang di sekeliling kami saat itu, yang meninggalkan sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan dengan terang-terangan melainkan orang munafik yang jelas kemunafikannya, dan tidaklah ada orang yang sakit dikalangan kami , maka dia dibawa oleh dua orang lelaki, dipapah dalam keadaan tertatih-tatih supaya bisa melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjamaah.
Berapa banyak orang islam yang melalaikan waktu sholat tanpa alasan yang jelas. Ini adalah tanda-tanda kemunafikan dan tanda-tanda hati sedang sakit, dan Rasulullah SAW mengatakan kewajiban satu orang islam dengan orang islam yang lain apabila saudaranya sakit wajib dia jenguk atau kunjungi.
Bahkan begitu pentingnya sholat ini, Rasulullah SAW ketika beliau akan meninggal dunia diantara wasiat beliau adalah sholat, supaya umat ni tidak melalaikan sholat, hendaklah kalian takut atau bertaqwa kepada Allah tentang sholat kalian dan tentang hamba sahaya dibawah kalian.
Dan Rasulullah SAW disaat keadaaan sakaratul mautnya masih sempat berwasiat tentang masalah sholat dan hak-hak orang lain, jadi ini menunjukkan betapa penting kita harus melaksanakan hal ini.
Maka harusnya kita sebgai orang mukmin harus sedih dan risau, berpikir berapa banyak orang islam di negeri kita ini orang islam seluruhnya , berapa banyak orang yang sholat dan berapa yang tidak, berapa orang yang sholat tepat pada waktunya berjamaah menunaikan hak-haknya dan berapa banyak yang melalaikannya, maka ini seharusnya menjadi pemikiran semua orang beriman, ini baru sebatas sholatnya aja harus betul-betul kita perhatikan.
Dan ini adalah salah satu tujuan hidup kita dan lapangan perjuangan kita, sehingga agar kita terbebas dari kesombongan ini maka kita harus berani dan mau memaksimalkan untuk menunaikan hak-hak ini.
Dan hak orang islam apabila dia sakit wajib untuk kita jenguk, bukan sebaliknya ketika dia bermaksiat, tidak sholat kemudian kita lecehkan, kita hina dan sebagainya, ini bukanlah akhlak orang beriman.
Dan sekarang berapa banyak orang islam yang ada dihadapan kita, mereka berada dalam perkara yang sangat membahayakan, yang membinasakan, yang mengerikan dan mereka perlu dalam pertolongan dan siapa yang dapat memberikan pertolongan, apakah kita ataukah setan yang akan menolong mereka ?
Atau orang yang sakit seperti ini siapa yang dapat menolong mereka terjun untuk menolong mereka apakah orang yahudi ataukah orang nasrani atau malaikat yang akan menolong mereka dalam kesakitan seperti ini.
Dan ini adalah sunnah-sunnah Allah dalam kehidupan bumi ini, maka siapa yang siap untuk datang kepada mereka, karena untuk menghilangkan sifat sombong dari hati kita maka kita harus mau menunaikan hak orang islam tersebut. Berapa banyak sekarang orang yang menjadi pasien dan berapa banyak kewajiban kita untuk datang kepada orang-orang seperti ini.
Hari ini kita memahami yang namanya orang sakit kalau ada di rumah sakit atau dia sakit di rumah baru kita kunjungi.
Orang yang sakit jasmani tetapi dalam sakit jasmani ini dia memiliki iman kepada Allah dan mati dalam keadaan iman maka dia akan masuk ke dalam surga Allah SWT, sedangkan orang yang sakit rohaninya tidak ada keselamatan baginya, karena tidak ada suatu yang mnyedihkan , mengerikan dan tidak ada yang lebih buruk selain neraka dan tidak ada yang lebih baik selain di surga.
Orang yang sholat tetapi tidak berjamaah itu adalah orang yang sakit, orang yang melaksanakan sholat tapi diakhir-akhirkan waktunya maka itu orang sakit, apalagi orang yang meninggalkan sholat seluruhnya ini adalah orang yang kena musibah paling besar.
Berapa banyak Allah telah berikan kita nikmat dan kemuliaan saat ini, dan berapa banyak lagi Allah SWT akan tambah kenikmatan dan kemuliaan apabila kita ambil tanggung jawab ini di akhirat nanti.
Maka sekarang kira-kira berapa jamaah yang diperlukan untuk seluruh alam ini, dan sebetulnya ijtima yang akan diadakan nanti itu sebetulnya untuk perkara ini, supaya kita semua yang ada di indonesia ini semakin meningkat pengorbanannya. Supaya kita juga lebih banyak menangis dan lebih banyak berdo’a meminta kepada Allah SWT, terutama dengan kita bangun di malam hari, karena hakikat do’a itu dimalam hari, sehingga kita semakin meningkatkan tangisan dan doa di malam hari. Kita menangis dan berdoa kepada Allah supaya bagaimana semua kaum laki-laki umat islam melaksanakan sholat 5 waktu , dimana adzan dikumandangkan dan tepat waktu, dan wanitanya sholat dirumah-rumah mereka.
Waktu ini akan terus berlalu seperti awan-awan berlalu;
Hendaknya kita senantiasa berada dalam garis ketaatan kepada Allah SWT, senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, dalam dalam menjalankan ketaatan ini ada derajat-derajat ketaatan yang diutamakan.
Sekarang bagaimana menurut kalian semua seandainya saya sibuk berdzikir tanpa memperdulikan orang lain ?
sedangkan dalam hadit qudtsi Allah berfirman :
Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain(yaitu yang mau menunaikan hak-hak makhluk di sekitar mereka);
Dan sayyidina umar ra. berkata bahwa setiap orang yang taat adalah orang yang sedang berdzikir kepada Allah SWT.
Apabila pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW maka itulah dzikir kita dan ketaatan kita. Dzikir dan berpikir ini apabila dalam kesendirian, di tempat yang ramai, di tempat yang sembunyi atau di tempat yang kelihatan hendaknya kita berpikir sebagaimana pikir Rasulullah SAW. Jangan sampai kita yang sekarang pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW yaitu pikir atas umat kemudian dialihkan menjadi pikir keperluan perut dan hidup sehari-hari, karena bukan untuk ini para sahabat dan Rasulullah SAW berjuang.
Kadang-kadang kita ceramah panjang-panjang, dan mendengarkan juga panjang-panjang, namun walaupun begitu ketika mulut kita sedang berdzikir tapi pikir kita masih pikir keperluan perut dan keperluan hidup sehari-hari. Seperti contoh kita dalam sholat, bentuk kita dalam sholat, sholat ini adalah dzikir dan berdoa, bentuk kita secara dzahir adalah berdzikir dan berdoa, tetapi ternyata dalam pikir kita sholat masih memikirkan keperluan perut dan keduniaan kita, sedangkan sholat yang diterima adalah seperti yang disebutkan dalam hadits qudtsi tadi yaitu yang tawadhu kepada kebesaran Allah dan tidak sombong kepada makhluk lain serta selalu menghabiskan siangnya untuk berdzikir kepada Allah SWT, dzikir disini seperti dzikirnya Rasulullah SAW, seperti pikir Rasulullah SAW, baik di siang hari, dimalam hari, ketika senang, ketika susah, ketika bersendirian, ketika terang-terangan senantiasa dzikir dan pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW;
dan yang akan Allah terima sholatnya yaitu yang di malam hari tidak berterus-terusan dalam kesalahan, sedangkan orang yang bertaubat dari setiap kesalahan dan dosanya adalah kekasih Ar Rohman, oleh karena itu kita perlu bertaubat atas dosa-dosa kita.
Maka bagaimana supaya kerja Rasulullah SAW ini yaitu usaha da’wah harus disertai dengan rahmat dan hikmah untuk seluruh manusia.
Kita telah diberikan amanah untuk melanjutkan kerja Rasulullah SAW, maka kita harus sayang kepada setiap orang, apabila kita yang telah diamanahi kerja ini ternyata kita tidak mau sayang kepada orang lain yang berada dalam kemaksiatan, yang jauh dari Allah SWT, maka dosa apa yang lebih besar dari pada dosa ini.
Maka kita harus bertaubat kepada Allah SWT atas kelalaian kita dalam menjalankan perjuangan Rasulullah SAW. dan diantara dosa yang paling besar adalah melalaikan amanah yang telah diberikan.
Apabila seseorang membunuh satu orang manusia maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia, dan apabila seseorang menghidupkan satu orang manusia maka seolah-olah telah menghidupkan seluruh manusia;
Kematian yang sesungguhnya adalah kematian diakhirat nanti, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat nanti, sedangkan sekarang berapa banyak sekarang orang yang mati yang nantinya akan merasakan neraka, berapa banyak kerugian dan kebinasaan yang ia rasakan.
Sedangkan Rasulullah SAW telah diperintahkan oleh Allah untuk selalu istiqomah , begitu juga kepada umat ini untuk selalu istiqomah dalam usaha agama. Salah satu langkah agar kita bisa istiqomah adalah kita bertaubat kepada Allah.
Hari ini kenapa kita harus bertaubat, sekarang kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari apa yang kita kedepankan, ternyata kita mengedepankan perkara-perkara perut saja, perkara-perkara keduniaan dan pekerjaan dunia kita saja, padahal disisi Allah SWT sangatlah rendah, sangat hina dan tidak bernilai. tetapi mengapa kita mengedepankan daripada kerja Rasulullah SAW.
Maka bagaimana kita bertaubat kepada Allah SWT atas perkara ini.
Sekarang berapa banyak umat sedang menunggu kita ini.
Sekarang ini bukan karena kehebatan kita, keahlian kita atau kekuatan kita , tetapi karena Allah SWT telah pilih diri kita dalam usaha agama ini, maka jangan kita memperlambat karena sesungguhnya diri kita memang sudah terlambat, dan siapa yang suka memperlambat-memperlambat apa yang Allah SWT amanahkan maka Allah SWT akan memperlambat dia.
Oleh karena itu dalam usaha agama ini kita harus siap cash, karena dalam perjuangan agama ini butuh perkara yang berharga bukan perkara yang murah sebagaimana seorang pemuda ini yang akan menikah dia akan siap mengorbankan intan yang mahal untuk pernikahan.
Sedangkan dalam hadits dikatakan bahwa ketika di hari kiamat tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba hingga dia diberikan beberapa pertanyaan yaitu
1. tentang umurnya , dimana umur itu dihabiskan
2. kemana masa remaja dihabiskan
3. darimana hartanya dan kemana dibelanjakan
4. ilmunya diamalkan atau tidak
Maka oleh karena itulah diantara kecintaan Rasulullah SAW yang hakiki kepada Allah dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang hakiki yang benar yang tidak akan bisa dibohongkan dengan apapun yaitu perjuangan agama, bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kecintaan kepada Allah dengan memperjuangkan agama sepanjang hidupnya 23 tahun sampai akhir hayatnya.
Maka apabila diri kita cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah SAW jangan sampai kita melalaikan perkara memperjuangkan agama ini yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW, sedangkan kita dalam keduniaan saja tidak mau lalai atau rugi, coba misal kita punya istri kemudian kita katakan kepadanya engkau sungguh sangat berharga, mahal cantik dsb, dan aku begitu cinta kepadamu, namun dalam perkataan itu diringi dengan melalaikan hak-hak istri dan disia-siakan, apakah kita benar-benar cinta kepada istri kita?
Sekarang kita katakan wahai Rasulullah saya cintai engkau, wahai Rasulullah saya cinta engkau, tapi kita dengan terang-terangan begitu banyak melalaikan perjuangan Rasulullah SAW.
Maka orang-orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW, maka dia akan siap dengan memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW dan siap dengan tuntutan-tuntutan dalam memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW, bahkan mengorbankan keduniaannya, maka kita semua yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW hendaknya benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW dengan siap berkorban harta diri dan waktu dalam perjuangan agama diawali dengan cash langsung saat ini juga berangkat keluar di jalan Allah.
Langsung niat catat nama Abdurrahman Rangga 4 bulan IPB. Yaa Allah mudahkanlah, berangkatkanlah dan terimalah niat dan pengoorbanannya. Amiin
Untuk Bencana Pengalengan Bandung
Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…
Alhamdulillah hari ini dapat hadir dalam malam markaz terakhir di bulan ramadhan.
Dan dalam beberapa hari lagi, bulan mulia ini akan berakhir.
Dan alhamdulillah, sebelum bulan mulia ini berakhir ada kesempatan baik untuk kita semua agar dapat menambah lagi tabungan amal di sisi Allah azza wa jalla..
Sewaktu malam markaz yang bayan adalah pak Tri Sarwoto (Cikuda). Beliau melaporkan sedikit berita tentang daerah Pengalengan yang terkena musibah gempa beberapa pekan yang lalu. Dibutuhkan banyak jama’ah untuk bergerak di daerah bencana termasuk Pengalengan. Karena tidak hanya jama’ah saja, tapi kaum misionaris juga melakukan kerjanya disana. Beliau katakan, ada sekitar ratusan masjid yang mengalami kerusakan dan lebih kurang 61 masjid rusak total.
Alhamdulillah, beberapa daerah telah mengambil takaza untuk membangun masjid yang rusak total tersebut, diantaranya dari Jakarta, Palu (kalo tak salah dengar).
Dari bandung sendiri akan mengambil takaza membangun sebuah masjid yang dulu nya hanya 8 kali sekian meter, sekarang akan diperbesar menjadi 18 kali sekian meter.
untuk itu, bagi teman2 yang belum dapat mengorbankan masa dan dirinya untuk datang ke daerah bencana, dapat mengorbankan sedikit hartanya untuk pembangunan masjid dan bantuan lainnya. Karena untuk logistik dan pakaian, sudah cukup banyak.
Mumpung bulan ramadhan blum selesai, ada baiknya kesempatan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya.
Bagi yang mau mengirimkan sebagian hartanya, bisa dikirim ke nomor rekening berikut :
No. Rek : 3772-01-003676-53-5 [Tri Sarwoto - BRI cab. Bojong Soang]
Setelah transfer, jangan lupa sms bapaknya biar tidak tercampur.
No HP pak Tri: 081394881828 [Tri Sarwoto]
http://arifu.multiply.com
Demi Masa
Demi Masa. Sesungguhya setiap manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. (Qs. Al Ashr. 1-3)
Sungguh sudah menjadi kebiasaan yang mulia para sahabat Rasulullah SAW, mereka menghiasi majelis-majelis mereka dengan membaca surat Al Ashr. Karena surat ini begitu penting untuk dipelajari, direnungi, dipahami dan diamalkan untuk keselamatan manusia dunia dan akhirat. Sungguh surat ini begitu penting sehingga imam Syafi’i rah. mengatakan seandainya satu orang itu paham satu surat ini saja maka sudah cukup untuk menjadi asbab kebahagiaan dunia dan akhirat.
Surat yang mulia ini dimulai dengan “Demi Masa“. Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk merenungi memikirkan makhluk Allah yang namanya “masa”. Masa yang lalu, masa yang sekarang, dan masa yang akan datang. Kalau kita merenungi masa yang lalu, maka kita pasti membuat kesimpulan bahwa kita ini dulunya tidak ada, beberapa tahun yang lalu kita tidak ada, kemudian diadakan oleh Allah SWT, diciptakan oleh Allah SWT kemudian dihantar oleh Allah SWT ke muka bumi ini. Kita datang ke dunia ini bukanlah atas program kita, bukan pula program orang tua kita, kakek-kakek nenek-nenek kita. Kita datang ke dunia ini atas program Allah SWT, atas kehendak Allah SWT bukan atas kehendak kita. Maka kita perlu merenungi untuk apa Allah SWT mendatangkan kita ke dunia ini.
Hari ini semua manusia sibuk berpikir apa mau saya, apa mau saya, apa mau saya ?, apa mau keluarga saya ?, apa maunya masyarakat saya ?, apa maunya pemerintah saya ?, apa maunya ini ?, apa maunya itu ? sampai sedikit sekali manusia yang berpikir apa maunya pencipta saya ? apa maunya Allah SWT sehingga menghantar kita ke dunia ini.
Seluruh para Nabi dan Rasul telah dikirim oleh Allah SWT untuk memberitahu kepada manusia ini bahwa manusia dikirim ke dunia ini untuk diuji oleh Allah SWT. Siapakah orang-orang yang betul-betul beriman kepada Allah dan taat kepada Allah, melaksanakan agama Allah SWT dan siapa yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mengamalkan agama Allah SWT.
Cerita seorang manusia ini tidak akan ada habisnya sebelum sebagian manusia masuk surga, sebagian manusia masuk neraka. Apapun yang terjadi jangan sampai kita punya kepahaman sudah selesai sudah sukses. Kalaupun kita menjadi orang yang paling kaya, paling sehat, paling berkuasa di dunia ini, itu belum selesai ceritanya, belum sukses. Kesuksesan yang sebenarnya apabila kita masuk ke dalam surganya Allah SWT. Barang siapa dijauhkan dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka itu adalah kesuksesan, sedangkan kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang menipu belaka.
Mengingati masa yang lalu,maka mengingatkan masa yang akan datang. Hasilnya, kita memahami sekarang ini bahwa kita ini dalam suatu perjalanan, kalau kita mengamalkan agama Allah SWT maka perjalanan hidup kita ini betul-betul perjalanan hidup yang sangat indah, perjalanan menuju surga Allah SWT. Apapun keadaan kita, apakah kita orang kaya maupun miskin, orang sehat maupun sakit asalkan kita ini dalam perjalanan menuju ke surga maka ini adalah perjalanan yang sangat indah. Apapun keadaan kita tetapi kalau perjalanan menuju neraka Allah SWT maka ini adalah perjalanan yang sangat mengerikan.
Mengingati masa yang lalu mengingatkan dosa-dosa kita yang telah lalu, kemudian kita merenung apakah Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa kita yang lalu. Mengingati masa yang akan datang apakah kita akan di adzab oleh Allah SWT, dimurkai oleh Allah SWT karena dosa-dosa kita. Maka timbul penyesalan, timbul taubat, taubat yang sebenar-benarnya.
Mengingati masa yang lalu, mengingatkan kebaikan-kebaikan kita yang telah kita buat. Tetapi kalau kita teliti kebaikan-kebaikan kita ini pun bercampur aduk dengan keburukan-keburukan pula sehingga timbul kekhawatiran apakah kebaikan-kebaikan kita ini akan diterima oleh Allah SWT, maka timbul harapan dan takut kepada Allah SWT, memohon kepada Allah SWT supaya kebaikan-kebaikan kita diterima oleh Allah dan keburukan-keburukan kita diampuni oleh Allah SWT.
Kemudian Allah berfirman “sesungguhnya manusia ini berada dalam kerugian“. Siapa saja dalam kerugian, orang miskin maupun orang kaya, pejabat maupun rakyat , orang sehat maupun orang sakit, semua dalam kerugian. Karena mereka semua akan kehilangan. Orang sehat pasti akan kehilangan kesehatannya, orang kaya sebentar lagi pasti akan meninggalkan kekayaannya, seorang raja pasti akan meninggalkan kerajaannya.
Dunia ini bukan satu ukuran kesuksesan, semua akan kita tinggalkan. Maka seluruh manusia dalam kerugian, “kecuali orang-orang yang beriman”, apakah manusia beriman tidak akan kehilangan kekayaannya ?, apakah orang yang beriman tidak akan kehilangan jabatannya ? meraka akan kehilangan semuanya juga. Tetapi akan diganti oleh Allah SWT dengan kekayaan yang tidak ada batasnya, kekayaan di surga Allah SWT. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, maka kalau memberikan pahala juga Maha Besar. Sekecil-kecilnya pahala di surga seperti dunia dengan segala isinya di kali 10 kali lipat. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, oleh karena itu adzab Allah juga Maha Besar kalau dikumpulkan seluruh kesusahan yang di dunia ini, tidak ada artinya dibandingkan dengan satu kesusahan yang akan diderita oleh orang yang tidak beriman di neraka Allah SWT. Semua orang akan rugi kecuali orang-orang yang beriman. Tetapi orang beriman ini pun akan rugi juga kecuali kalau dia merubah sikap hidupnya, merubah gaya hidupnya, merubah tertib hidupnya, “dengan amal-amal yang sholih”.
Amal-amal yang sholih itu maksudnya bagaimana ? yaitu amal yang sesuai dengan keimanan kita. Sholih dalam bahasa arab maknanya adalah “yang sesuai“. Kalau orang itu beriman kepada Allah SWT, maka kehidupannya disesuaikan dengan imannya kepada Allah SWT. Sehingga dimana saja senantiasa dia mengingati Allah, tunduk kepada Allah, takut kepada Allah, mengagungkan Allah SWT. Tidak ada yang diminta selain Allah, tidak ada yang diagung-agungkan selain Allah, tidak ada yang disembah selain Allah SWT. Berdiri mengingat Allah, duduk mengingat Allah , berbaring pun ingat kepada Allah SWT. Kalau dia di pasar sebagai pedagang juga tetap ingat kepada Allah karena saya juga tetap hamba Allah walaupun di pasar. Kalau di kantor pun juga tetap ingat kepada Allah karena di kantor pun kita tetap hamba Allah, walaupun jadi raja pun kita statusnya tidak akan berubah tetap menjadi hamba Allah. Mulai dari ujung kuku, sampai ujung rambut adalah ciptaan Allah SWT, hamba Allah SWT 100%. Maka walaupun jadi apapun tetap taat kepada Allah, ingat kepada Allah, tunduk kepada Allah, mencintai Allah SWT, mengagungkan Allah SWT.
Iman kepada yang mulia nabi Muhammad SAW, merubah sikap kehidupan kita, sehingga siang dan malam yang kita pikirkan adalah bagaimana mengikuti jejak beliau yang mulia dalam seluruh seluk beluk kehidupannya. Baginda Nabi adalah utusan Allah, beliau adalah sayyidul anbiya wal mursaliin, pimpinan dari seluruh Nabi, seluruh Rasul. Tidak ada kesuksesan, tidak ada kejayaan selain mengikuti beliau saja. Baginda Nabi Muhammad kata para ulama adalah seperti orang yang “melek(melihat)”, sedangkan seluruh umat ini adalah seperti orang-orang yang buta. Buta, umat ini buta tidak tahu bagaimana keadaan surga, bagaimana keadaan neraka, bagaimana keadaan kubur, bagaimana keadaan masa-masa yang akan datang, semua manusia adalah buta yang tahu hanya para Nabi, yang terakhir adalah yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Maka kalau kita ingin selamat yang sebenar-benarnya, selamat yang abadi hanya ada dalam satu jalan yaitu mengikuti beliau Nabi Muhammad SAW. Kehidupan diri kita, kita sesuaikan dengan kehidupan beliau.
Berbicara mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW sangatlah panjang. Beribu-ribu kitab, berpuluh-puluh ribu kitab telah ditulis oleh para ulama mengenai kehidupan yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Tetapi kehidupan Nabi Muhammad SAW ini diringkas dalam satu kalimat saja yaitu beliau diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rahmatan lil alamin, menyayangi umat seluruh alam. Bagaimana beliau menyayangi umat ini ? ini pun ceritanya sangat panjang sekali. Tetapi beliau memulai menyayangi umat ini dengan mengajak umat ini kepada Allah SWT, mengenalkan umat ini kepada Allah SWT yaitu dengan da’wah ilallaah. Beliau menyayangi umat dengan da’wah kepada Allah, inilah sayang yang sebenarnya. Kalau kita berkhidmat kepada umat siang dan malam, seluruh pengorbanan kita buat untuk umat ini, tetapi kita tidak ajak mereka ke jalan Allah, tidak kita ajak mereka menuju surga Allah maka tetap saja kita ini adalah orang-orang yang kejam. Karena kita membiarkan umat ini berbondong-bondong menuju malapetaka yang kekal abadi yang selama-lamanya yaitu neraka Allah SWT. Orang itu bisa dikatakan sayang kepada seseorang kalau dia mengajak orang itu menuju Allah, mengajak orang itu menuju surga Allah, mengajak orang itu menuju ridho Allah, barulah ini namanya sayang yang sebenarnya. Barangsiapa yang sayang kepada umat maka akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Iman kepada Alqur’an menjadikan kita senantiasa mementingkan ilmu-ilmu agama. Ilmu dari Allah SWT yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul. Hari ini umat siang dan malam belajar ilmu yang bersumber dari otak manusia sampai lupa mempelajari ilmu yang dari Allah, Pencipta seluruh otak manusia. Dihabiskan umurnya siang dan malam untuk mempelajari ilmu mengenai dunia yang hanya 60-70 tahun ini. Tetapi lupa mengenai ilmu akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.
Iman kepada malaikat menjadikan kita ada keinginan dan gairah untuk hidup yang suci. Karena diri kita senantiasa berkumpul dengan makhluk-makhluk suci, yang senantiasa taat kepada Allah SWT. Kanan kiri kita, depan belakang kita dipenuhi dengan para malaikat yang memiliki tugas masing-masing.
Kemudian iman kepada negeri akhirat menjadikan pikir kita berubah, cita-cita kita adalah kemuliaan akhirat. Harta kita yang sebenarnya adalah harta yang ada di akhirat, pangkat kita yang sebenarnya adalah pangkat di akhirat. Pangkat-pangkat yang ada di dunia ini bukanlah pangkat yang sebenarnya, pangkat yang sebentar lagi semua akan hilang. Istri yang sebenarnya adalah istri yang bisa berkumpul di akhirat. Anak kita yang sebenarnya adalah anak yang bisa menjemput kita di surga Allah SWT. Teman-teman kita yang sebenarnya adalah teman yang nanti ada manfaatnya di akhirat. Teman-teman yang hanya untuk dunia sebentar lagi semua akan berpisah. Teman yang mengajak kita kepada akhirat itulah teman yang sebenar-benarnya.
Iman kepada takdir Allah SWT merubah sikap hidup kita sehingga tidak mengungkit-ungkit perkara-perkara yang telah lalu. Senantiasalah kamu minta tolong kepada Allah SWT dan jangan kamu menjadi lemah, tetapi kalau datang perkara-perkara yang menyusahkan kamu janganlah kamu mengatakan “seumpama, seumpama”, tetapi katakanlah apa yang ditakdirkan oleh Allah pasti terjadi juga. Karena kata-kata “seumpama, seumpama” itu membuka pintu setan dalam hati kita.
Inilah maknanya amal sholih, amal yang sesuai dengan keimanan kita.
Setelah iman dan amal sholih, kita masih dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan “saling menasihati dalam kebenaran“, membuat suasana saling mengingatkan menjalankan kebaikan, menjalankan yang haq, membuat suasana da’wah. Suasana mengajak manusia kepada Allah SWT, suasana mengajak manusia untuk menyiapkan dirinya untuk membangun akhiratnya, untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhannya yaitu da’wah. Walaupun orang sudah iman, sudah amal sholih tetapi kalau tidak ada da’wah maka dia ini dalam kerugian juga. Apa ruginya? karena seluruh keburukan-keburukan yang terjadi di dunia ini kalau orang tidak mau da’wah, tidak ada kerisauan, tidak ada keprihatinan, tidak pernah wajahnya memerah karena memikirkan umat maka dia pun dapat bagian dari dosa-dosa yang terjadi di dunia ini. Tapi sebaliknya kalau ada orang ada kerisauan kepada umat, ada pikir atas umat, menyayangi umat, usaha memperbaiki umat, maka justru ketika keburukan-keburukan yang terjadi di seluruh dunia ini, ketika tambah keburukan dia tambah sedih, tambah menangis, tambah usaha untuk perbaikan maka dia terus mendapatkan tambah banyak lagi pahala, tambah banyak lagi derajat di sisi Allah SWT.
Setelah iman, amal sholih dan da’wah, manusia dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan yang terakhir, yaitu “saling menasihati dalam kesabaran“, membuat suasana saling pesan untuk tabah, untuk sabar. Hal ini dilengkapi dengan ayat lain yaitu saling menasihati untuk bersabar dan saling menasihati untuk saling menyayangi satu sama lain.
Perkara iman, amal sholih, da’wah dan sabar. Inilah ciri khas kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah, kehidupan yang dicintai oleh Allah, yang diridhoi oleh Allah. Kehidupan inilah yang kita minta setiap kita sholat. Kita mohon kepada Allah SWT supaya kehidupan kita dituntun oleh Allah SWT sehingga kehidupan kita mengikuti kehidupan orang-orang yang diridhoi oleh Allah, dicintai oleh Allah , kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah SWT. Para Nabi dan Rasul itu keadaan dzohirnya bermacam-macam keadaan tetapi semuanya mereka ada iman , amal sholih, da’wah dan sabar. Ada Nabi yang dia ini seorang petani yaitu Nabi Adam as, tapi bukan petani biasa, petani yang senantiasa memikirkan agama, taat kepada Allah SWT, dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang raja yaitu Nabi Sulaiman as, tapi bukan raja biasa, raja yang pikirnya siang dan malam mengamalkan agama Allah dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang tentara yaitu Nabi Daud as, tentaranya raja Qoluth ra. Tetapi bukan tentara yang biasa tetapi tentara yang taat kepada Allah dan mengajak orang kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang peternak yaitu Nabi Ibrahim as, tapi peternak yang taat kepada Allah dan siang malam mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang tidak punya apa-apa, yaitu Nabi Isa as. Tetapi walaupun tidak punya apa-apa di dunia ini, tetap siang dan malam taat kepada Allah SWT dan mengajak manusia kepada Allah SWT.
Maka bagaimana nanti ketika kita sholat kalau kita sudah berdoa “ihdinash shiroothol mustaqiim, shirootholladziina an’amta ‘alayhim…”, kita bayangkan mohon kepada Allah , yaa Allah ubahlah kehidupan kami, arah pikir kami, tertib hidup kami sehingga mengikuti jejak jalan baginda Nabi Muhammad SAW. Baginda Nabi Muhammad adalah sayyidul anbiya, maka beliau memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Nabi-nabi yang lain. Dan umatnya juga memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Diantaranya adalah baginda Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh alam, memikirkan umat seluruh alam, maka umatnya pun diperintahkan oleh beliau untuk mengikuti jejak beliau memikirkan umat di seluruh alam juga.
Maka bagaimana kita berpikir sama-sama, bagaimana kehidupan kita, kehidupan keluarga kita, tetangga-tetangga kita, teman-teman kita dan umat seluruh alam semuanya kembali kepada kehidupan yang diridhoi oleh Allah, kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan taat kepada Allah dan kehidupan mengajak manusia kepada Allah. Dan apa hasilnya ?, di dunia akan diberkahi oleh Allah, kehidupan kita akan diperbaiki oleh Allah.
Kehidupan umat islam saat ini, asbab materi begitu banyak. Tetapi tambah hari tambah mengeluh, tambah banyak kesusahan, tambah banyak masalah yang dihadapi oleh umat islam dari segala arah. Bukan karena asbab-asbab materi yang kurang tapi keberkahan yang kurang dalam kehidupan umat islam. Karena apa ?, karena agama tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh, apabila agama diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka Allah SWT akan beri keberkahan dalam kehidupan kita di dunia ini, memudahkan kehidupan kita di dunia ini, dan begitu juga sebentar lagi kita akan mendapat panggilan untuk menghadap Allah SWT, untuk berteman dengan para Nabi dan Rasul, para shiddiqin, para sholihin dan para syuhada. Sebentar lagi, entah itu besok atau lusa, entah pagi atau sore hari kita akan mendapat panggilan dari Allah untuk berjumpa dengan Allah, berteman dengan baginda Nabi Muhammad SAW, berteman dengan para Nabi, berteman dengan para sahabat, berteman dengan wali-wali Allah dalam kehidupan yang memuaskan yang kekal abadi selama-lamanya, bahagia abadi selama-lamanya itulah cita-cita orang beriman.
(diambil dari khutbah jum’at ustadz Uzairon dalam ijtima serpong 2008)
Insya Allah hadirkan niat dalam diri kita.
Read more…
Menangis Pelajaran Penting Dalam Islam
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda,” Ada tujuh golongan manusia yang akan dilindungi oleh Allah di bawah rahmat-Nya pada hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah, yaitu :
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang menggunakan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah
3. Laki-laki yang hatinya selalu terpaut kepada masjid
4. Dua orang laki-laki yang salinh mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah karena Allah
5. Laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan dan jelita, ia berkata,;Aku takut kepada Allah’
6. Lelaki yang memberi sedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
7. Lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan bersunyi diri sehingga berlinangan air matanya
(Hr. Bukhari dan Muslim)
Entah mengapa saya teringat kembali dengan perkataan salah satu penanggung jawab pelajar di Bandung beliau adalah Dosen di ITB namanya pak Iqbal. Nasehat ini beliau berikan ketika selesai pembacaan hayatus sahabat di malam Markaze Bandung yang sudah lama berlalu.
Beliau katakan bahwa Menangis merupakan salah satu pelajaran terpenting dalam islam, maka bagi diri kita semua luangkan waktu untuk menangis, kalau belum bisa belajar mulai dari sekarang, kalau belum bisa juga maka pura-puralah menangis.
Itulah nasehat yang ringkas namun sangat berkesan dalam hati saya, tetapi karena kesibukan dunia saya sering kali melupakannya. Ya benar karena kebodohan dan kerasnya hati saya sehingga saat ini untuk menangis saja susah. Padahal para nabi dan rasul dengan sahabat-sahabat mereka terdahulu merupakan manusia yang selalu menjadikan tangisan sebagai perhiasan dalam sholat-sholat mereka, do’a-do’a mereka dan dzikir-dzikir mereka.
Kalau perkara menangis sendiri banyak sekali faktor yang menyebabkannya. Ada yang kena PHK terus menangis , ada yang kena gusur terus menangis, ada yang hilang jabatan terus menangis, ada yang hilang harta terus menangis, ada yang tertipu terus menangis, ada yang terluka terus menangis, ada yang kehilangan nyawa terus menangis, ada juga yang terharu terus menangis , ada juga yang dapat harta benda terus menangis, dan lain sebagai. Singkatnya banyak hal yang menyebabkan seorang manusia bisa menangis apakah dia orang muslim atau orang kafir.
Namun diriwayatkan dalam sebuah hadits,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah, dia tidak akan masuk neraka jahannam sebagaimana air susu tidak mungkin masuk kembali ke dalam puting susunya.”
Dalam hadits yang lain disebutkan,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah sehingga berlinangan air matanya dan air matanya membasahi tanah maka dia tidak akan diadzab pada hari kiamat.”
Sebuah mahfum hadits mengatakan bahwa api neraka jahannam diharaman kepada dua jenis mata :
1. Mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan
2. Mata yang berjaga pada malam hari untuk memelihara islam dan umatnya dari serangan orang-orang kafir.
Hadits lain juga menyebutkan bahwa api neraka jahannam diharamkan kepada mata yang pernah menangis karena takut kepada Allah, kepada mata yang berjaga pada malam hari di jalan Allah, mata yang tidak memandang sesuatu yang haram, dan kepada mata yang gugur di jalan Allah.
Maka bagi seorang muslim hendaknya sering menangis karena takut kepada Allah. Dibalik tangisan karena takut kepada Allah tersimpan berjuta hasanah kebaikan yang Allah sediakan kepada orang yang mengamalkannya. Allah SWT akan berikan rahmat-Nya, hati akan menjadi lembut dan muncul kasih sayang kepada umat. Sebaliknya orang yang tidak pernah menangis karena takut kepada Allah dihawatirkan hatinya keras dan Allah menjauhkan rahmat-Nya darinya. Dari Jarir r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barang siapa tidak diberi sifat lembut, berarti ia tidak diberi kebaikan.”(Hr. Muslim). Sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar yang terkenal dengan “galak atau keras” dalam sholatnya pun sering sekali menangis bahkan ketika menjadi imam sholat pun menangis sehingga terdengar hingga ke belakang makmumnya, hal ini tentu saja karena rasa takut kepada Allah.
Begitu banyak kisah para nabi dan wali Allah apabila diceritakan tentang bagaimana mereka selalu menangis dalam kehidupan mereka hal ini seolah-olah tak bisa dipisahkan syarat untuk menjadi wali Allah adalah mudah dan sering menangis karena takut kepada Allah.
Dan tak bisa dipungkiri bagaimana kekasih Allah SWT, yaitu Rasulullah Muhammad SAW melewati malamnya dengan tangisan-tangisan sehingga dalam dada beliau seperti terdengar suara air yang bergolak karena mendidih. Bukan hanya takut kepada Allah, tetapi sekaligus mensyukuri nikmat yang Allah berikan, membaca dan merenungi atau memikirkan ayat-ayat Allah dan yang tak kalah penting adalah merisaukan umatnya. Sebagaimana diterangkan oleh ayat Alqur’an ” Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin ” (Q.S At-Taubah: 128). Bahkan ketika orang yahudi meninggal tanpa kalimat iman, Rasulullah pun meneteskan air matanya membayangkan bagaimana nanti orang yahudi tersebut akan disiksa di neraka Jahannam yang selama-lamanya. Begitu juga ketika beliau berda’wah ke tha’if dengan jalan kaki dengan penuh harapan dan semangat bahwa penduduk tha’if akan menerima islam, namun sesampai di tha’if Rasulullah SAW menerima perlakuan yang sangat kasar dan kejam, tidak hanya ditolak ajakan beliau sekaligus diejek, dihina dan diusir, tapi juga dilempari batu-batuan sehingga menyebabkan darah keluar dari tubuh beliau yang mulia, hingga menetes deras ke sandal beliau. Namun beliau berdo’a kepada Allah takut-takut Allah murka dengan keadaan beliau, tetapi Allah Maha Mengetahui maka Allah kirim malakat jibril beserta dua malaikat penjaga gunung yang diperintahkan oleh Allah untuk menaati perintah Rasulullah. Bahkan malaikat itu pun menawarkan kalau mau gunung di sekitar tha’if akan dihimpitkan diantara mereka atau tanah mereka diangkat dan dibalikkan ke muka bumi. Namun Rasulullah yang berhati lembut dan kasih sayang yang paham dengan perkara akhirat tentang surga dan neraka hanya berdo’a apabila mereka tidak mau memeluk islam semoga keturunan mereka mau memeluk islam.
Alim ulama telah jelaskan kenapa diri kita susah menangis diantaranya adalah tertutupnya hati kita dari hidayah Allah SWT dengan kesalahan kita sendiri. Banyak dari kita tidak bisa menjaga pandangan mata kita, banyak pula yang mencaci maki saudara, mengghibahnya bahkan memfitnahnya, makanan yang masuk ke dalam perut pun tidak tahu apakah ini benar-benar dari sumber yang halal. Kesombongan dari diri kita sendiri yang merasa sudah suci dan alim, bahkan mengatakan mereka yang banyak menangis kan memang banyak dosanya (na’udzu billah). Sehingga terlalu banyak noda hitam dalam hati kita yang sudah berkarat sehingga susah dibersihkan yang menyebabkan hati kita menjadi sekeras baja. Maka bagaimana kita hindarkan perbuatan kita dari yang demikian mari kita jaga pandangan kita, jaga lidah kita, jaga perut kita dan pikir kita, walaupun kita memang tak pernah berbuat dosa dan maksiat tetapi kita harus merasa banyak kekurangan dan dosa dalam diri kita sehingga Allah berikan sifat kelembutan dalam diri kita.
Salah satu cara yang paling berkesan agar kita menangis adalah bagaimana meniru perjuangan Rasulullah SAW, yaitu mengajak manusia ke jalan Allah dengan harta diri dan waktu kita dengan sungguh-sungguh, hingga hati ini merasa remuk ketika jumpa dengan manusia, dicaci, dihina, difitnah , dicurigai dan ditentang, sehingga malam hari kita adukan kepada Allah SWT dengan tetesan air mata dan do’a kita supaya Allah turunkan hidayah kepada orang yang menghina, mencaci, memfitnah, mencurigai dan menentang.
Ada cerita yang menarik dari seorang yang telah lama dalam usaha da’wah di Bandung yaitu abah Oto , ketika itu beliau sedang belajar da’wah selama 4 Bulan ke India , Pakistan dan Bangladesh. Ketika di Bangladesh beliau jumpa seorang penjual bumbu keliling (kalau di indonesia seperti bapak tukang sayur keliling) sedang niat untuk pergi keluar di jalan Allah ke negeri jauh maka penjual bumbu itu serahkan paspornya. Abah Oto pun terkesan dengan keadaannya yang sederhana dengan mata pencaharian yang tidak seberapa, bapak ini niat untuk negeri jauh yang membutuhkan biaya yang banyak. Abah Oto menjadi kaget dan seolah tak percaya ketika dibuka paspornya ternyata sudah 40 negara dia kunjungi untuk keluar di jalan Allah. Abah Oto ini tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bagaimana mungkin seorang yang hanya tukang jual bumbu bisa seperti ini. Abah Oto dengan rasa tak percaya menanyakan apa sebenarnya pekerjaannya, tukang bumbu itu pun jawab ya ini pekerjaan saya jualan bumbu. Abah Oto masih belum percaya dan terus menerus menanyakan pekerjaannya, tetapi tukang bumbu masih menjawab dengan jawaban yang sama. Akhirnya karena mungkin agak kesal dengan Abah Oto yang terus menanyakan pekerjaannya maka tukang bumbu itu pun berkata ,” wahai bapak memang saya ini tukang bumbu, tapi Allah bukan tukang bumbu, cukup bangun jam 2 pagi, 2 rakaat shalat dan tetes air mata dari 2 mata.” Dengan jawaban itu Abah Oto mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sekali. Benar tidak ?
Maka kita niatkan lagi dan lagi belajar menangis dihadapan Allah SWT supaya Allah pilih diri kita dalam usaha da’wah Rasulullah dan Allah kirim kita, hantar kita ke seluruh alam dengan cara buat pengorbanan sebesar-besarnya hingga kita habis untuk agama Allah minimal luangkan waktu 4 bulan di jalan Allah. Insya Allah.
KOMENTAR