Arsip

Archive for Desember, 2008

Laporan Jama’ah Pakistan

Desember 9, 2008 1 komentar
وبركاته ورحمةالله عليكم اسلام
إنّ الحمد لله نحمده ونصلى على رسوله الكريم
Marte marte karnahe
Karte karte marnahe
Allah se hotahe
Makhluk se nehi hotahe
(ma’af klo salah tulis krn hanya mengandalkan pendengaran)
Begitulah sepotong muzakarah yang diberikan seorang eng.sipil dari Pakisatan pada hari sabtu(24052008) kemarin, ba’da ashar. Alhamdulillah, triple arif (al lampungi, ad dumayyi dan al makassari) berangkat keluar 1 hari di Masjid Gading Regency. Sebenarnya kita berangkat berempat, tapi satu orang hanya mengantar dan tidak jadi ikut keluar karena ada keperluan mendadak.
Jama’ah Pakistan
Alhamdulillah, sangat senang hati ini dapat keluar bersama jama’ah 1 tahun asal Pakistan ini. Walau kita hanya dapat bergabung dari ashar hingg a isra’ karena mereka pindah masjid dan kami digabungkan dengan jama’ah Margahayu. Dimulai dengan bayan hidayah kang Abdul Ghaffar dan didengari oleh Maulana Ghazali. Masyaallah…
Jama’ah ini cukup sibuk, karena selalu ada orang yang mengajak untuk khususi. Bahkan yang nushrah saja sangat banyak. Dua orang maulana datang, beberapa santri senior Dago juga datang. Orang-orang khawas tempatan juga duduk mendengar bayan.
Beberapa hal yang Alhamdulillah teringat oleh saya:
· Jama’ah France datang keluar ke tempat saya (muhallanya Eng.sipil). diantaranya ada 2 orang yang asli merupakan orang France (muallaf). Maka saya bertanya, “bagaimana anda dapat masuk islam?”. Mereka menjawab bahwa ada 2 orang berjalan hendak pergi silaturahim. Maka saya dan teman saya heran memperhatikan mereka yang berpakaian full sunnah tersebut. Kenapa? Karena ada sinar terang yang menjulang dari langit menuju mereka berdua. Maka ketika mereka kembali ke masjid, kami mengikutinya dan masuk ke dalam masjid. Lalu kami berjumpa dengan mereka dan bertanya siapakah kaian. Maka mereka menjawab bahwa kami adalah orang islam, sedang belajar menda’wahkan agama. Maka diterangkanlah tentang islam dan akhirnya kami pun masuk ke dalam islam pada hari itu.
(muzakarah ashar dengan Eng.sipil, I’m sorry, I’m forget his name)
· Satu jama’ah dari Pakistan (satu orang merupakan teman saya) dihantar ke AfSel. Mereka lalu mendatangi rumah seorang muslim. Pintu rumah si muslim di ketuk. Tetangganya yang beragama nasrani melihat mereka. Ketika muslim afsel itu keluar rumah, maka si tetangga pun ikut keluar rumah. Lalu si nasrani bertanya, “Sedang ngapain kalian?”. Jama’ah menjawab, “kami sedang berda’wah kepada saudara kami”. Maka si nasrani bertanya,” kalau begitu kenapa kalian tidak menda’wah saya?”. Jama’ah menjawab, “kalau anda ingin di da’wah juga, maka dengar kan pembicaraan kami”. Maka si nasrani mendengarkan pembicaraan mereka dengan si muslim afsel tersebut dan akhirnya memeluk islam.
(muzakarah ashar dengan Eng.sipil)
“Intinya, orang untuk masuk ke dalam islam itu sangat mudah, tinggal kita saja yang mau berda’wah atau tidak”, kata si Eng.sipil.
  • Assalaamu’alaikum. Nama saya Muhammad Thalhah, nama antum? Nama saya Arief. Alhamdulillah, kami satu jama’ah dari masjid dihantar oleh Allah swt untuk bersilaturahmi ketempat bapak karena kita bersaudara diikat oleh kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur rasulullah.
Rasulullah saw bersabda, “Anak kunci surga adalah kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kejayaan umat manusia apabila ia mengamalkan ajran agama secara sempurna. Apa itu agama? Agama adalah mengamalkan segala perintah Allah swt dengan cara Rasulullah saw.
Susah, senang, kaya, miskin, tua, muda, kehinaan, kemuliaan, semuanya ada di tangan Allah swt, bukan yang lainnya. RAsululah saw adalah nabi terakhir dan tidak akan dikirim lagi nabi setelah itu. Maka tugas da’wah kenaban ini telah diwariskan kepada kita semua. Maka insyaAllah selepas maghrib nanti akan ada pembicaraan iman dan amal shaleh, maka kami mengajak bapak untuk ikut bersama kami. InsyaAllah banyak manfaat.. insyaAllah.
(muzakarah pembicaraan mutakallim dari Maulana Muhammad Thalhah, after isya)
Selain di markaz, inilah pertama kali saya melihat jama’ah shalat maghrib sama banyaknya dengan jama’ah shalat jum’at. Untuk bayan maghrib dan bayan shubuh mohon ma’af tidak dapat saya ketik, krena bayannya terlalu panjang. Untuk bayan maghrib, maulana Nanang sbg tarjim dan bayan shubuh Pak Abdullah Awang sbg tarjim. Inti dari bayan yaitu:
  • Pentingya kita membuat amalan maqami sungguh-sungguh selama 27 hari di tempatan, dan kita belajar da’wah nabi 3 hari di daerah yang lain.
  • Usaha da’wah merupakan usaha yang gampang. Semua orang dapat melakukannya. Kurikulum untuk orang miskin dan untuk orang kaya juga sama, yaitu mengorbankan harta dan dirinya. Hasil dari kurikulumnya juga sama yaitu hidayah dan perbaikan diri.
  • Tiga hal agar usaha kita dapat diterima oleh Allah azza wa jalla yaitu azzam/niat yang kuat, (yang kedua saya lupa) dan ketiga kita berdo’a mengis kepada Allah swt.
  • Kenapa hari ini da’wah tidak berkembang. Karena adanya sifat malu dalam diri kita. Kita telah salah meletakkan sifat malu ini. Sifat malu ini letaknya apabila kita akan berbuat dosa. Sedangkan untuk da’wah maka yang kita tanamkan yaitu sifat berani.
Institut Pengorbanan Dalam Negri
Alhamdulillah, di Gading Regency, kita bergabung dengan jama’ah plajar dari IPDN. Jumlah mereka ada 8 orang. Yang terkesannya, 8 orang ini terdiri dari 1 orang lama (senior ‘04) dengan 7 junior orang baru, dengan kata lain, 1orang lama membawa 7 orang baru.
Dari IPDN sendiri terbentuk 4 jama’ah pada pekan kemarin. Tiap jama’ah lebih kurang ada 10-11 orang dan hanay jama’ah ini saja yang 8 orang. Tiga jama’ah yang lain terdapat seorang ustadz di dalamnya.
Pada saat muhasabah bayan wafsyi, setiap yang baru mengatakan bahwa mereka sangat senang ketika keuar ini. Dimana biasanya, waktu pesiar/libur digunakan untuk yang tidak bermanfaat, tapi Alhamdulillah sekarang digunakan untuk keluar di jalan Allah swt. Dan mereka semua niat untuk hadir dalam malam markaz dan akan keluar lagi bulan depan.
Satu hal yang sangat berkesan di dalam hati, ketika senior memberikan karguzari ahwal kepada kami. Usaha da’wah di IPDN telah ada sejak lama, tapi mengalami pasang surut. Tapi Alhamdulillah pada akhir 2006, usaha ini mengalami peningkatan kembali hingga saat ini. Dulu, apabila ada yang bersiwak dan kelihatan orang lain, maka segera siwaknya dimasukin ke kantong, karena takut menjadi fitnah. Memakai peci saja merupakan sesuatu hal yang aneh dan kelihatan seperti gembel. Tapi, Alhamdulillah, asbab adanya beberapa praja yang buat pengorbanan dengan sungguh2, maka sekarang keadaan telah berubah. Siwak sudah menjadi pandangan yang biasa, wewangian shalat apalagi, bahkan yang dahulu peci dianggap aneh maka sekarang telah banyak praja yang menggunakan sorban dan memakai jubah. Inti dari semua itu yaitu adanya orang yang buat pengorabanan dengan sungguh2 dan fikir stiap saat.
Pesan Abdul Mughni (aslinya bernama Mugni, tapi ditambah Abdul oleh maulana Thalhah karena Mugni adalah nama Allah swt), senior yang keluar bersama kami, bahwa pentingnya kita ada hubungan dengan halaqah (maklum, kami mengatakan kepada beliau bahwa sudah lama kami tidak ikut musy.halaqah). beliau memberikan sebuah tamsilan, yaitu :
sebuah kapal sedang terombang ambing di tengah laut. Cuaca sangat buruk ketika itu. Maka sang nakhoda memerintahkan anak buah kapal untuk terjun ke laut untuk mengambil harta benda kapal yang jatuh. Tapi ABK tersebut tidak diberikan tali yang terhubung dengan kapal. Maka apabila ABK ini terjun, maka binasalah ia. Tetapi apabila ABK ini diberikan tali yang terhubung dengan kapal, maka apabila ia terjun, dalam keadaan bagaimanapun maka ia akan tetap selamat
Kita ini ibarat ABK tadi, apabila ada tali maka akan tetap selamat dan jika tidak ada tali akan binasa. Maka apabila kita ada hubungan dengan para oang tua dalam da’wah, baik di halaqah, markaz Bandung, markaz Indonesia bahkan hingga markaz dunia, InsyaAllah kita semua akan tetap dalam jalur yang diinginkan. masyaAllah, mudahkan yaa allah…
Semoga Allah azza wa jalla mengistiqomahkan selalu anak2 IPDN dan kita semua yang telah kenal dengan usaha da’wah ini.
InsyaAllah beliau bersama 6 orang yang lain akan lulus pada bulan Juni awal ini dan akan keluar 4 bulan IPB pada akhir Juni nanti. Semua persiapan baik passport dan yang lain telah siap, hanya menunggu wisuda dan tentunya izin dari Allah swt. Dan insyAllah juga, 3 orang dosen mereka akan keluar ke Thailand pada libur kuliah bulan juni nanti. Mari kita do’akan kemudahan bagi mereka dan semoga Allah azza wa jalla juga memilih kita semua… aamiin.
Penutup
Sepertinya karguzari ini sudah terlalu panjang, maka akan saya segera akhiri. Marilah kita para karkun IT Tel bangkit kembali untuk membuat amal maqami dengan sungguh-sungguh lagi sehingga akan datang bantuan Allah azza wajalla dalam kehidupan dunia dan akhirat kita.
Alhamdulillah, kita telah dipilih Allah azza wa jalla
Untuk membuat suatu kerja besar kerja para anbiya
Kerja kita ini masih jauh dari yang diharapkan
Tapi kita berharap, Allah terima kerja kita
Semoga Allah jadikan masjid ini seperti masjid Madinah di zaman Rasulullah saw
Dan insyaAllah kita berjumpa lagi di markaz Reiwind nanti
insyaAllah
–do’a–
(jama’ah Pakistan, pagi hari sebelum berpindah masjid)
oleh Arif Budiman Ad Dumayyi

Laporan Jama’ah Mesir

Desember 9, 2008 1 komentar

Alhamdulillah, ada beberapa orang Mesir sedang berkunjung ke kota Bandung. Salah seorang dari mereka memberikan bayan/penjelasan di masjid Al Madinah, Antapani. Ini ada beberapa hal yang alhamdulillah bisa saya ingat…
Beliau (yang memberikan bayan), pernah setahun yang lalu berkunjung ke beberapa negara eropa, yaitu Perancis, Swiss dan beberapa daerah lain (saya kurang jelas..). Islam sangat berkembang pesat pertumbuhannya di negara-negara Eropa. Setiap hari, belasan hingga puluhan orang memeluk islam di Perancis. Kenapa begitu..? Setiap hari, selepas shalat ashar, para muslim Perancis membawa tikar dan pergi ke perkumpulan-perkumpulan orang Perancis, seperti club-club, taman-taman dan tempat keramaian lainnya. Setelah sampai di tempat keramaian tersebut, mereka membentang tikar tersebut lalu duduk dan membuat majelis ta’lim di tempat tersebut. Setelah membaca beberapa hadits, mereka menutup majelisnya. Setelah itu mereka berpencar dan mengajak orang-orang untuk mengunjungi tikar mereka, baik muslim maupun non muslim. Setelah mereka datang ketempat tersebut, lalu diberikan penjelasan tentang islam dan setelah itu, orang-orang tersebut diajak ke masjid mereka. Yang islam disuruh berwudhu’ dan mengerjakan shalat, apabila belum shalat. Sedangkan yang non-muslim diajak ke suatu ruangan. Setelah muslim tadi selesai sholat, mereka diajak bergabung dengan non-muslim tadi. Setelah itu, semua orang tadi diajak makan berjama’ah di ruangan tersebut, yang telah disiapkan sebelumnya. Dan hal ini dilakukan setiap harinya.

Setiap muslim Perancis, selalu mempunyai rasa cinta yang lebih kepada saudaranya yang lain, baik yang muslim maupun yang non-muslim. Setiap berjumpa dengan saudara muslim, mereka selalu mengucapkan salam. Sedangkan kepada yang non-muslim mereka juga senyum dan mengucapkan salam kebaikan. Lalu beliau bertanya kepada muslim ini, “Kenapa kepada orang non-muslim kalian juga tetap menyapa dengan baik?” Muslim tersebut menjawab, “Saya yakin bahwa suatu saat orang yang saya sapa dan salami nanti akan memeluk islam seperti saya juga.” Orang Mesir ini juga dibawa keliling oleh muslim Perancis ini dan mendatangi sebuah gereja. Seperti kita ketahui, gereja-gereja di Eropa telah banyak kosong tidak didatangi oleh pemeluknya. Maka muslim Perancis ini kembali membentangkan tikar dan membuat ta’lim didepan gereja. Dan mereka juga mengajak orang-orang yang ada digereja untuk duduk dalam majelis ta’lim mereka. Orang-orang gereja tersebut malah senang karena gereja mereka tampak ramai kembali. Maka karena ini dibuat terus menerus, banyak rumah ibadah gereja yang telah berubah fungsi menjadi masjid, walaupun dari luar tampak seperti gereja. Setiap muslim Perancis punya tanggung jawab untuk mengajak muslim yang lain berda’wah. Untuk tahap awal, mereka mendatangi daerah-daerah sekitar Perancis yang belum ada suasana islam. Setelah itu, mereka diajak lagi untuk berda’wah mengunjungi negara-negara sekitar Perancis. Lalu setelah itu, diajak untuk berda’wah mengunjungi negara-negara jajahan Perancis yang ada di Amerika Latin dan Afrika.
Penduduk Perancis sekitar 70jutaan dan lebih kurang 3jutaan adalah muslim. Setengah dari muslim Perancis adalah orang yang dahulunya belum mengenal islam atau kafir. Dan orang Mesir ini mengatakan, jumlah muslim Mesir lebih banyak dari Perancis tapi orang yang masuk islam masih sangat sedikit perkembangannya daripada yang di Perancis.

Hal yang sama juga dijumpai di Swiss. Muslim Swiss sangat baik akhlak mereka baik kepada muslim maupun non-muslim. Mereka mengatakan, sudah lebih dari 5 tahun setelah peristiwa WTC, tidak ada lagi negara-negara muslim yang berkunjung kenegara kami. Padahal kami sangat mengharapkan kunjungan-kunjungan negara muslim untuk berda’wah ke negara kami.

Apabila da’wah dibuat, maka orang-orang kafir akan berbondong-bondong memeluk islam (seperti di Perancis dan Eropa).
Tapi, apabila da’wah ditinggalkan, maka orang-orang muslim akan berbondong-bondong meninggalkan islam (seperti yang kita lihat dinegara kita ini).

Semoga Allah azza wa jalla memudahkan kita untuk berda’wah menyebar keseluruh alam seperti Rasulullah saw dan para Shahabat r.hum. Wallahu a’lam.

Oleh Arif Budiman Al Dumayyi

Kargozari dari jamaah pakistan

Desember 2, 2008 8 komentar

Kargozari ini sebetulnya udah lama sekali sekitar bebeapa pekan setelah lebaran Idul Fitri, namun karena keinginan menulis baru ada saat ini jadi saya mohon maaf kepada semuanya.

Jamaah Pakistakan menceritakan yang kurang lebih seperti ini :

———————————————————–

Dalam usaha Da’wah ini kita harus yakin benar kepada Allah bahwa apabila kita menolong Agama Allah maka Allah akan tolong kita, berikut ini akan saya sampaikan kisah yang mana kisah ini tidak terjadi di jaman para sahabat r.hum tetapi terjadi pada jaman kita saat ini. Hal ini membuktikan apabila kita buat kerja yang sama dengan Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum maka pertolongan Allah yang datang kepada Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum akan datang juga kepada kita.

Suatu ketika seorang karkun di pakistan telah datang kepadanya nisab untuk keluar ke negeri jauh, tetapi dia sudah tidak mempunyai uang yang akan dikorbankan dan benda berharga yang bisa dikorbankan, tinggal sebuah rumah yang dia tinggali bersama dengan istri dan anaknya. Tapi dalam hatinya karena dorongan niat yang kuat dia semakin ingin untuk keluar ke negeri jauh maka dia bermusyawarah dengan keluarganya. Dan hasilnya istrinya yang terbiasa dengan perjuangan da’wah pun mendorong dan membantu suaminya untuk keluar di Jalan Allah, sehingga mereka pun menjual rumah mereka dan rela untuk hidup dengan menggunakan tenda saja. akhirnya karkun tersebut pun keluar ke negeri jauh dan istrinya di tinggal di sebuah tenda dengan anaknya.

Pada suatu hari saudara dari istri karkun ini datang untuk silahturahmi dan melihat keadaan saudaranya ini. Saudara istri karkun ini pun sedih melihat keadaan saudarinya yang ditinggal suaminya dan hanya hidup di tenda dengan anaknya. Tapi istri karkun ini tak pernah mengeluh kepada saudaranya yang datang menengoknya. Tanpa disengaja saudara istri karkun ini melihat ada seekor burung diikat di ranjangnya. kemudian saudara istri karkun ini bertanya kepada istri karkun tersebut, “darimana kamu dapatkan burung itu ?”.

Jawab istri karkun,”oh, burung itu aku dapatkan ketika tadi pagi dia mengganggu anak-anak ayamku, sehingga aku datangi dia dan aku tangkap lalu aku ikat burung itu di ranjang.”

Kata saudara istri karkun, ” Kamu tahu nggak burung apa itu ?”.

Jawab istri karkun dengan polos,”Nggak tahu, pokoknya aku tangkap aja karena dia udah mengganggu anak-anak ayamku.”

Kata saudara istri karkun, ” Ini burung jenis burung elang yang langka, para pengusaha banyak yang mencari burung ini sekarang, harganya bisa ratusan juta ini, mau nggak aku bantu ngejual burung ini supaya uangnya bisa buat bantu kamu beli rumah lagi.”

Jawab istri karkun, ” ya udah jual saja.”

Akhirnya saudara istri karkun itu pun menjual burung elang yang langka tersebut. Dan memang benar haganya ratusan juta, sehingga hasil dari penjualan burung itu pun digunakan istri karkun untuk membeli sebuah rumah yang baru lagi. Maka ketika karkun selesai keluar negeri jauh dan kembali pulang, dia tidak masuk tenda tapi tetap masuk ke dalam rumah.

————————————————————-

Kata jamaah Pakistan tentu saja saya juga belum kuat untuk mengamalkan perkara ini tapi setidaknya bisa menjadi pelajaran bahwa usaha da’wah ini yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan tertib serta musyawarah akan mendatangkan pertolongan Allah sebagaimana Allah tolong Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum.

Marilah sama-sama kita azamkan dalam diri kita untuk lebih sungguh-sungguh lagi dalam usaha da’wah ini. Janji Allah lebih pasti dari pada terbitnya matahari dari arah timur. Mari kita persiapkan takazah 13.240 jamaah dalam tahun 2009 ini, jangan hanya lewat tulisan saja tetapi bergerak ke seluruh alam. Usaha ini butuh pengorbanan harta, diri, waktu, perasaan, dan harga diri. Kita korbankan semuanya di Jalan Allah.

Da’wah jama’ah indonesia ke negeri jauh korea

Desember 2, 2008 4 komentar

—– Original Message —–

Subject: laporan dari busan korea

Date: Tue, 14 Oct 2008 6:26:29

From: Muhammad Salman <msalmanym@yahoo.com>

To: <riswadi_bruga@yahoo.com>

bismillahirrahmaanirrahiim, assalamu’alaykum, de,

bagaimana perkembangan jemaah neja [jama’ah Negri Jauh] Bandung?

kata amir, kalau mau kirim lagi jmh ke korea bulan2 ini sampai februari, tawarkan ke orang Pangalengan, Ciwidey, dan Lembang, rada cocok iklimna yeuh. saya dengan bah Ubay tiba duluan di Busan (provinsi selatan dekat laut) hari sabtu sore. Amir dan Rijal masih di Songori masjid Ujeombu, buat program sehari dari malam ahad. saya datang ke masjid Busan menjelang maghrib. ba’da isya langsung diajak menengok pekerja indo yg dirawat di rumah sakit. 1.

Djumail dari enrekang SulSel, korban ledakan di kapal tangker. cukup parah. patah tulang di tangan, kaki, dan rusuk. plus luka bakar. dirawat di RS Maryknoll. sdh sebulan. sdh sadar, bisa diajak bicara, ditarghib, tasykil, dan do’a. terakhir dia nangis, katanya sdh bertahun-tahun kerja di kapal ingin sekali bisa sujud di masjid di korea ini, tapi belum kesampaian. nanti kalau sdh sembuh Insya Allah mau ke masjid dulu sebelum kemana-mana. 2.

Tino dari Kendal, putus tangan masuk mesin roll kawat. dirawat di RS Busan University. yg ini parah sekali, krn keracunan zat anti karat semua jari2nya membusuk, akhirnya jari kaki habis dibuang, jari tangan yg kiri juga dipotong 1-2 buku. Masya Allah. minta diajari shalat sambil tidur. kasihan de,

saudara2 kita disini, banyak sekali terjadi kecelakan di tempat kerja, kemarin di Songori pun sama ada pekerja yg terpotong tangannya di mesin press. macam2 penderitaan pekerja disini de, yg keracunan bahan kimia, yg kena mesin, yg terbakar, bahkan tidak sedikit yg mati di laut, di kapal, kabur dari kapal, dsb. kita harus lebih giat lagi bergerak di tanah air, de, biar orang2 ini tidak tertipu dunia begini

rupa. sdh modalnya besar utk datang ke kesini, ada yg 65 juta ada yg 70 juta, ngutang sana-sini, datang kesini belum tentu dapat kerja enak, banyak yg menderita. apalagi di Busan ini dekat laut, lebih banyak yg kerja di kapal2 nelayan, jangankan buat shalat, tidur pun susah. akhirnya banyak yg kabur berenang ke darat, sebagian sampai sebagian hilang. tapi, beritanya tdk pernah sampai di tanah air. beda dgn berita2 tkw di saudi sampai terus beritanya. kalau penderitaan di negeri kafir mah, ditutupi.

memang ada juga yg berhasil jadi kaya di kampungnya, tapi harus pisah dgn istri sampai 9 th, 10 th, 13 th. wah, kami mah moal kuat de [kami nggak kuat De]. derita panjang dan lebar. betul kata Maulana Nanang, rezeki yg berkah itu dekat, tidak lama, dan tidak susah. belum lagi, sekarang pekerja2 ilegal sdg dikepung habis. sdg ditangkapi. terakhir ada karkun 40hr yg tertangkap dan dipulangkan. saya ketemu satu kelompok pekerja di Garebi Sijang dari Indramayu,

mereka betul2 seperti hidup dalam lubang. selama bertahun-tahun. kerja di pabrik sbg pekerja ilegal, tinggal di container2, bersembunyi, krn takut tertangkap imigrasi. yah kerjanya cuma ngumpul2, dst nya lah, gak perlu diceritain detail. serem lah. kebetulan pas kumpul2 saya datang kesitu, kasi targhib sedikit dikepret. mereka rinduuu sekali dgn agama, katanya. tapi diajak ngomong agama, semua gelisah. ditasykil nggak bisa. nya tos. do’a weh de.

hari ahad kemarin, di mesjid Busan ada acara pernikahan. dan halal bil halal. ini pasangan yg nikah juga, katanya, sebelumnya sdh nikah dulu di gereja, kan aneh!? jadi agak ricuh juga sedikit di awalnya, sampai semua yg hadir diminta bersaksi, bhw pasangan ini bener2 belum menikah. urusan begini disini, rada pabaliut de[agak membingungkan]. sebab pekerja2 kita ini, kalau punya masalah, sdh biasa juga lari ke shelter2 sosial yg dikelola gereja. padahal gerejanya sendiri utk orang korea tidak laku.

gereja banyak dan besar2, tapi nggak ada isinya. jadi duitnya dipake utk merayu-rayu orang kita. pekerja kita yg masuk kristen sih nggak ada juga, katanya, tapi mereka betaaah sekali tinggal di shelter2 ini, krn polisi nggak boleh masuk kesana. acara halal bil halal, alhamdulillah rame juga, ada 200-an yg hadir, berdatangan pakai bus. ana diminta bayan dan do’a sampai 2 rintakan. haus siraman rohani atuh kang, katanya. giliran ditasykil, mah tetep weh cuma ahad aja siapnya. wios lah. Amir dan Rijal baru tiba di Busan senin sore. di Songori ahadnya ada 7 orang yg ikut program 24 jam full. lumayan lah.

jadi, de, kesimpulan sementara, kerja kita selama ini sangat kurang. masih banyak saudara2 kita yg menderita. sudahlah, sudah waktunya kita kerja dgn lebih seurieus, de. don’t take too seriously to ourselves lah, da selemah-lemahnya karkun masih so much better than yg belum keluar. don’t “geureuhan” too much lah. kita bahu membahu saja lah to reach ’em all.

mendingan kita giatkan 2,5 jam kita. masih buaaaannnnyyaaaaak sekali saudara2 kita yg belum tersentuh da’wah. emh deudeuh teuing dulur urang de. ‘ajib lagi. selama hari ahad kemarin dari ba’da ashar, ganti2an orang2 disini, minta konsultasi, ada yg sendiri2, ada yg berdua-dua, teruuuusss sampai jam 12 malem. semuanya bermasalah sama: “saya mau bertobat atas keluakan saya di masa lalu, apakah Allah mau terima taubat saya?”. semua bertanya perkara yg sama, malah ada yg sampai nangis segala. Ya, Allah, pesan rahasia apa yg hendak Kau sampaikan pada hamba? hate asa dipekprekan de. gerentes hate, ana nu pantes ceurik leuwih tarik teh de. nanya ka diri sorangan, “Ya Allah, apakah saya pernah betul2 bertobat????” araso yoo… wassalamu’alaykum, abu farhan

Bayan Pak Cecep

Desember 2, 2008 19 komentar

Alhamdulilah, senang sekali bisa hadir dalam malam markaz di Bandung kemarin dan juga malam musyawarah di Kebon Jeruk. Memang benar sekali kalo kita sangat dianjurkan untuk bisa hadir dalam malam markaz setiap pekannya atau paling minimal sekali yaitu sekali dalam 1 bulan. Dengan hadir di malam markaz, banyak nashihat-nashihat yang insyaAllah kita dapatkan dari orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam usaha da’wah.
Berikut kami tuliskan bayan pak Cecep Firdaus pada saat malam markaz Antapani, pekan kemarin dan juga bayan ketika musyawarah markaz di BonJer. Semoga dapat mengambil hikmahnya..

Nashihat maulana Umar untuk dapat mengeluarkan jama’ah da’wah sebanyak-banyaknya, yaitu:
Pertama, 2 orang lama membawa 8-10 orang baru keluar 4 bulan IPB
Kedua, 2 orang lama membawa 8-10 orang baru untuk keluar 4 bulan dalam negri
Ketiga, kumpulan orang lama bersama-sama keluar 4 bulan negri jauh
Keempat, mempersiapkan para kaum wanita untuk ijtima’ (di Bangladesh, ketika ijtima’ tahun lalu ada 100ribu wanita yang bersedia puasa senin-khamis dan 3 hari tengah bulan untuk menghadapi ijtima’)
Kelima, orang lama meluangkan waktunya 2bulan untuk khidmat di markaz nizhamuddin

orang berilmu itu dalam bahaya apabila ia belum beramal
orang beramal dalam bahaya apabila ia belum ikhlash
seorang maulana menambahkan dalam bayannya, orang yang ikhlash juga dalam bahaya, karena ia akan berada dalam incaran syaithan sehingga hilang keikhlashannya

‘seorang kaya mengambil anak angkat dari keluarga yang miskin. Maka anak ini dipelihara dengan baik. Diberi makan, diberi pakaian yang bagus. Setelah itu ia disekolahkan hingga menjadi sarjana dengan gelar yang tinggi. Lalu ia diberikan perusahaan untuk dikelola. Suatu saat, sang ayah (yang kaya tadi) telah tiba ajalnya. Maka ia memanggil anak angkatnya tadi. Tapi ketika itu sang anak sedang mendapat kerjaan yang penting yang bisa rugi jika ditinggalkan. Maka ia tidak memenuhi panggilan ayah angkatnya. Maka sang ayah berkata, “Anak macam apa ia. Padahala ia adalah anak dari keluarga miskin. Aku angkat ia jadi anakku, ku sekolahkan, kunikahkan ia, ku beri perusahaan besar….” Ketika ia menyebut seluruh kebaikannya, maka Allah azza wa jalla mencabut nyawanya. Maka habislah seluruh amalnya itu…

Shahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana ikhlash itu..? Maka Rasulullah menjawab,’Aku tidak tahu. Mari kita bertanya pada Jibril.’ Maka Rasulullah saw bertanya, ‘Bagaiamana ikhlash itu wahai Jibril?’ Jibril a.s menjawab, ‘Aku tidak tahu. Mari kita tanya langsung pada Allah.’ Maka Allah menjawab, ‘Ikhlash itu adalah rahasia Aku.’

Karkun-karkun di Indonesia banyak mengeluh karena mereka punya banyak masalah yang tidak selesai-selesai. Selesai satu maka datang yang lain. Maka Maulana Ahmad Lat berkata seperti yang telah dikatakan oleh suatu keterangan bahwa barang siapa yang memperbaiki hubungan nya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan makhluk. Tapi kalo kita tidak memeperbaiki hubungan kepada Allah, maka jangan harap segala permasalahan kita akan diselesaikan oleh Allah azza wa jalla.

Maulana sa’ad bertanya kepada pak Cecep, “sudah berada ditingkatan manakah karkun-karkun di Indonesia..?” Maka pak Cecep tidak dapat menjawabnya. Maka Maulana Sa’ad berkata bahwa ada 4 tingkatan manusia.
Tingkatan pertama, orang yang menolak sama sekali terhadap usaha da’wah. Berarti orang ini telah ingkar terhadap Al qur’an dan As sunnah karena dalil-dalil usaha da’wah ada smuanya di dalam Al qur’an dan hadits.
Tingkatan kedua, orang yang senang sekali dengan usaha da’wah. Mendukung dan setuju dengan usaha da’wah. Tapi apabila diajak untuk keluar di jalan Allah azza wa jalla, maka ia berkata nanti dulu atau belum siap.
Tingkatan ketiga, orang yang senang dengan usaha da’wah, ikut bersama-sama keluar di jalan Allah azza wa jalla. Tetapi ketika dihadapkan oleh suatu pilihan ketika datangnya takaza agama dengan takaza dunia, maka ia mendahului takaza dunianya.
Tingkatan keempat, orang yang senang dengan usaha da’wah, ikut bersama-sama keluar di jalan Allah azza wa jalla, dan ketika dihadapkan antara 2 pilihan, takaza dunia atau agama maka ia memilih takaza agama lebih dahulu dan mengorbankan keduniaannya.

MasayaAllah, bersyukur kita karena Indonesia diberi kesempatan untuk mengadakan ijtima’ dunia pada bulan Juli 2009 di Jakarta. Banyak negara yang minta izin untuk mengadakan ijtima’ dunia, tapi tidak diizinkan oleh para masyaikh. Target pengeluaran jama’ah untuk Indonesia yaitu mengeluarkan sebanyak lebih kurang 13.240 jama’ah. Maka ia adalah tanggung jawab kita semua untuk dapat mensukseskan ijtima’ ini. Untuk itu diharapkan dari 1 halaqah dapat mengeluarkan 1 jama’ah 40hari dan 1 jama’ah 4 bulan. Jama’ah gerak 4bulan dapat mengeluarkan 1 jama’ah 4 bulan dan 3 jama’ah 40 hari. Dan jama’ah 40 hari dapat mengeluarkan 1 jama’ah 4bulan dan 1 jama’ah 40hari.

nb: rekaman bayan dalam proses uplod, sabar yak…

Kategori:BAYAN Tag:, , ,

Usaha masturoh (Kerja Da’wah Wanita)

Desember 2, 2008 16 komentar

Alhamdulillah, ini kutipan dari muzkarah masturah dari jama’ah Pakistan tadi malam.
mudah-mudahan Allah azza wa jalla memudahkan kita untuk buat usaha da’wah dengan dukungan dari istri-istri kita. aamiin…

Allah azza wa jalla menjadikan kita umat Rasulullah saw
Ada orang yang beriman dari kalangan laki-laki dana ada yang beriman dari kalangan wanita
Dari saat pertama Rasulullah saw diberikan tanggung jawab da’wah, maka pada saat itu jugalah seorang wanita mengikuti da’wah beliau
Yang paling pertama bersyahadat adalah istrinya Nabi Muhammad saw, Khadijah Al kubra r.ha.
Yang paling pertama bekorban harta untuk agama adalah kalangan wanita yaitu Khadijah Al Kubra r.ha
Yang pertama kali syahid untuk agama adalah dari kalangan wanita yaitu Sumayah r.ha
Yang paling pertama memberikan kabar gembira tentang diterimanya da’wah Nabi Muhammad saw dan mendukung pengorbanan Rasulullah saw yaitu Khadijah Al Kubra r.ha
Ketika detik pertama DA’wah dimulai, maka yang pertama bekorban adalah keluarga Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw berda’wah hingga di lempari tanah dan ludah, maka yang membersihkan wajahnya adalah putrinya, Zainab r.ha.
Ketika Rasulullah saw shalat dan dilempari dengan kotoran unta, maka yang membersihkannya adalah putrinya. Ketika da’wah dimulai, maka Ruqayyah dan Ummu Kultsum r.ha dihadapan Rasulullah saw telah diceraikan oleh para suaminya yang masih kafir.
Ketika seorang Nabi diutus untuk berda’wah dan da’wah mereka dibantu oleh istrinya, maka da’wah berkembang sangat cepat. Tetapi jika mereka berda’wah sedangkan istrinya tidak mengikuti da’wah mereka, maka da’wah akan berkembang sangat lambat bahkan dari keluarga mereka akan ada penentang dari pada da’wah agama.
Nabi Nuh a.s ketika buat usaha da’wah tidak dibantu oleh istrinya, maka da’wah beliau sangat lama waktunya bahkan anaknya sendiri tidak mau menyertai beliau.
Nabi Luth a.s ketika buat da’wah sedangkan istrinya tidak mendukungnya maka istri beliau menjadi seorang penentang da’wah Nabi Luth a.s dan tidak beriman kepada Allah azza wa jalla.
Sebaliknya, Nabi Ibrahim a.s ketika buat da’wah dan didukung oleh istrinya, dimana istrinya buat da’wah seperti juga yang dibuat oleh Nabi Ibrahim a.s maka Allah azza wa jalla telah lahirkan Nabi Ismail a.s yang punya kedudukan tinggi. Bahkan karena istri nabi Ibrahim a.s buat da’wah, maka istrinya sendirilah yang mentarbiyah Nabi Ismail a.s dalam hal agama. Bahkan Allah azza wa jalla telah membanggakannya di dalam Alqur’an dan ajaran Nabi Ibrahim a.s telah diperintahkan untuk kita ikuti hingga sekarang yaitu millah-nya Ibrahim a.s. Ini adalah dikarenakan da’wah Nabi Ibrahim a.s diikuti oleh istrinya sehingga lahir nabi Ismail a.s dan dari keturunan-keturunan beliau lahirlah Nabi Muhammad saw.
Apabila kaum lelaki buat da’wah, sedangkan istrinya tidak dilibatkan, maka ketika suami keluar di jalan Allah azza wa jalla maka sang istri akan mengeluh kepada orang lain bahwa suaminya tidak bertanggung jawab dan sebagainya.
Sebaliknya apabila istri dilibatkan dalam da’wah, ketika sang suami sedang lemah dalam berda’wah, maka sang istri akan menjadi penyemangat bagi suaminya dan akan selalu mendukungnya dalam keadaan susah maupun senang.

maaf, muzakarah nya nggak sampe abis, karena pulang duluan. klo ada yang mengikuti sampe abis, boleh di share….

for rekaman:
http://www.esnips.com/doc/2b500023-3b6c-48b1-be77-2c7080336f19/Bayan-Jamaah-Masturah-Pakistan-%5B20112008%5D
or http://www.esnips.com/web/arifukunsStuff/
bayan = 00:00:00 – 01:31:05
shalat isya = 01:40:05 – 01:52:51
muzakarah masturah = 01:56:38 – 02:12:4

oleh Arif Budiman Al Dumayyi

Hayatush shahabat // pembaca: Ust.Ghazali Khamis, 29 Dzulqa’dah 1429 // 27 November 2008

Desember 2, 2008 Tinggalkan komentar
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari rah.a, dari shahabat Ibnu Umar r.a berkata bahwa ayah saya, Umar r.a, adalah seseorang yang sering mengatakan, “Sepertinya ini ….”. Dan prasangkanya tersebut biasanya tepat.

Suatu ketika seorang shahabat lewat di hadapan Umar r.a. Maka Amirul Mukminin berkata, “Sepertinya orang itu adalah seorang dukun di masa jahiliyahnya. Coba kamu panggil shahabat tersebut.” Maka aku memanggil shahabat tersebut dan membawanya ke hadapan Amirul Mukminin, Umar r.a.
Umar r.a berkata, “Wahai shahabat, sepertinya kamu adalah seorang dukun di masa yang lalu…” Maka mendengar perkataan Umar r.a, shahabat itu marah dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, semenjak aku memeluk islam, belum ada orang yang datang dan menyambutku dengan berkata seperti itu..” Maka Umar r.a berkata, “Tenang wahai shahabatku, aku tidak bermaksud demikian. Cobalah engkau ceritakan kepada kami, pengalaman apa yang paling berkesan ketika engkau menjadi seorang dukun di zaman jahiliyah dulu…”
Maka shahabat r.a tersebut berkata, “Pengalamanku yang paling berkesan yaitu ketika bersama Jin yang selalu membantuku. Suatu ketika, Jin tersebut datang menjumpaiku. Jin itu berkata,” Wahai tuanku, dari dahulu kami kaum jin selalu bebas berterbangan ke langit untuk mencuri berita-berita dari langit dan menyampaikannya kepada para manusia. Tapi pada hari ini aku telah melihat para Jin telah pergi menaiki unta-unta putih mereka untuk menuju ke kota Makkah karena disana telah diutus seorang Nabi. Cobalah tuanku berangkat untuk mencari berita yang terjadi di sana.”

Di dalam riwayat yang lain dikatakan, Umar r.a berkata, “Sepertinya engkau adalah seorang dukun ketika masih dalam keadaan jahiliyah.” Maka Shahabat tersebut tidak senang dan berkata, “Tidak ada orang yang datang dan mengatakan seperti perkataanmu tadi semenjak aku memeluk islam.” Maka Amirul Mukminin berkata, “Bukan itu maksudku, Engkau pasti tidak menyukai kesyirikan yang pernah engkau kerjakan. Cobalah engkau ceritakan kepada kami pengalaman yang paling berkesan ketika engkau menjadi dukun dimasa lalumu…”
Maka shahabat r.a itu berkata, “Suatu malam ketika aku hendak tidur, maka datanglah Jin yang selalu membantu pekerjaan-pekerjaan ku sambil menendang badanku. Jin tersebut berkata, “Tuanku bangunlah..! Semenjak dulu, kami para kaum Jin selalu pergi ke langit untuk mencuri berita-berita dari sana. Tapi pada hari telah kulihat kaumku dengan menaiki unta-unta putih mereka beserta bekal-bekal mereka telah pergi menuju kota Makah. Bangunlah engkau dan pergilah ke sana untuk mencari tahu apa berita yang terjadi.” Maka aku berkata kepada Jinku itu, “Tunggulah hingga esok hari. Malam ini aku ingin istirahat karena telah bekerja seharian.”
Esok hari ketika aku hendak tidur, Jin ku itu datang kembali menjumpaiku. Ia berkata, “Tuanku bangunlah… Hari ini telah kulihat kaumku pergi menaiki unta-unta putih mereka dan berangkat menuju kota Makkah. Disana telah diutus seorang nabi untuk mengajak manusia menyembah kepada Allah. Cobalah engkau pergi ke sana untuk mencari tahu apa yang telah terjadi disana. Maka aku berkata, “Tunggulah hingga esok hari. Malam ini aku ingin istirahat karena telah bekerja seharian.”
Pada malam yang ketiga, Jin tersebut telah datang kembali dan membangunkanku. Ia berkata, “Tuanku bangunlah… Hari ini telah kulihat kaumku menaiki unta-unta putih mereka dan berangkat pergi ke kota Makkah. Cobalah engkau pergi ke sana untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.”

Maka malam itu aku bangkit dari tempat tidurku dan menyiapkan perbekalan untuk pergi ke kota Makkah. Aku lalu berangkat dan tiba di kota Makkah. Di sana aku melihat Rasulullah saw dalam suatu majelis bersama para shahabat, lalu aku duduk didalam majelis tersebut. Setelah majelis selesai, aku mendekati Rasulullah saw dan bersyahadat kepada beliau. Lalu aku menceritakan kepada beliau bagaimana aku bisa datang ke kota Makkah ini. Mendengar ceritaku, Rasulullah saw tersenyum bahagia begitu juga para shahabat r.hum yang ada di dalam majelis tersebut.”

Lalu Amirul Mukminin, Umar r.a bertanya, “Setelah peristiwa itu, bagaimana keadaan Jin yang selalu membantumu..?” Maka aku berkata, “Semenjak kejadian tersebut, aku tidak pernah lagi melihat Jin yang selalu membantuku itu. Tapi semenjak itu pula aku telah mendapatkan pengganti yang lebih baik daripada Jin ku tersebut. Ia adalah Alqur’an, kitab yang berisi segala sesuatu menyangkut masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Yang dapat menyelamatkan kehidupanku ini.”

Khamis, 29 Dzulqa’dah 1429 // 27 November 2008
Hayatush shahabat // pembaca: Ust.Ghazali
Masjid Al Madinah
Antapani- Bandung – Jawa Barat

*maaf, ada beberapa perkataan yang saya lupa jadi tidak saya cantumkan.

bonus bayan….:

Suatu ketika, penduduk surga akan dihebohkan dengan suatu sinar yang lebih terang daripada sinar matahari. Maka penduduk surga terheran-heran, bukankah di surga tidak ada matahari. Lalu mereka bertanya, “Sinar apakah itu..?” Maka mereka diberitahukan, bahwa itu adalah sinar yang berasal dari sepasang suami istri. Mereka sedang asyik berbincang-bincang dan ketika itu suaminya tersenyum sehingga kelihatanlah giginya. Maka sinar itu berasal dari giginya tersebut.

Di dalam surga, sepasang suami istri akan saling bersuap-suapan, suami menyuapi istrinya dan istrinya menyuapi suaminya. Dan rasa yang mereka makan tergantung dari apa yang mereka bayangkan. Kalau mereka membayangkan buah-buahan, maka rasanya adalah buah-buahan pula. Bahkan kalau mereka membayangkan rasa sate, maka rasa sate pulalah yang mereka rasakan.

Dan hal ini akan terjadi apabila suami mengajak juga istrinya untuk taat kepada Allah dan menda’wahkan agama. Apabila sang suami hanya shaleh sendirian, ketika da’wh tidak melibatkan istrinya, maka jangan harap istrinya akan menemaninya di dalam surga. Apabila sang istri menjadi partner sang suami dalam berda’wah, maka insyaAllah mereka akan bersama-sama di dalam surga.
Apakah para kaum lelaki ingin masuk surga sendirian atau bersama-sama istrinya…?
Maka libatkanlah para istri kita dalam berda’wah dengan membuat amalan-amalan agama di dalam rumah kita. Sehingga rumah kita menjadi asbab hidayah untuk seluruh alam

oleh Arif Budiman Al Dumayyi