Demi Masa

September 8, 2009 2 komentar

Demi Masa. Sesungguhya setiap manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. (Qs. Al Ashr. 1-3)

Sungguh sudah menjadi kebiasaan yang mulia para sahabat Rasulullah SAW, mereka menghiasi majelis-majelis mereka dengan membaca surat Al Ashr. Karena surat ini begitu penting untuk dipelajari, direnungi, dipahami dan diamalkan untuk keselamatan manusia dunia dan akhirat. Sungguh surat ini begitu penting sehingga imam Syafi’i rah. mengatakan seandainya satu orang itu paham satu surat ini saja maka sudah cukup untuk menjadi asbab kebahagiaan dunia dan akhirat.

Surat yang mulia ini dimulai dengan “Demi Masa“. Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk merenungi memikirkan makhluk Allah yang namanya “masa”. Masa yang lalu, masa yang sekarang, dan masa yang akan datang. Kalau kita merenungi masa yang lalu, maka kita pasti membuat kesimpulan bahwa kita ini dulunya tidak ada, beberapa tahun yang lalu kita tidak ada, kemudian diadakan oleh Allah SWT, diciptakan oleh Allah SWT kemudian dihantar oleh Allah SWT ke muka bumi ini. Kita datang ke dunia ini bukanlah atas program kita, bukan pula program orang tua kita, kakek-kakek nenek-nenek kita. Kita datang ke dunia ini atas program Allah SWT, atas kehendak Allah SWT bukan atas kehendak kita. Maka kita perlu merenungi untuk apa Allah SWT mendatangkan kita ke dunia ini.

Hari ini semua manusia sibuk berpikir apa mau saya, apa mau saya, apa mau saya ?, apa mau keluarga saya ?, apa maunya masyarakat saya ?, apa maunya pemerintah saya ?, apa maunya ini ?, apa maunya itu ? sampai sedikit sekali manusia yang berpikir apa maunya pencipta saya ? apa maunya Allah SWT sehingga menghantar kita ke dunia ini.

Seluruh para Nabi dan Rasul telah dikirim oleh Allah SWT untuk memberitahu kepada manusia ini bahwa manusia dikirim ke dunia ini untuk diuji oleh Allah SWT. Siapakah orang-orang yang betul-betul beriman kepada Allah dan taat kepada Allah, melaksanakan agama Allah SWT dan siapa yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mengamalkan agama Allah SWT.

Cerita seorang manusia ini tidak akan ada habisnya sebelum sebagian manusia masuk surga, sebagian manusia masuk neraka. Apapun yang terjadi jangan sampai kita punya kepahaman sudah selesai sudah sukses. Kalaupun kita menjadi orang yang paling kaya, paling sehat, paling berkuasa di dunia ini, itu belum selesai ceritanya, belum sukses. Kesuksesan yang sebenarnya apabila kita masuk ke dalam surganya Allah SWT. Barang siapa dijauhkan dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka itu adalah kesuksesan, sedangkan kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang menipu belaka.

Mengingati masa yang lalu,maka mengingatkan masa yang akan datang. Hasilnya, kita memahami sekarang ini bahwa kita ini dalam suatu perjalanan, kalau kita mengamalkan agama Allah SWT maka perjalanan hidup kita ini betul-betul perjalanan hidup yang sangat indah, perjalanan menuju surga Allah SWT. Apapun keadaan kita, apakah kita orang kaya maupun miskin, orang sehat maupun sakit asalkan kita ini dalam perjalanan menuju ke surga maka ini adalah perjalanan yang sangat indah. Apapun keadaan kita tetapi kalau perjalanan menuju neraka Allah SWT maka ini adalah perjalanan yang sangat mengerikan.

Mengingati masa yang lalu mengingatkan dosa-dosa kita yang telah lalu, kemudian kita merenung apakah Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa kita yang lalu. Mengingati masa yang akan datang apakah kita akan di adzab oleh Allah SWT, dimurkai oleh Allah SWT karena dosa-dosa kita. Maka timbul penyesalan, timbul taubat, taubat yang sebenar-benarnya.

Mengingati masa yang lalu, mengingatkan kebaikan-kebaikan kita yang telah kita buat. Tetapi kalau kita teliti kebaikan-kebaikan kita ini pun bercampur aduk dengan keburukan-keburukan pula sehingga timbul kekhawatiran apakah kebaikan-kebaikan kita ini akan diterima oleh Allah SWT, maka timbul harapan dan takut kepada Allah SWT, memohon kepada Allah SWT supaya kebaikan-kebaikan kita diterima oleh Allah dan keburukan-keburukan kita diampuni oleh Allah SWT.

Kemudian Allah berfirman “sesungguhnya manusia ini berada dalam kerugian“. Siapa saja dalam kerugian, orang miskin maupun orang kaya, pejabat maupun rakyat , orang sehat maupun orang sakit, semua dalam kerugian. Karena mereka semua akan kehilangan. Orang sehat pasti akan kehilangan kesehatannya, orang kaya sebentar lagi pasti akan meninggalkan kekayaannya, seorang raja pasti akan meninggalkan kerajaannya.

Dunia ini bukan satu ukuran kesuksesan, semua akan kita tinggalkan. Maka seluruh manusia dalam kerugian, “kecuali orang-orang yang beriman”, apakah manusia beriman tidak akan kehilangan kekayaannya ?, apakah orang yang beriman tidak akan kehilangan jabatannya ? meraka akan kehilangan semuanya juga. Tetapi akan diganti oleh Allah SWT dengan kekayaan yang tidak ada batasnya, kekayaan di surga Allah SWT. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, maka kalau memberikan pahala juga Maha Besar. Sekecil-kecilnya pahala di surga seperti dunia dengan segala isinya di kali 10 kali lipat. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, oleh karena itu adzab Allah juga Maha Besar kalau dikumpulkan seluruh kesusahan yang di dunia ini, tidak ada artinya dibandingkan dengan satu kesusahan yang akan diderita oleh orang yang tidak beriman di neraka Allah SWT. Semua orang akan rugi kecuali orang-orang yang beriman. Tetapi orang beriman ini pun akan rugi juga kecuali kalau dia merubah sikap hidupnya, merubah gaya hidupnya, merubah tertib hidupnya, “dengan amal-amal yang sholih”.

Amal-amal yang sholih itu maksudnya bagaimana ? yaitu amal yang sesuai dengan keimanan kita. Sholih dalam bahasa arab maknanya adalah “yang sesuai“. Kalau orang itu beriman kepada Allah SWT, maka kehidupannya disesuaikan dengan imannya kepada Allah SWT. Sehingga dimana saja senantiasa dia mengingati Allah, tunduk kepada Allah, takut kepada Allah, mengagungkan Allah SWT. Tidak ada yang diminta selain Allah, tidak ada yang diagung-agungkan selain Allah, tidak ada yang disembah selain Allah SWT. Berdiri mengingat Allah, duduk mengingat Allah , berbaring pun ingat kepada Allah SWT. Kalau dia di pasar sebagai pedagang juga tetap ingat kepada Allah karena saya juga tetap hamba Allah walaupun di pasar. Kalau di kantor pun juga tetap ingat kepada Allah karena di kantor pun kita tetap hamba Allah, walaupun jadi raja pun kita statusnya tidak akan berubah tetap menjadi hamba Allah. Mulai dari ujung kuku, sampai ujung rambut adalah ciptaan Allah SWT, hamba Allah SWT 100%. Maka walaupun jadi apapun tetap taat kepada Allah, ingat kepada Allah, tunduk kepada Allah, mencintai Allah SWT, mengagungkan Allah SWT.

Iman kepada yang mulia nabi Muhammad SAW, merubah sikap kehidupan kita, sehingga siang dan malam yang kita pikirkan adalah bagaimana mengikuti jejak beliau yang mulia dalam seluruh seluk beluk kehidupannya. Baginda Nabi adalah utusan Allah, beliau adalah sayyidul anbiya wal mursaliin, pimpinan dari seluruh Nabi, seluruh Rasul. Tidak ada kesuksesan, tidak ada kejayaan selain mengikuti beliau saja. Baginda Nabi Muhammad kata para ulama adalah seperti orang yang “melek(melihat)”, sedangkan seluruh umat ini adalah seperti orang-orang yang buta. Buta, umat ini buta tidak tahu bagaimana keadaan surga, bagaimana keadaan neraka, bagaimana keadaan kubur, bagaimana keadaan masa-masa yang akan datang, semua manusia adalah buta yang tahu hanya para Nabi, yang terakhir adalah yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Maka kalau kita ingin selamat yang sebenar-benarnya, selamat yang abadi hanya ada dalam satu jalan yaitu mengikuti beliau Nabi Muhammad SAW. Kehidupan diri kita, kita sesuaikan dengan kehidupan beliau.

Berbicara mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW sangatlah panjang. Beribu-ribu kitab, berpuluh-puluh ribu kitab telah ditulis oleh para ulama mengenai kehidupan yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Tetapi kehidupan Nabi Muhammad SAW ini diringkas dalam satu kalimat saja yaitu beliau diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rahmatan lil alamin, menyayangi umat seluruh alam. Bagaimana beliau menyayangi umat ini ? ini pun ceritanya sangat panjang sekali. Tetapi beliau memulai menyayangi umat ini dengan mengajak umat ini kepada Allah SWT, mengenalkan umat ini kepada Allah SWT yaitu dengan da’wah ilallaah. Beliau menyayangi umat dengan da’wah kepada Allah, inilah sayang yang sebenarnya. Kalau kita berkhidmat kepada umat siang dan malam, seluruh pengorbanan kita buat untuk umat ini, tetapi kita tidak ajak mereka ke jalan Allah, tidak kita ajak mereka menuju surga Allah maka tetap saja kita ini adalah orang-orang yang kejam. Karena kita membiarkan umat ini berbondong-bondong menuju malapetaka yang kekal abadi yang selama-lamanya yaitu neraka Allah SWT. Orang itu bisa dikatakan sayang kepada seseorang kalau dia mengajak orang itu menuju Allah, mengajak orang itu menuju surga Allah, mengajak orang itu menuju ridho Allah, barulah ini namanya sayang yang sebenarnya. Barangsiapa yang sayang kepada umat maka akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Iman kepada Alqur’an menjadikan kita senantiasa mementingkan ilmu-ilmu agama. Ilmu dari Allah SWT yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul. Hari ini umat siang dan malam belajar ilmu yang bersumber dari otak manusia sampai lupa mempelajari ilmu yang dari Allah, Pencipta seluruh otak manusia. Dihabiskan umurnya siang dan malam untuk mempelajari ilmu mengenai dunia yang hanya 60-70 tahun ini. Tetapi lupa mengenai ilmu akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.

Iman kepada malaikat menjadikan kita ada keinginan dan gairah untuk hidup yang suci. Karena diri kita senantiasa berkumpul dengan makhluk-makhluk suci, yang senantiasa taat kepada Allah SWT. Kanan kiri kita, depan belakang kita dipenuhi dengan para malaikat yang memiliki tugas masing-masing.

Kemudian iman kepada negeri akhirat menjadikan pikir kita berubah, cita-cita kita adalah kemuliaan akhirat. Harta kita yang sebenarnya adalah harta yang ada di akhirat, pangkat kita yang sebenarnya adalah pangkat di akhirat. Pangkat-pangkat yang ada di dunia ini bukanlah pangkat yang sebenarnya, pangkat yang sebentar lagi semua akan hilang. Istri yang sebenarnya adalah istri yang bisa berkumpul di akhirat. Anak kita yang sebenarnya adalah anak yang bisa menjemput kita di surga Allah SWT. Teman-teman kita yang sebenarnya adalah teman yang nanti ada manfaatnya di akhirat. Teman-teman yang hanya untuk dunia sebentar lagi semua akan berpisah. Teman yang mengajak kita kepada akhirat itulah teman yang sebenar-benarnya.

Iman kepada takdir Allah SWT merubah sikap hidup kita sehingga tidak mengungkit-ungkit perkara-perkara yang telah lalu. Senantiasalah kamu minta tolong kepada Allah SWT dan jangan kamu menjadi lemah, tetapi kalau datang perkara-perkara yang menyusahkan kamu janganlah kamu mengatakan “seumpama, seumpama”, tetapi katakanlah apa yang ditakdirkan oleh Allah pasti terjadi juga. Karena kata-kata “seumpama, seumpama” itu membuka pintu setan dalam hati kita.

Inilah maknanya amal sholih, amal yang sesuai dengan keimanan kita.

Setelah iman dan amal sholih, kita masih dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan “saling menasihati dalam kebenaran“, membuat suasana saling mengingatkan menjalankan kebaikan, menjalankan yang haq, membuat suasana da’wah. Suasana mengajak manusia kepada Allah SWT, suasana mengajak manusia untuk menyiapkan dirinya untuk membangun akhiratnya, untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhannya yaitu da’wah. Walaupun orang sudah iman, sudah amal sholih tetapi kalau tidak ada da’wah maka dia ini dalam kerugian juga. Apa ruginya? karena seluruh keburukan-keburukan yang terjadi di dunia ini kalau orang tidak mau da’wah, tidak ada kerisauan, tidak ada keprihatinan, tidak pernah wajahnya memerah karena memikirkan umat maka dia pun dapat bagian dari dosa-dosa yang terjadi di dunia ini. Tapi sebaliknya kalau ada orang ada kerisauan kepada umat, ada pikir atas umat, menyayangi umat, usaha memperbaiki umat, maka justru ketika keburukan-keburukan yang terjadi di seluruh dunia ini, ketika tambah keburukan dia tambah sedih, tambah menangis, tambah usaha untuk perbaikan maka dia terus mendapatkan tambah banyak lagi pahala, tambah banyak lagi derajat di sisi Allah SWT.

Setelah iman, amal sholih dan da’wah, manusia dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan yang terakhir, yaitu “saling menasihati dalam kesabaran“, membuat suasana saling pesan untuk tabah, untuk sabar. Hal ini dilengkapi dengan ayat lain yaitu saling menasihati untuk bersabar dan saling menasihati untuk saling menyayangi satu sama lain.

Perkara iman, amal sholih, da’wah dan sabar. Inilah ciri khas kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah, kehidupan yang dicintai oleh Allah, yang diridhoi oleh Allah. Kehidupan inilah yang kita minta setiap kita sholat. Kita mohon kepada Allah SWT supaya kehidupan kita dituntun oleh Allah SWT sehingga kehidupan kita mengikuti kehidupan orang-orang yang diridhoi oleh Allah, dicintai oleh Allah , kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah SWT. Para Nabi dan Rasul itu keadaan dzohirnya bermacam-macam keadaan tetapi semuanya mereka ada iman , amal sholih, da’wah dan sabar. Ada Nabi yang dia ini seorang petani yaitu Nabi Adam as, tapi bukan petani biasa, petani yang senantiasa memikirkan agama, taat kepada Allah SWT, dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang raja yaitu Nabi Sulaiman as, tapi bukan raja biasa, raja yang pikirnya siang dan malam mengamalkan agama Allah dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang tentara yaitu Nabi Daud as, tentaranya raja Qoluth ra. Tetapi bukan tentara yang biasa tetapi tentara yang taat kepada Allah dan mengajak orang kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang peternak yaitu Nabi Ibrahim as, tapi peternak yang taat kepada Allah dan siang malam mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang tidak punya apa-apa, yaitu Nabi Isa as. Tetapi walaupun tidak punya apa-apa di dunia ini, tetap siang dan malam taat kepada Allah SWT dan mengajak manusia kepada Allah SWT.

Maka bagaimana nanti ketika kita sholat kalau kita sudah berdoa “ihdinash shiroothol mustaqiim, shirootholladziina an’amta ‘alayhim…”, kita bayangkan mohon kepada Allah , yaa Allah ubahlah kehidupan kami, arah pikir kami, tertib hidup kami sehingga mengikuti jejak jalan baginda Nabi Muhammad SAW. Baginda Nabi Muhammad adalah sayyidul anbiya, maka beliau memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Nabi-nabi yang lain. Dan umatnya juga memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Diantaranya adalah baginda Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh alam, memikirkan umat seluruh alam, maka umatnya pun diperintahkan oleh beliau untuk mengikuti jejak beliau memikirkan umat di seluruh alam juga.

Maka bagaimana kita berpikir sama-sama, bagaimana kehidupan kita, kehidupan keluarga kita, tetangga-tetangga kita, teman-teman kita dan umat seluruh alam semuanya kembali kepada kehidupan yang diridhoi oleh Allah, kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan taat kepada Allah dan kehidupan mengajak manusia kepada Allah. Dan apa hasilnya ?, di dunia akan diberkahi oleh Allah, kehidupan kita akan diperbaiki oleh Allah.

Kehidupan umat islam saat ini, asbab materi begitu banyak. Tetapi tambah hari tambah mengeluh, tambah banyak kesusahan, tambah banyak masalah yang dihadapi oleh umat islam dari segala arah. Bukan karena asbab-asbab materi yang kurang tapi keberkahan yang kurang dalam kehidupan umat islam. Karena apa ?, karena agama tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh, apabila agama diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka Allah SWT akan beri keberkahan dalam kehidupan kita di dunia ini, memudahkan kehidupan kita di dunia ini, dan begitu juga sebentar lagi kita akan mendapat panggilan untuk menghadap Allah SWT, untuk berteman dengan para Nabi dan Rasul, para shiddiqin, para sholihin dan para syuhada. Sebentar lagi, entah itu besok atau lusa, entah pagi atau sore hari kita akan mendapat panggilan dari Allah untuk berjumpa dengan Allah, berteman dengan baginda Nabi Muhammad SAW, berteman dengan para Nabi, berteman dengan para sahabat, berteman dengan wali-wali Allah dalam kehidupan yang memuaskan yang kekal abadi selama-lamanya, bahagia abadi selama-lamanya itulah cita-cita orang beriman.

(diambil dari khutbah jum’at ustadz Uzairon dalam ijtima serpong 2008)
Insya Allah hadirkan niat dalam diri kita.
Baca selanjutnya…

Kategori:MUDZAKAROH

Menangis Pelajaran Penting Dalam Islam

Agustus 30, 2009 7 komentar

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda,” Ada tujuh golongan manusia yang akan dilindungi oleh Allah di bawah rahmat-Nya pada hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah, yaitu :
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang menggunakan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah
3. Laki-laki yang hatinya selalu terpaut kepada masjid
4. Dua orang laki-laki yang salinh mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah karena Allah
5. Laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan dan jelita, ia berkata,;Aku takut kepada Allah’
6. Lelaki yang memberi sedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
7. Lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan bersunyi diri sehingga berlinangan air matanya
(Hr. Bukhari dan Muslim)

Entah mengapa saya teringat kembali dengan perkataan salah satu penanggung jawab pelajar di Bandung beliau adalah Dosen di ITB namanya pak Iqbal. Nasehat ini beliau berikan ketika selesai pembacaan hayatus sahabat di malam Markaze Bandung yang sudah lama berlalu.

Beliau katakan bahwa Menangis merupakan salah satu pelajaran terpenting dalam islam, maka bagi diri kita semua luangkan waktu untuk menangis, kalau belum bisa belajar mulai dari sekarang, kalau belum bisa juga maka pura-puralah menangis.

Itulah nasehat yang ringkas namun sangat berkesan dalam hati saya, tetapi karena kesibukan dunia saya sering kali melupakannya. Ya benar karena kebodohan dan kerasnya hati saya sehingga saat ini untuk menangis saja susah. Padahal para nabi dan rasul dengan sahabat-sahabat mereka terdahulu merupakan manusia yang selalu menjadikan tangisan sebagai perhiasan dalam sholat-sholat mereka, do’a-do’a mereka dan dzikir-dzikir mereka.

Kalau perkara menangis sendiri banyak sekali faktor yang menyebabkannya. Ada yang kena PHK terus menangis , ada yang kena gusur terus menangis, ada yang hilang jabatan terus menangis, ada yang hilang harta terus menangis, ada yang tertipu terus menangis, ada yang terluka terus menangis, ada yang kehilangan nyawa terus menangis, ada juga yang terharu terus menangis , ada juga yang dapat harta benda terus menangis, dan lain sebagai. Singkatnya banyak hal yang menyebabkan seorang manusia bisa menangis apakah dia orang muslim atau orang kafir.

Namun diriwayatkan dalam sebuah hadits,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah, dia tidak akan masuk neraka jahannam sebagaimana air susu tidak mungkin masuk kembali ke dalam puting susunya.”

Dalam hadits yang lain disebutkan,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah sehingga berlinangan air matanya dan air matanya membasahi tanah maka dia tidak akan diadzab pada hari kiamat.”

Sebuah mahfum hadits mengatakan bahwa api neraka jahannam diharaman kepada dua jenis mata :
1. Mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan
2. Mata yang berjaga pada malam hari untuk memelihara islam dan umatnya dari serangan orang-orang kafir.

Hadits lain juga menyebutkan bahwa api neraka jahannam diharamkan kepada mata yang pernah menangis karena takut kepada Allah, kepada mata yang berjaga pada malam hari di jalan Allah, mata yang tidak memandang sesuatu yang haram, dan kepada mata yang gugur di jalan Allah.

Maka bagi seorang muslim hendaknya sering menangis karena takut kepada Allah. Dibalik tangisan karena takut kepada Allah tersimpan berjuta hasanah kebaikan yang Allah sediakan kepada orang yang mengamalkannya. Allah SWT akan berikan rahmat-Nya, hati akan menjadi lembut dan muncul kasih sayang kepada umat. Sebaliknya orang yang tidak pernah menangis karena takut kepada Allah dihawatirkan hatinya keras dan Allah menjauhkan rahmat-Nya darinya. Dari Jarir r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barang siapa tidak diberi sifat lembut, berarti ia tidak diberi kebaikan.”(Hr. Muslim). Sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar yang terkenal dengan “galak atau keras” dalam sholatnya pun sering sekali menangis bahkan ketika menjadi imam sholat pun menangis sehingga terdengar hingga ke belakang makmumnya, hal ini tentu saja karena rasa takut kepada Allah.

Begitu banyak kisah para nabi dan wali Allah apabila diceritakan tentang bagaimana mereka selalu menangis dalam kehidupan mereka hal ini seolah-olah tak bisa dipisahkan syarat untuk menjadi wali Allah adalah mudah dan sering menangis karena takut kepada Allah.

Dan tak bisa dipungkiri bagaimana kekasih Allah SWT, yaitu Rasulullah Muhammad SAW melewati malamnya dengan tangisan-tangisan sehingga dalam dada beliau seperti terdengar suara air yang bergolak karena mendidih. Bukan hanya takut kepada Allah, tetapi sekaligus mensyukuri nikmat yang Allah berikan, membaca dan merenungi atau memikirkan ayat-ayat Allah dan yang tak kalah penting adalah merisaukan umatnya. Sebagaimana diterangkan oleh ayat Alqur’an ” Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin ” (Q.S At-Taubah: 128). Bahkan ketika orang yahudi meninggal tanpa kalimat iman, Rasulullah pun meneteskan air matanya membayangkan bagaimana nanti orang yahudi tersebut akan disiksa di neraka Jahannam yang selama-lamanya. Begitu juga ketika beliau berda’wah ke tha’if dengan jalan kaki dengan penuh harapan dan semangat bahwa penduduk tha’if akan menerima islam, namun sesampai di tha’if Rasulullah SAW menerima perlakuan yang sangat kasar dan kejam, tidak hanya ditolak ajakan beliau sekaligus diejek, dihina dan diusir, tapi juga dilempari batu-batuan sehingga menyebabkan darah keluar dari tubuh beliau yang mulia, hingga menetes deras ke sandal beliau. Namun beliau berdo’a kepada Allah takut-takut Allah murka dengan keadaan beliau, tetapi Allah Maha Mengetahui maka Allah kirim malakat jibril beserta dua malaikat penjaga gunung yang diperintahkan oleh Allah untuk menaati perintah Rasulullah. Bahkan malaikat itu pun menawarkan kalau mau gunung di sekitar tha’if akan dihimpitkan diantara mereka atau tanah mereka diangkat dan dibalikkan ke muka bumi. Namun Rasulullah yang berhati lembut dan kasih sayang yang paham dengan perkara akhirat tentang surga dan neraka hanya berdo’a apabila mereka tidak mau memeluk islam semoga keturunan mereka mau memeluk islam.

Alim ulama telah jelaskan kenapa diri kita susah menangis diantaranya adalah tertutupnya hati kita dari hidayah Allah SWT dengan kesalahan kita sendiri. Banyak dari kita tidak bisa menjaga pandangan mata kita, banyak pula yang mencaci maki saudara, mengghibahnya bahkan memfitnahnya, makanan yang masuk ke dalam perut pun tidak tahu apakah ini benar-benar dari sumber yang halal. Kesombongan dari diri kita sendiri yang merasa sudah suci dan alim, bahkan mengatakan mereka yang banyak menangis kan memang banyak dosanya (na’udzu billah). Sehingga terlalu banyak noda hitam dalam hati kita yang sudah berkarat sehingga susah dibersihkan yang menyebabkan hati kita menjadi sekeras baja. Maka bagaimana kita hindarkan perbuatan kita dari yang demikian mari kita jaga pandangan kita, jaga lidah kita, jaga perut kita dan pikir kita, walaupun kita memang tak pernah berbuat dosa dan maksiat tetapi kita harus merasa banyak kekurangan dan dosa dalam diri kita sehingga Allah berikan sifat kelembutan dalam diri kita.

Salah satu cara yang paling berkesan agar kita menangis adalah bagaimana meniru perjuangan Rasulullah SAW, yaitu mengajak manusia ke jalan Allah dengan harta diri dan waktu kita dengan sungguh-sungguh, hingga hati ini merasa remuk ketika jumpa dengan manusia, dicaci, dihina, difitnah , dicurigai dan ditentang, sehingga malam hari kita adukan kepada Allah SWT dengan tetesan air mata dan do’a kita supaya Allah turunkan hidayah kepada orang yang menghina, mencaci, memfitnah, mencurigai dan menentang.

Ada cerita yang menarik dari seorang yang telah lama dalam usaha da’wah di Bandung yaitu abah Oto , ketika itu beliau sedang belajar da’wah selama 4 Bulan ke India , Pakistan dan Bangladesh. Ketika di Bangladesh beliau jumpa seorang penjual bumbu keliling (kalau di indonesia seperti bapak tukang sayur keliling) sedang niat untuk pergi keluar di jalan Allah ke negeri jauh maka penjual bumbu itu serahkan paspornya. Abah Oto pun terkesan dengan keadaannya yang sederhana dengan mata pencaharian yang tidak seberapa, bapak ini niat untuk negeri jauh yang membutuhkan biaya yang banyak. Abah Oto menjadi kaget dan seolah tak percaya ketika dibuka paspornya ternyata sudah 40 negara dia kunjungi untuk keluar di jalan Allah. Abah Oto ini tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bagaimana mungkin seorang yang hanya tukang jual bumbu bisa seperti ini. Abah Oto dengan rasa tak percaya menanyakan apa sebenarnya pekerjaannya, tukang bumbu itu pun jawab ya ini pekerjaan saya jualan bumbu. Abah Oto masih belum percaya dan terus menerus menanyakan pekerjaannya, tetapi tukang bumbu masih menjawab dengan jawaban yang sama. Akhirnya karena mungkin agak kesal dengan Abah Oto yang terus menanyakan pekerjaannya maka tukang bumbu itu pun berkata ,” wahai bapak memang saya ini tukang bumbu, tapi Allah bukan tukang bumbu, cukup bangun jam 2 pagi, 2 rakaat shalat dan tetes air mata dari 2 mata.” Dengan jawaban itu Abah Oto mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sekali. Benar tidak ?

Maka kita niatkan lagi dan lagi belajar menangis dihadapan Allah SWT supaya Allah pilih diri kita dalam usaha da’wah Rasulullah dan Allah kirim kita, hantar kita ke seluruh alam dengan cara buat pengorbanan sebesar-besarnya hingga kita habis untuk agama Allah minimal luangkan waktu 4 bulan di jalan Allah. Insya Allah.

Kategori:TARGHIB

Saya Petugas PLN “=” Saya Petugas Allah

Agustus 28, 2009 1 komentar

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda , “Sesungguhnya kalian berada pada zaman, yang jika diantara kalian meninggalkan sepersepuluh dari yang diperintah Allah, niscaya kalian binasa. Kemudian akan datang suatu zaman, siapa diantara mereka yang mengamalkan sepersepuluh dari apa yang diperintahkan, niscaya akan selamat.” (Tirmidzi – Misykatul Mashobih, hal 64).

Ini merupakan sedikit mudzakaroh dengan Amir jama’ah gerak dari Papua tentang amalan maqomi yaitu 2,5 jam silahturahmi setiap hari.

Amir katakan kenapa banyak pekerja da’wah yang malas atau takut untuk buat 2,5 jam silahturahmi, apalagi kalau yang akan didatangi adalah preman kampung, seorang pejabat, orang kaya, seorang ustadz, tokoh masyarakat, atau bahkan presiden ?. Maka karena kita belum bisa merasa seperti petugas PLN, lho kok ?

Amir bilang, “Coba lihat petugas PLN, dengan senang hati dia akan memasuki semua rumah yang menjadi tugasnya, tidak pandang bulu apakah itu rumah orang miskin atau orang kaya, rumah pejabat atau rakyat, rumah preman atau rumah ustadz, rumah presiden atau rumah umum, semua pasti didatangi untuk mengerjakan tugasnya yaitu mencatat meteran listrik. Dia tidak akan malu-malu karena merasa kalau instansi perusahaan PLN yang mengutusnya.”

Begitu juga seharusnya para pekerja da’wah kita harus merasa bahwa diri kita adalah petugasnya Allah SWT, setelah nabi Muhammad SAW wafat tidak akan ada nabi lagi maka tugas ini telah dibebankan kepada diri kita semua sebagai umat Rasulullah SAW. Tugas kita lebih penting dan lebih mulia daripada petugas PLN yang hanya mencatat meteran listrik (mohon maaf kepada petugas PLN jangan tersinggung ya) yaitu membawa perkara yang haq yaitu Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullaah. Kita juga tidak perlu malu-malu mendatangi rumah pejabat atau orang kaya , karena diri kita ini dihantar oleh Allah SWT untuk seluruh manusia. Dan perlu diingat kekuatan yang mengutus atau menghantar akan bersama dengan orang yang diutus atau dihantar.

Begitulah sedikit yang bisa saya sampaikan. semoga Allah mudahkan kita untuk istiqomahkan buat  2,5 jam silahturahmi setiap hari, serta menambah pengorbanan menjadi 8 jam setiap hari. Amiin

Kategori:MUDZAKAROH

Sekilas untuk Afrika Selatan

Agustus 27, 2009 1 komentar

Alhamdulillah awal Ramadhan Masjid di kampung saya kedatangan tamu Allah dari Papua dan santri dari Magelang selama 3 hari, tepatnya 4 orang dari Papua dan 7 santri Magelang, hari kedua ada satu orang mahasiswa POLTEK Telkom ikut gabung. Amirnya merupakan orang Sulawesi yang merantau di Papua.

Sedikit laporan dari Amir bahwa beliau pernah keluar ke negeri jauh tepatnya ke Afrika Selatan. Jumlah penduduk muslim waktu itu (ketika Amir sedang khuruj, nggak nyebutin tahunnya) sekitar 2 juta dari semua total penduduk Afrika Selatan. Tapi di sana hidup amalan agama, bahkan shalat subuh bisa mengalahkan shalat jum’at (karena waktu shalat jum’at, banyak yang shalat di sekitar tempat kerjanya, sedangkan subuh semua laki-laki ada di tempat tinggalnya).

Ketika Amir baru di jemput dari bandara dan dihantar ke Markas, setelah tiba di markas Amir tanya ” lho mana masjidnya ?”, kata orang tempatan, ” ya ini di depanmu.”, jawab Amir , ” lho ini kan gereja(ternyata benar gedungnya mirip gereja tapi lambang cross-nya sudah nggak ada).”, orang tempatan bilang, ” sekarang sudah kami beli dan jadi Masjid”. Amir pun melihat sendiri bagaimana di tempat-tempat umum seperti pasar, sekolah, mal, taman kota, dsb, terlihat jelas perbedaan siapa yang muslim dan non muslim, karena orang muslim mengamalkan sunnah berpakaian seperti Rasulullah SAW,  bahkan wanitanya menutup aurat juga bercadar. Amir juga sempat mendatangi Makassar City yang merupakan perjuangan oleh ulama Syaikh Yusuf dari Makassar.

Dan Amir bilang, Afrika Selatan sudah mulai mengirim jamaah negeri jauh ke seluruh negara setiap tahunnya, jadi minimal lebih dari 200 jamaah yang dihantar ke negeri jauh ke seluruh dunia.

Begitulah apabila usaha agama dijalankan maka Allah berikan kekuatan untuk amalkan agama walaupun di negeri kafir, tapi sebaliknya apabila usaha agama ditinggalkan maka akan terasa berat mengamalkan agama walaupun di negeri muslim.

INSYA ALLAH NIAT PERGI KE SELURUH ALAM

Kategori:LAPORAN DA'WAH

Laporan jamaah arab 40 hari 1 mei 2009

Mei 2, 2009 6 komentar

اسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

alhamdulillah, 1 jama’ah dari Jeddah dan Makkah sedang bergerak di Bandung selama 2 pekan. Kemarin Amir nya memberikan bayan di malam markaz. Amirnya bekerja di Saudi Airlines, tapi juga seorang Hafidz 30 juz dan ‘alim. Total jama’ah ada 5 orang.
Alhamdulillah, kerja da’wah di Saudi berkembang pesat walaupun kerja mereka masih tidak terang-terangan seperti di Indonesia terkait dengan pemerintahan disana. Mereka masih dapat mengeluarkan jama’ah 4 bulan dan 40 hari dengan lancar. Jama’ah ini sendiri bergerak 40 hari di Indonesia.
Para ‘ulama disana alhamdulillah senang dengan usaha da’wah. Begitu juga para imamnya. Mereka sudah bersilaturahim dengan Imam As Sudais, Ash Shuraim dan lainnya, dan mereka senang dengan usaha ini. Adik dari pengarang buku Laa Tahzan juga aktif dalam usaha da’wah ini. Sedangkan abangnya (sang pengarang) sudah ada keniatan untuk keluar beberapa hari, tapi belum menjumpai waktu yang pas. InsyaAllah do’akan saja…

Beberapa karguzari dari jama’ah ini [di tarjimkan oleh ust. Husni Cianjur]:

Satu jama’ah dari Mesir dikirim ke daerah pedalaman Sudan. Daerah tersbut hanya bisa ditempuh dengan mengendarai onta. Mereka berjalan hingga memasuki daerah pedalaman tersebut. Dan masyaAllah dan Na’udzubillah, sesampainya di sana, mereka menjumpai beberapa wanita Germany yang telah lama tinggal disana dan bekerja sebagai misionaris. Ajib, wanita-wanita Germany ini sudah tinggal disana sejak lama dan berhasil mengKristenkan hampir seluruh penduduk di daerah tersebut.
Akhirnya jama’ah bergerak di daerah tersebut selama 40 hari. Dan alhamdulillah, mereka berhasil mengislamkan kembali para muslim yang telah murtad tersebut. Gereja yang telah mereka dirikan, berubah jadi Masjid. Sekolah yang di bangun misionaris juga berubah jadi madrasah.
Beberapa pemuda asli diajak oleh jama’ah untuk belajar ke Mesir. Subhanallah, inilah asbab dari kehidupan mereka yang sederhana dan jauh dari kehidupan kota. Kehidupan mereka [yang tinggal di daerah pedalaman Sudan tsb] sangat jauh dari teknologi. Tak ada TV, radio dan sejenisnya. Jual beli masih menggunakan sistem barter dan tak ada mata uang. Para pemuda Sudan tsb memiliki kecepatan hafal yang sangat tinggi. Ketika guru mereka membaca 1 hadits, maka mereka langsung dapat menghafal hadits tersebut. Akhirnya selama lebih kurang 4 bulan mereka telah dapat menghafal banyak hadits. AKhirnya mereka pulang menjadi ulama’ di kampung mereka, Sudan pedalaman tsb.

Salah seorang dari mereka telah berda’wah ke Italy. Ketika itu sedang ada jaula/silaturahim berjama’ah. Pada saat yang lain, seorang dedengkot mafia sedang dikejar-kejar oleh polisi dengan mengendarai mobil. Mafia tersebut lalu melompat dari mobilnya dan menyelinap masuk ke dalam rombongan jaula tersebut. Anehnya, para polisi tersebut tidak menemukan si mafia ini. Maka mafia ini mengikuti jama’ah sampai ke masjid dan duduk dalam majlis. Ketika itu juga dia masuk islam dan bersyahadat dan mengikuti jama’ah tersebut keluar selama 40 hari. Setelah keluar 40 hari, ia langsung berangkat 4 bulan India Pakistan dan Bangladesh.
MasyaAllah, setelah ia pulang dari 4 bulan IPB, ia menjumpai anak buahnya dan mengajak mereka untuk masuk islam. Akhirnya, sekitar 1200an anak buahnya memeluk islam. Dan mereka mendirikan lebih kurang 15 masjid di seluruh Italy.

—————————————————————————

Smoga Allah azza wa jalla menjadikan kita asbab hidayah untuk umat seluruh alam. Menyebarkan rezeki kita ke seluruh alam dan menjemputnya dengan keluar fii sabilillah. Smoga Allah azza wa jalla menerima seluruh pengorbanan kita dan memperbaiki iman dan amal kita. Aamiin…

سبحانك اللهمّ وبحمدك اشهدأن لاإله إلا انت استغفرك واتوب إليك

bayan Jeddah& Makkah:

http://www.esnips.com/nsdoc/1cbc0ab2-5ba9-4f77-9390-aa2dc6dd0f36/?action=forceDL

for Folder:

http://www.esnips.com/web/BAYANMALAMMARKAZ

oleh Arif Budiman

Kategori:LAPORAN DA'WAH

Point – Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi

Februari 13, 2009 3 komentar

Point – Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi
29/01 s/d 01/02 2009

1.Maulana Syamim

Amalan haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Alloh. Jika niat berhaji tak betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang dilemparkan. Begitupun ijtima, jika datang dengan niat baik, maka satu ijtima cukup membuat cinta kepada Alloh SWT. Satu ijtima yang betul cukup bagi Alloh SWT untuk membuat keputusan memberi hidayah untuk seluruh alam.
Ijitima bukan untuk menghimpun manusia sebanyak-banyaknya, tapi untuk mengumpulkan dua usaha, sebelum ijtima (ruh ijtima), setelah ijtima (perhiasan ijtima).

Usaha sebelum ijtima adalah menjumpai setiap orang islam agar hatinya berpaling kepada Alloh SWT sehingga ada kemanisan untuk ta’at. Dikarenakan adanya pengorbanan orang-orang sebelum ijtima, maka yang hadir di ijtima mendapat hidayah, dan hidayah juga akan tersebar ke seluruh alam. Usaha dalam ijtima adalah agar setiap orang terlibat dalam amal ijtimai dan infirodi. Semakin terjaga amalan, maka semakin cepat turunnya hidayah. Hidayah ada 2 tahap : untuk diri sendiri dan asbab hidayah untuk orang lain. Untuk menjadi asbab hidayah maka niatkan untuk bergaul dengan semua orang dari semua negara, kita merasa sebagai satu umat, hilangkan ashobiyah. Ashobiyah ini sangat dibenci Alloh dan menyebabkan tertolaknya amal seseorang.

Untuk menghilangkan ashobiyah : Alloh SWT perintahkan ibadah haji, shalat dan shaum. Dalam haji diperintahkan untuk menyebarkan salam (untuk menghilangkan sifat sombong, merasa sebagai penanggung jawab. Sehingga Nabi SAW selalu mendahului dalam memberi salam, tidak pernah didahului oleh sahabat), bersikap lemah lembut, dan suka memberi makanan (jangan menunggu untuk diikrom, tapi beri ikrom untuk satukan hati).

Di negara-negara anda akan diadakan ijtima dan jika anda bersungguh-sungguh usaha atas ijtima ini, maka ijtima anda akan menjadi asbab hidayah ke seluruh alam. Tanggal ijtima bukan awal ijtima, tapi itu tanggal berakhirnya ijtima. Ijtima bermula sejak tanggal ijtima ditetapkan.

2.Maulana Ihsan

Alloh SWT beri agama dan usaha atas agama, untuk menghindarkan manusia dari tersiksa selama-lamanya di dalam neraka.
Nabi Muhammad SAW dilebihkan dari nabi-nabi terdahulu, hal ini telah tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Wajah Nabi SAW itu lebih terang daripada bulan purnama. Umat Muhammad SAW juga dilebihkan dari umat-umat terdahulu, karena umat ini diberi 2 keistimewaan, yaitu untuk ibadah dan untuk mengambil kerja Nabi. Umur nabi-nabi terdahulu panjang akan tetapi usahanya lokal dan berjangka. Umur Nabi Muhammad SAW pendek, tapi usahanya kekal sampai kiamat, dikarenakan umatnya dilibatkan. Hari pertama kenabian, Muhammad SAW langsung melibatkan orang tua, wanita dan anak-anak/pemuda.

Para sahabat telah memahami akan tanggung jawab ini, dan mereka menggunakan 100% hidup mereka untuk agama. Tapi hari ini kita habis-habisan untuk perkara dunia, sehingga kita menjadi budak orang kafir. Maka kita perlu istighfar dan taubat sebanyak-banyaknya, karena seseorang yang beristighfar dan bertaubat dengan ikhlas, seolah-olah tak berbuat dosa dan kita juga mengajak orang lain juga untuk taubat. Saat kita ajak orang lain, kita perlu bersabar, seperti lautan yang selalu menerima segala sesuatu dan mencucinya menjadi bersih.

3.Maulana Ahmad Lat

Hamba yang paling dicintai Alloh SWT adalah hamba yang paling cinta kepada keluarga-Nya, yaitu seluruh makhluk-Nya. Manusia akan merasakan rugi jika tidak ada iman. Harta dan diri hendaknya senantiasa dipakai untuk usaha iman. Ashabul kahfi pergi keluar rumah untuk selamatkan iman, maka Alloh telah bantu, bentangkan rahmat walau di tempat sempit (gua) tidak diberi makan, tapi dibebaskan dari sifat lapar. Bahkan anjing mereka (yang hanya nusroh mereka) pun dimuliakan. Seharusnya hewan tidak masuk surga, tapi nanti anjing ini akan dimasukkan surga, dan dirubah menjadi manusia.

Apalagi jika kepergian seseorang keluar rumah untuk fisabilillah, tidak hanya untuk selamatkan iman dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan dan menyebarkan iman kepada seluruh manusia, maka anjing yang hanya nusroh saja kepada jamaah akan diberi rahmat, dihilangkan sifat hewani dari dirinya. Bayangkan apa yang diberikan kepada orang yang khuruj itu sendiri.

4.Maulana Ismail

Dalam keletihan dan pengorbanan amal, ada pahala dan ketenangan dari Alloh SWT. Puasa menyebabkan lapar, berhaji menyebabkan letih, tapi mereka diberi ketenangan oleh Alloh SWT. Nampak zahir mereka sengsara, tapi hakekatnya mereka kuat dan sehat di mata Alloh SWT.
Akan tetapi, tanpa da’wah, pertolongan Alloh tidak datang. Semua kesusahan dalam ibadah tidak mendatangkan pertolongan Alloh SWT, walaupun dengan berdo’a dan istighotsah, jika tidak ada da’wah maka pertolongan Alloh SWT tidak akan datang.

Untuk taat kepada Alloh SWT, zahirnya ada kesusahan dan keletihan, tapi hakekatnya Alloh SWT memberi ketenangan. Seperti orang makan sambal, zahirnya kepedasan, keringatan, kepanasan, tapi yang makan mau nambah lagi. Begitu juga ahli dunia melihat ahli da’wah sengsara dalam usaha agama, tapi mereka sendiri senantiasa bersyukur, Alloh SWT beri ketenangan dalam kehidupannya.

5.Maulana Saad

Jika umat jalankan da’wah secara ijtimai, maka agama akan wujud dalam kehidupan umat ini. Jika tidak, umat Islam akan jadi mad’u, objek da’wah, ikut kesana kemari, waktu dan harta akan dipergunakan untuk yang sia-sia. Jika umat terlibat dalam usaha da’wah, maka harta dan waktu akan terpelihara dan akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Da’i tidak akan terkesan dengan keadaan. Abdullah bin Quhafah dida’wahi untuk meninggalkan Islam, dirayu dengan kerajaan, ditakuti dengan kematian, tidak terkesan. Sehingga fardlu a’in bagi setiap umat untuk berda’wah. Jika dipikirkan kalau da’wah itu hukumnya hanya fardu kifayah, maka orang yang tidak berda’wah akan dida’wahi oleh orang lain/ hal-hal lain. Pindahnya agama seseorang itu dimulai jika da’wah ditinggalkan.

Da’wah adalah penyelesain masalah infirodi dan ijtimai. Alloh SWT telah berfirman, “Siapa yang lebih baik perkataanya (yang lebih baik agamanya) dari orang yang menyeru kepada Alloh SWT dan beramal soleh”. Disini diterangkan bahwa agama terbaik hanya terwujud dengan menyatukan da’wah dan ibadah. Ini tidak hanya merupakan pertanyaan, tapi penjelasan dan penegasan bahwa da’wah itulah satu-satunya jalan untuk mendapatkan agama yang baik.

Da’wah menimbulkan isti’dat/kesiapan untuk berbuat baik, seperti membajak sawah agar siap untuk ditanami. Da’wah juga membuat istiqomah bagi yang telah beramal. Harus difahami, bahwa da’wah adalah fardu a’in. Jika da’wah itu fardhu kifayah, maka artinya niat da’wah itu untuk memperbaiki orang lain. Karena amalan fardu kifayah selalu untuk orang lain, seperti sholat jenazah untuk orang lain. Tapi sholat wajib itu untuk diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in. Demikian pula wajibnya da’wah adalah untuk menyelamatkan iman dalam diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in, Maka bermujahadah dalam da’wah adalah untuk manfaat diri sendiri (waman jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih). Jika da’wah bertujuan untuk orang lain, maka dalam berda’wah akan mencari cara-cara lain, seperti pakai Hand Phone, pakai internet, dsb, hal ini tidak bermujahadah.

Da’wah dibuat agar hanya terkesan kepada Alloh SWT. Jika telah bisa menafikkan semuanya dan terkesan hanya kepada Alloh SWT, maka akan dapat pertolongan langsung dari Alloh SWT. Caranya:

a)Buat zikir dan da’wah sebanyak-banyaknya. Buat halakah iman
b)Banyak bercerita tentang nabi-nabi untuk menguatkan iman kaum ini.
c)Banyak cerita tentang nusrotullah dalam perjuangan agama para sahabat untuk memberi semangat umat ini
d)Banyak baca ayat dan hadits tentang ciri-ciri orang yang beriman.

Nusrotullah akan datang dengan sabar dan taqwa (waintashbiruu watattaquu, laa yadurrukum kaiduhum syai’aa). Sabar saja tanpa taqwa, tidak akan turun pertolongan Alloh SWT. Sabar tanpa taqwa seperti sabarnya pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh polisi.
Kita juga harus membawa yakin pada Alloh SWT dalam bermuamalah. Mengenai asbab kebendaan, ada dua hal:

a)Masukkan hukum / perintah Alloh SWT dalam asbab kebendaan.
b)Utamakan amal daripada asbab. Kejayaan ada pada perintah Alloh SWT, bukan pada asbab.

Arahan Para Masyaikh Nizamuddin
Tentang Persiapan Ijtima Indonesia

Sudah sejak lama, sejak 13 tahun lalu (1996) ada ijtima di Indonesia yang dihadiri oleh para masyaikh. Jadi penting kita bersiap-siap. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah niat dan azam yang kuat. Apa yang diniatkan, maka begitulah pertolongan Alloh SWT akan datang. Jangan niat hanya agar banyak orang yang berkumpul, maksud kita tidak hanya untuk kumpul-kumpul.

Ada 4 langkah yang perlu kita kerjakan dalam mempersiapkan ijtima:

1.Setiap orang berusaha untuk menyempurnakan agama dalam hidupnya. Hari ini Islam hanya ada dalam buku-buku, tidak ada dalam contoh kehidupan. Maka kita usahakan mulai dari diri kita dan rumah kita untuk hidupkan agama dan amal sunnah secara sempurna, sebagai contoh. Untuk amalkan ini, perlu keluar 3 hari masturat tiap 3 bulan, menjaga semangat agama bagi isteri kita.

2.Kemudian, hidupkan mesjid dengan 5 amal. Datangi tiap rumah di kampung kita, bukan untuk i’lan ijtima, itu mudah, tapi untuk taskil mereka keluar di jalan Alloh. Bicara da’wah secara sempurna dengan semua laki-laki di tiap rumah tersebut, sehingga mereka siap untuk hidupkan agama secara sempurna di rumah-rumah mereka juga. Maulana Umar sampaikan, ada 3 jenis kerja di mahalah:

a). Kepada da’i yang aktif, agar mereka tambah pengorbanan
b). Kepada da’i yang kurang aktif, agar kembali terlibat dalam da’wah
c). Kepada orang awam, agar mereka terlibat dalam amal mesjid, apa yg mereka mampu.

3.Kemudian usaha ke masjid lain yang belum ada amal masjid. Juga kampung-kampung lain, walaupun tidak ada masjid. Rombongan bisa berteduh di bawah pohon, atau dimanapun, di Indonesia tidak ada musim panas dan dingin, tidak perlu bergantung pada bangunan masjid. Pernah rombongan menginap di stasiun bis. Siapkan mereka untuk bangun masjid juga, dengan kayu-kayu atau bambu-bambu yang ada di kampung tersebut. Jadi siapkan mereka untuk terima rombongan-rombongan da’wah.
Apabila amal masjid hidup di kampung tersebut, maka mereka juga akan usaha atas rumah-rumah di seluruh kampung tersebut, sehingga tiap rumah juga akan amal agama secara sempurna, dan semua pahala akan mengalir pada kita.

4.Dengan cara yg sama, kirim juga jamaah ke seluruh Indonesia, dan seluruh dunia.
Jadi dengan demikian kita tidak hanya i’lan tentang ijtima dan usaha terus untuk mengeluarkan rombongan itu tidak perlu menunggu ijtima. Tapi usaha atas ijtima bermula ketika tanggal ijtima telah ditetapkan, dan dibuat usaha mengirimkan jamaah sejak saat itu juga.

Kemudian, mengenai safari masyaikh dalam ijtima di Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, tidak diperkenankan ada yang ikut berkeliling, baik karkun lama, baru, sendiri ataupun berjamaah. Yang ikut berkeliling hanya yang diputuskan dengan musyawarah. Jika ingin mendapat manfaat dari syuhbah dengan masyaikh, caranya dengan pergi ke Nizamuddin, atau Raiwind, atau Kakrail. Tertib dalam usaha ini, yang ingin berkorban, maka ia kerja atas kaumnya, lalu bawa mereka sebanyak-banyaknya keluar di jalan Alloh. Sebagaimana di jaman Nabi, ada yg masuk Islam, maka dia tidak terus-menerus bersama Nabi, cukup beberapa saat saja. Tapi dia segera pulang dan membawa 80 keluarga dari kaumnya untuk masuk Islam bersama-sama.

Kategori:TARGHIB Tag:

Laporan Jama’ah Pakistan

Desember 9, 2008 1 komentar
وبركاته ورحمةالله عليكم اسلام
إنّ الحمد لله نحمده ونصلى على رسوله الكريم
Marte marte karnahe
Karte karte marnahe
Allah se hotahe
Makhluk se nehi hotahe
(ma’af klo salah tulis krn hanya mengandalkan pendengaran)
Begitulah sepotong muzakarah yang diberikan seorang eng.sipil dari Pakisatan pada hari sabtu(24052008) kemarin, ba’da ashar. Alhamdulillah, triple arif (al lampungi, ad dumayyi dan al makassari) berangkat keluar 1 hari di Masjid Gading Regency. Sebenarnya kita berangkat berempat, tapi satu orang hanya mengantar dan tidak jadi ikut keluar karena ada keperluan mendadak.
Jama’ah Pakistan
Alhamdulillah, sangat senang hati ini dapat keluar bersama jama’ah 1 tahun asal Pakistan ini. Walau kita hanya dapat bergabung dari ashar hingg a isra’ karena mereka pindah masjid dan kami digabungkan dengan jama’ah Margahayu. Dimulai dengan bayan hidayah kang Abdul Ghaffar dan didengari oleh Maulana Ghazali. Masyaallah…
Jama’ah ini cukup sibuk, karena selalu ada orang yang mengajak untuk khususi. Bahkan yang nushrah saja sangat banyak. Dua orang maulana datang, beberapa santri senior Dago juga datang. Orang-orang khawas tempatan juga duduk mendengar bayan.
Beberapa hal yang Alhamdulillah teringat oleh saya:
· Jama’ah France datang keluar ke tempat saya (muhallanya Eng.sipil). diantaranya ada 2 orang yang asli merupakan orang France (muallaf). Maka saya bertanya, “bagaimana anda dapat masuk islam?”. Mereka menjawab bahwa ada 2 orang berjalan hendak pergi silaturahim. Maka saya dan teman saya heran memperhatikan mereka yang berpakaian full sunnah tersebut. Kenapa? Karena ada sinar terang yang menjulang dari langit menuju mereka berdua. Maka ketika mereka kembali ke masjid, kami mengikutinya dan masuk ke dalam masjid. Lalu kami berjumpa dengan mereka dan bertanya siapakah kaian. Maka mereka menjawab bahwa kami adalah orang islam, sedang belajar menda’wahkan agama. Maka diterangkanlah tentang islam dan akhirnya kami pun masuk ke dalam islam pada hari itu.
(muzakarah ashar dengan Eng.sipil, I’m sorry, I’m forget his name)
· Satu jama’ah dari Pakistan (satu orang merupakan teman saya) dihantar ke AfSel. Mereka lalu mendatangi rumah seorang muslim. Pintu rumah si muslim di ketuk. Tetangganya yang beragama nasrani melihat mereka. Ketika muslim afsel itu keluar rumah, maka si tetangga pun ikut keluar rumah. Lalu si nasrani bertanya, “Sedang ngapain kalian?”. Jama’ah menjawab, “kami sedang berda’wah kepada saudara kami”. Maka si nasrani bertanya,” kalau begitu kenapa kalian tidak menda’wah saya?”. Jama’ah menjawab, “kalau anda ingin di da’wah juga, maka dengar kan pembicaraan kami”. Maka si nasrani mendengarkan pembicaraan mereka dengan si muslim afsel tersebut dan akhirnya memeluk islam.
(muzakarah ashar dengan Eng.sipil)
“Intinya, orang untuk masuk ke dalam islam itu sangat mudah, tinggal kita saja yang mau berda’wah atau tidak”, kata si Eng.sipil.
  • Assalaamu’alaikum. Nama saya Muhammad Thalhah, nama antum? Nama saya Arief. Alhamdulillah, kami satu jama’ah dari masjid dihantar oleh Allah swt untuk bersilaturahmi ketempat bapak karena kita bersaudara diikat oleh kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur rasulullah.
Rasulullah saw bersabda, “Anak kunci surga adalah kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kejayaan umat manusia apabila ia mengamalkan ajran agama secara sempurna. Apa itu agama? Agama adalah mengamalkan segala perintah Allah swt dengan cara Rasulullah saw.
Susah, senang, kaya, miskin, tua, muda, kehinaan, kemuliaan, semuanya ada di tangan Allah swt, bukan yang lainnya. RAsululah saw adalah nabi terakhir dan tidak akan dikirim lagi nabi setelah itu. Maka tugas da’wah kenaban ini telah diwariskan kepada kita semua. Maka insyaAllah selepas maghrib nanti akan ada pembicaraan iman dan amal shaleh, maka kami mengajak bapak untuk ikut bersama kami. InsyaAllah banyak manfaat.. insyaAllah.
(muzakarah pembicaraan mutakallim dari Maulana Muhammad Thalhah, after isya)
Selain di markaz, inilah pertama kali saya melihat jama’ah shalat maghrib sama banyaknya dengan jama’ah shalat jum’at. Untuk bayan maghrib dan bayan shubuh mohon ma’af tidak dapat saya ketik, krena bayannya terlalu panjang. Untuk bayan maghrib, maulana Nanang sbg tarjim dan bayan shubuh Pak Abdullah Awang sbg tarjim. Inti dari bayan yaitu:
  • Pentingya kita membuat amalan maqami sungguh-sungguh selama 27 hari di tempatan, dan kita belajar da’wah nabi 3 hari di daerah yang lain.
  • Usaha da’wah merupakan usaha yang gampang. Semua orang dapat melakukannya. Kurikulum untuk orang miskin dan untuk orang kaya juga sama, yaitu mengorbankan harta dan dirinya. Hasil dari kurikulumnya juga sama yaitu hidayah dan perbaikan diri.
  • Tiga hal agar usaha kita dapat diterima oleh Allah azza wa jalla yaitu azzam/niat yang kuat, (yang kedua saya lupa) dan ketiga kita berdo’a mengis kepada Allah swt.
  • Kenapa hari ini da’wah tidak berkembang. Karena adanya sifat malu dalam diri kita. Kita telah salah meletakkan sifat malu ini. Sifat malu ini letaknya apabila kita akan berbuat dosa. Sedangkan untuk da’wah maka yang kita tanamkan yaitu sifat berani.
Institut Pengorbanan Dalam Negri
Alhamdulillah, di Gading Regency, kita bergabung dengan jama’ah plajar dari IPDN. Jumlah mereka ada 8 orang. Yang terkesannya, 8 orang ini terdiri dari 1 orang lama (senior ‘04) dengan 7 junior orang baru, dengan kata lain, 1orang lama membawa 7 orang baru.
Dari IPDN sendiri terbentuk 4 jama’ah pada pekan kemarin. Tiap jama’ah lebih kurang ada 10-11 orang dan hanay jama’ah ini saja yang 8 orang. Tiga jama’ah yang lain terdapat seorang ustadz di dalamnya.
Pada saat muhasabah bayan wafsyi, setiap yang baru mengatakan bahwa mereka sangat senang ketika keuar ini. Dimana biasanya, waktu pesiar/libur digunakan untuk yang tidak bermanfaat, tapi Alhamdulillah sekarang digunakan untuk keluar di jalan Allah swt. Dan mereka semua niat untuk hadir dalam malam markaz dan akan keluar lagi bulan depan.
Satu hal yang sangat berkesan di dalam hati, ketika senior memberikan karguzari ahwal kepada kami. Usaha da’wah di IPDN telah ada sejak lama, tapi mengalami pasang surut. Tapi Alhamdulillah pada akhir 2006, usaha ini mengalami peningkatan kembali hingga saat ini. Dulu, apabila ada yang bersiwak dan kelihatan orang lain, maka segera siwaknya dimasukin ke kantong, karena takut menjadi fitnah. Memakai peci saja merupakan sesuatu hal yang aneh dan kelihatan seperti gembel. Tapi, Alhamdulillah, asbab adanya beberapa praja yang buat pengorbanan dengan sungguh2, maka sekarang keadaan telah berubah. Siwak sudah menjadi pandangan yang biasa, wewangian shalat apalagi, bahkan yang dahulu peci dianggap aneh maka sekarang telah banyak praja yang menggunakan sorban dan memakai jubah. Inti dari semua itu yaitu adanya orang yang buat pengorabanan dengan sungguh2 dan fikir stiap saat.
Pesan Abdul Mughni (aslinya bernama Mugni, tapi ditambah Abdul oleh maulana Thalhah karena Mugni adalah nama Allah swt), senior yang keluar bersama kami, bahwa pentingnya kita ada hubungan dengan halaqah (maklum, kami mengatakan kepada beliau bahwa sudah lama kami tidak ikut musy.halaqah). beliau memberikan sebuah tamsilan, yaitu :
sebuah kapal sedang terombang ambing di tengah laut. Cuaca sangat buruk ketika itu. Maka sang nakhoda memerintahkan anak buah kapal untuk terjun ke laut untuk mengambil harta benda kapal yang jatuh. Tapi ABK tersebut tidak diberikan tali yang terhubung dengan kapal. Maka apabila ABK ini terjun, maka binasalah ia. Tetapi apabila ABK ini diberikan tali yang terhubung dengan kapal, maka apabila ia terjun, dalam keadaan bagaimanapun maka ia akan tetap selamat
Kita ini ibarat ABK tadi, apabila ada tali maka akan tetap selamat dan jika tidak ada tali akan binasa. Maka apabila kita ada hubungan dengan para oang tua dalam da’wah, baik di halaqah, markaz Bandung, markaz Indonesia bahkan hingga markaz dunia, InsyaAllah kita semua akan tetap dalam jalur yang diinginkan. masyaAllah, mudahkan yaa allah…
Semoga Allah azza wa jalla mengistiqomahkan selalu anak2 IPDN dan kita semua yang telah kenal dengan usaha da’wah ini.
InsyaAllah beliau bersama 6 orang yang lain akan lulus pada bulan Juni awal ini dan akan keluar 4 bulan IPB pada akhir Juni nanti. Semua persiapan baik passport dan yang lain telah siap, hanya menunggu wisuda dan tentunya izin dari Allah swt. Dan insyAllah juga, 3 orang dosen mereka akan keluar ke Thailand pada libur kuliah bulan juni nanti. Mari kita do’akan kemudahan bagi mereka dan semoga Allah azza wa jalla juga memilih kita semua… aamiin.
Penutup
Sepertinya karguzari ini sudah terlalu panjang, maka akan saya segera akhiri. Marilah kita para karkun IT Tel bangkit kembali untuk membuat amal maqami dengan sungguh-sungguh lagi sehingga akan datang bantuan Allah azza wajalla dalam kehidupan dunia dan akhirat kita.
Alhamdulillah, kita telah dipilih Allah azza wa jalla
Untuk membuat suatu kerja besar kerja para anbiya
Kerja kita ini masih jauh dari yang diharapkan
Tapi kita berharap, Allah terima kerja kita
Semoga Allah jadikan masjid ini seperti masjid Madinah di zaman Rasulullah saw
Dan insyaAllah kita berjumpa lagi di markaz Reiwind nanti
insyaAllah
–do’a–
(jama’ah Pakistan, pagi hari sebelum berpindah masjid)
oleh Arif Budiman Ad Dumayyi