Arsip

Archive for the ‘TARGHIB’ Category

Untuk Sahabatku

Oktober 19, 2014 Tinggalkan komentar

Untuk Sahabatku,

Ketika mentari telah muncul dengan sinarnya yang tersenyum,

Kalian pun hadir menghiasi kehidupanku,

Ada sejuta rasa kau tebarkan dalam hatiku,

 

Untuk Sahabatku,

Kau punya hati dan akal,

Kau punya pikir dan pendapat,

Kau punya anggota tubuh yang bebas kau gerakkan,

 

Untuk Sahabatku,

Kemana akan kau bawa diriku,

Kemana akan kau tuntun diriku,

Kemana akan kau tempatkan aku,

 

Untuk Sahabatku,

Kau atau aku,

Siapa yang lebih dulu, pasti akan terjadi,

Apa yang akan kau tinggalkan untukku,

 

Untuk Sahabatku,

Bilakah kita bertemu lagi,

Disana apa kau akan ingat aku,

Apa kau akan ajak saya untuk tersenyum kembali

 

Untuk Sahabatku,

Ku ingin membawa senyuman itu disana,

Lebih indah melebihi cahaya bulan purnama,

 

Untuk Sahabatku,,

Jangan lelah mendengarkanku,

Jangan lihat siapa diriku,

Namun ijinkan aku memelukmu,

Hingga kita bisa tersenyum bersama disana.

 

Kategori:LAIN-LAIN, TAMSIL, TARGHIB

Menantimu sahabatku…saudaraku

September 3, 2014 3 komentar

Ketika manusia terlahir ke dunia ini, tangisan sosok mungil yang hadir meramaikan suasana.

Semua keluarga yang hadir ketika mendengar suara tangisnya tidak ada yang merasa sedih bahkan mereka semua senang.

Tapi tahukah bayi itu menangis membutuhkan bantuan karena kelak dia akan mengarungi kehidupan ini untuk diuji.

Tahun berganti tahun…bayi itu telah tumbuh dewasa…

Tapi ketahuilah sahabatku…dalam hati mereka akan senantiasa tersimpan air mata itu…

Sungguh saudaraku…ditengah kemaksiatan yang telah mereka lakukan…ada air mata yang tersimpan untuk membasuh hati yang telah kelam.

Sebagaimana sosok mungil ketika hadir ke dunia, tangan yang penuh kasih sayang meraih mereka, pandangan yang merindukan dan menyejukkan memeluknya….

Saudaraku…sebagaimana tangisan bayi ketika terlahir yang menyenangkan keluarga mereka, maka tangisan mereka yang telah terjatuh dalam lumpur kemaksiatan untuk bertaubat akan menyenangkan kalian semua.

Sahabatku…engkau yang telah bermandikan cahaya hidayah…engkau yang telah memegang petunjuk kehidupan…

Tengoklah dan datangilah mereka yang tenggelam dalam lautan kemaksiatan….

Sebagaimana keluarga yang mendapatkan kabar bahwa istri/ibu/saudari mereka akan melahirkan…maka keluarganya akan berusaha dengan segenap tenaga membantunya, menemaninya…perasaan mereka akan selalu berharapkan keselamatan ibu dan bayinya…keluarga mereka menunggu dengan perasaan tidak tenang, gelisah dan kecemasan…

Maka sahabatku dan saudaraku berapa banyak kabar yang telah kau dengar, berapa banyak kabar yang kau baca, dan berapa banyak kabar yang kau lihat…terhadap mereka yang telah jauh dari agama, mereka yang telah dilalaikan oleh dunia, mereka yang telah salah memahami kehidupan, mereka yang telah putus asa dengan masalah mereka, mereka yang telah mengambil keputusan untuk meninggalkan agama, mereka yang telah kalah oleh hawa nafsu mereka, mereka yang telah ditelan kekayaan, mereka yang telah kehilangan arah, mereka yang telah melukai diri mereka, mereka yang telah termakan angan-angan…..

Apabila kau datangi mereka, kau raih mereka sebagaimana keluarga yang menantikan tangisan seorang bayi….maka mereka akan merasakan kehangatan kasih sayang, akan mendapatkan secercah cahaya kehidupan…setetes embun penyejuk hati….noda-noda hitam yang telah memenjarakan air mata mereka akan gugur satu persatu..hingga saat itu air mata mereka yang telah tersimpan dalam hati mereka akan keluar dan membasahi hati mereka yang kering….kesejukan akan mengalir dalam darah mereka, menuju jantung kehidupan yang berdetak dengan penuh harapan kebaikan…

Muliakanlah mereka, datangilah mereka…bersabarlah dalam menjaga mereka, jangan pernah kau lepaskan mereka…jangan kau hina mereka….jangan kau memandang dengan pandangan mata yang tajam….

Bergeraklah sahabatku, bawalah perasaan Rasulullah dalam hatimu….yang ingin senantiasa semua manusia selamat dunia dan akhirat…Baik itu keluarga Rasulullah ataupun musuh Rasulullah…Rasulullah senantiasa berdoa akan hidayah untuk mereka…Kesedihan Rasulullah begitu dalam ketika manusia mati tanpa iman, dan kesenangan Rasulullah ketika manusia mendapatkan keimanan dan meninggal dalam ketaatan…

Jangan duduk saja saudaraku, satu orang yahudi meninggal tanpa iman membuat Rasulullah sedih dan menangis…lalu bagaimana apabila 10, 100,10000 atau 5 milyar manusia meninggalkan dunia tanpa iman…Bagaimana perasaan Rasulullah…

Kita semua punya kesibukan dan kegiatan dalam kehidupan kita, namun luangkanlah waktu untuk mereka, karena maut tidak akan menunggu engkau untuk mendatangi mereka…kalau tidak bisa seumur hidup untuk mendatangi mereka, luangkanlah setahun , atau setengah tahun, atau 4 bulan, atau 40 hari atau 3 hari atau 2,5 jam dlm sehari…atau berapapun yang kamu sediakan waktu itu….

Sungguh hati mereka yang telah bermaksiat ingin mendengarkan nasihat yang membukakan pintu-pintu yang telah tertutup dalam hati mereka.

Jangan terlambat sahabatku….bersabarlah dengan mereka, maafkanlah mereka, khusnudzon kepada mereka, lemah lembutlah kepada mereka dan doakanlah mereka…keluarkanlah air matamu dalam kesunyian untuk memancing air mata mereka…

kedatanganmu senantiasa akan dirindukan oleh mereka…

Heart will always heard heart, language of  da’wah is your heart…

They don’t understand what are you talking, but their heart will understand your heart….

Come n join then spread to whole world at ijtima Cikampek September 21, 22, and 23..at 2014

Bring heart of Rasulullah and spread those heart to your brother, your friend,your family, your parents, your neighborhood, your students, your teachers, your enemy, to all mankind…move like the rain, and give like the sun…

Yaa Allah…jadikanlah hati kami seperti hati Rasulullah yang menyayangi umat, yang merindukan umat, yang menangisi umat.

Yaa Allah…gerakkanlah diri kami dengan membawa hati Rasulullah menjumpai umat..

Yaa Allah… jadikanlah wajah kami, pandangan mata kami yang menyalurkan hati Rasulullah kepada setiap manusia yang kami jumpai..

Yaa Allah…kami lemah dan tak berdaya…tanpa rahmatku kami akan hina..

Yaa Allah…ampunilah dosa kami yang telah melalaikan hati kami…

Yaa Allah…pilihlah kami untuk membawa hati Rasulullah dalam hati kami..Aamiin Yaa robbal ‘Aalamiin…

 

Menangis Pelajaran Penting Dalam Islam

Agustus 30, 2009 7 komentar

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda,” Ada tujuh golongan manusia yang akan dilindungi oleh Allah di bawah rahmat-Nya pada hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah, yaitu :
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang menggunakan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah
3. Laki-laki yang hatinya selalu terpaut kepada masjid
4. Dua orang laki-laki yang salinh mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah karena Allah
5. Laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan dan jelita, ia berkata,;Aku takut kepada Allah’
6. Lelaki yang memberi sedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
7. Lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan bersunyi diri sehingga berlinangan air matanya
(Hr. Bukhari dan Muslim)

Entah mengapa saya teringat kembali dengan perkataan salah satu penanggung jawab pelajar di Bandung beliau adalah Dosen di ITB namanya pak Iqbal. Nasehat ini beliau berikan ketika selesai pembacaan hayatus sahabat di malam Markaze Bandung yang sudah lama berlalu.

Beliau katakan bahwa Menangis merupakan salah satu pelajaran terpenting dalam islam, maka bagi diri kita semua luangkan waktu untuk menangis, kalau belum bisa belajar mulai dari sekarang, kalau belum bisa juga maka pura-puralah menangis.

Itulah nasehat yang ringkas namun sangat berkesan dalam hati saya, tetapi karena kesibukan dunia saya sering kali melupakannya. Ya benar karena kebodohan dan kerasnya hati saya sehingga saat ini untuk menangis saja susah. Padahal para nabi dan rasul dengan sahabat-sahabat mereka terdahulu merupakan manusia yang selalu menjadikan tangisan sebagai perhiasan dalam sholat-sholat mereka, do’a-do’a mereka dan dzikir-dzikir mereka.

Kalau perkara menangis sendiri banyak sekali faktor yang menyebabkannya. Ada yang kena PHK terus menangis , ada yang kena gusur terus menangis, ada yang hilang jabatan terus menangis, ada yang hilang harta terus menangis, ada yang tertipu terus menangis, ada yang terluka terus menangis, ada yang kehilangan nyawa terus menangis, ada juga yang terharu terus menangis , ada juga yang dapat harta benda terus menangis, dan lain sebagai. Singkatnya banyak hal yang menyebabkan seorang manusia bisa menangis apakah dia orang muslim atau orang kafir.

Namun diriwayatkan dalam sebuah hadits,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah, dia tidak akan masuk neraka jahannam sebagaimana air susu tidak mungkin masuk kembali ke dalam puting susunya.”

Dalam hadits yang lain disebutkan,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah sehingga berlinangan air matanya dan air matanya membasahi tanah maka dia tidak akan diadzab pada hari kiamat.”

Sebuah mahfum hadits mengatakan bahwa api neraka jahannam diharaman kepada dua jenis mata :
1. Mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan
2. Mata yang berjaga pada malam hari untuk memelihara islam dan umatnya dari serangan orang-orang kafir.

Hadits lain juga menyebutkan bahwa api neraka jahannam diharamkan kepada mata yang pernah menangis karena takut kepada Allah, kepada mata yang berjaga pada malam hari di jalan Allah, mata yang tidak memandang sesuatu yang haram, dan kepada mata yang gugur di jalan Allah.

Maka bagi seorang muslim hendaknya sering menangis karena takut kepada Allah. Dibalik tangisan karena takut kepada Allah tersimpan berjuta hasanah kebaikan yang Allah sediakan kepada orang yang mengamalkannya. Allah SWT akan berikan rahmat-Nya, hati akan menjadi lembut dan muncul kasih sayang kepada umat. Sebaliknya orang yang tidak pernah menangis karena takut kepada Allah dihawatirkan hatinya keras dan Allah menjauhkan rahmat-Nya darinya. Dari Jarir r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barang siapa tidak diberi sifat lembut, berarti ia tidak diberi kebaikan.”(Hr. Muslim). Sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar yang terkenal dengan “galak atau keras” dalam sholatnya pun sering sekali menangis bahkan ketika menjadi imam sholat pun menangis sehingga terdengar hingga ke belakang makmumnya, hal ini tentu saja karena rasa takut kepada Allah.

Begitu banyak kisah para nabi dan wali Allah apabila diceritakan tentang bagaimana mereka selalu menangis dalam kehidupan mereka hal ini seolah-olah tak bisa dipisahkan syarat untuk menjadi wali Allah adalah mudah dan sering menangis karena takut kepada Allah.

Dan tak bisa dipungkiri bagaimana kekasih Allah SWT, yaitu Rasulullah Muhammad SAW melewati malamnya dengan tangisan-tangisan sehingga dalam dada beliau seperti terdengar suara air yang bergolak karena mendidih. Bukan hanya takut kepada Allah, tetapi sekaligus mensyukuri nikmat yang Allah berikan, membaca dan merenungi atau memikirkan ayat-ayat Allah dan yang tak kalah penting adalah merisaukan umatnya. Sebagaimana diterangkan oleh ayat Alqur’an ” Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin ” (Q.S At-Taubah: 128). Bahkan ketika orang yahudi meninggal tanpa kalimat iman, Rasulullah pun meneteskan air matanya membayangkan bagaimana nanti orang yahudi tersebut akan disiksa di neraka Jahannam yang selama-lamanya. Begitu juga ketika beliau berda’wah ke tha’if dengan jalan kaki dengan penuh harapan dan semangat bahwa penduduk tha’if akan menerima islam, namun sesampai di tha’if Rasulullah SAW menerima perlakuan yang sangat kasar dan kejam, tidak hanya ditolak ajakan beliau sekaligus diejek, dihina dan diusir, tapi juga dilempari batu-batuan sehingga menyebabkan darah keluar dari tubuh beliau yang mulia, hingga menetes deras ke sandal beliau. Namun beliau berdo’a kepada Allah takut-takut Allah murka dengan keadaan beliau, tetapi Allah Maha Mengetahui maka Allah kirim malakat jibril beserta dua malaikat penjaga gunung yang diperintahkan oleh Allah untuk menaati perintah Rasulullah. Bahkan malaikat itu pun menawarkan kalau mau gunung di sekitar tha’if akan dihimpitkan diantara mereka atau tanah mereka diangkat dan dibalikkan ke muka bumi. Namun Rasulullah yang berhati lembut dan kasih sayang yang paham dengan perkara akhirat tentang surga dan neraka hanya berdo’a apabila mereka tidak mau memeluk islam semoga keturunan mereka mau memeluk islam.

Alim ulama telah jelaskan kenapa diri kita susah menangis diantaranya adalah tertutupnya hati kita dari hidayah Allah SWT dengan kesalahan kita sendiri. Banyak dari kita tidak bisa menjaga pandangan mata kita, banyak pula yang mencaci maki saudara, mengghibahnya bahkan memfitnahnya, makanan yang masuk ke dalam perut pun tidak tahu apakah ini benar-benar dari sumber yang halal. Kesombongan dari diri kita sendiri yang merasa sudah suci dan alim, bahkan mengatakan mereka yang banyak menangis kan memang banyak dosanya (na’udzu billah). Sehingga terlalu banyak noda hitam dalam hati kita yang sudah berkarat sehingga susah dibersihkan yang menyebabkan hati kita menjadi sekeras baja. Maka bagaimana kita hindarkan perbuatan kita dari yang demikian mari kita jaga pandangan kita, jaga lidah kita, jaga perut kita dan pikir kita, walaupun kita memang tak pernah berbuat dosa dan maksiat tetapi kita harus merasa banyak kekurangan dan dosa dalam diri kita sehingga Allah berikan sifat kelembutan dalam diri kita.

Salah satu cara yang paling berkesan agar kita menangis adalah bagaimana meniru perjuangan Rasulullah SAW, yaitu mengajak manusia ke jalan Allah dengan harta diri dan waktu kita dengan sungguh-sungguh, hingga hati ini merasa remuk ketika jumpa dengan manusia, dicaci, dihina, difitnah , dicurigai dan ditentang, sehingga malam hari kita adukan kepada Allah SWT dengan tetesan air mata dan do’a kita supaya Allah turunkan hidayah kepada orang yang menghina, mencaci, memfitnah, mencurigai dan menentang.

Ada cerita yang menarik dari seorang yang telah lama dalam usaha da’wah di Bandung yaitu abah Oto , ketika itu beliau sedang belajar da’wah selama 4 Bulan ke India , Pakistan dan Bangladesh. Ketika di Bangladesh beliau jumpa seorang penjual bumbu keliling (kalau di indonesia seperti bapak tukang sayur keliling) sedang niat untuk pergi keluar di jalan Allah ke negeri jauh maka penjual bumbu itu serahkan paspornya. Abah Oto pun terkesan dengan keadaannya yang sederhana dengan mata pencaharian yang tidak seberapa, bapak ini niat untuk negeri jauh yang membutuhkan biaya yang banyak. Abah Oto menjadi kaget dan seolah tak percaya ketika dibuka paspornya ternyata sudah 40 negara dia kunjungi untuk keluar di jalan Allah. Abah Oto ini tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bagaimana mungkin seorang yang hanya tukang jual bumbu bisa seperti ini. Abah Oto dengan rasa tak percaya menanyakan apa sebenarnya pekerjaannya, tukang bumbu itu pun jawab ya ini pekerjaan saya jualan bumbu. Abah Oto masih belum percaya dan terus menerus menanyakan pekerjaannya, tetapi tukang bumbu masih menjawab dengan jawaban yang sama. Akhirnya karena mungkin agak kesal dengan Abah Oto yang terus menanyakan pekerjaannya maka tukang bumbu itu pun berkata ,” wahai bapak memang saya ini tukang bumbu, tapi Allah bukan tukang bumbu, cukup bangun jam 2 pagi, 2 rakaat shalat dan tetes air mata dari 2 mata.” Dengan jawaban itu Abah Oto mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sekali. Benar tidak ?

Maka kita niatkan lagi dan lagi belajar menangis dihadapan Allah SWT supaya Allah pilih diri kita dalam usaha da’wah Rasulullah dan Allah kirim kita, hantar kita ke seluruh alam dengan cara buat pengorbanan sebesar-besarnya hingga kita habis untuk agama Allah minimal luangkan waktu 4 bulan di jalan Allah. Insya Allah.

Kategori:TARGHIB

Point – Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi

Februari 13, 2009 3 komentar

Point – Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi
29/01 s/d 01/02 2009

1.Maulana Syamim

Amalan haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Alloh. Jika niat berhaji tak betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang dilemparkan. Begitupun ijtima, jika datang dengan niat baik, maka satu ijtima cukup membuat cinta kepada Alloh SWT. Satu ijtima yang betul cukup bagi Alloh SWT untuk membuat keputusan memberi hidayah untuk seluruh alam.
Ijitima bukan untuk menghimpun manusia sebanyak-banyaknya, tapi untuk mengumpulkan dua usaha, sebelum ijtima (ruh ijtima), setelah ijtima (perhiasan ijtima).

Usaha sebelum ijtima adalah menjumpai setiap orang islam agar hatinya berpaling kepada Alloh SWT sehingga ada kemanisan untuk ta’at. Dikarenakan adanya pengorbanan orang-orang sebelum ijtima, maka yang hadir di ijtima mendapat hidayah, dan hidayah juga akan tersebar ke seluruh alam. Usaha dalam ijtima adalah agar setiap orang terlibat dalam amal ijtimai dan infirodi. Semakin terjaga amalan, maka semakin cepat turunnya hidayah. Hidayah ada 2 tahap : untuk diri sendiri dan asbab hidayah untuk orang lain. Untuk menjadi asbab hidayah maka niatkan untuk bergaul dengan semua orang dari semua negara, kita merasa sebagai satu umat, hilangkan ashobiyah. Ashobiyah ini sangat dibenci Alloh dan menyebabkan tertolaknya amal seseorang.

Untuk menghilangkan ashobiyah : Alloh SWT perintahkan ibadah haji, shalat dan shaum. Dalam haji diperintahkan untuk menyebarkan salam (untuk menghilangkan sifat sombong, merasa sebagai penanggung jawab. Sehingga Nabi SAW selalu mendahului dalam memberi salam, tidak pernah didahului oleh sahabat), bersikap lemah lembut, dan suka memberi makanan (jangan menunggu untuk diikrom, tapi beri ikrom untuk satukan hati).

Di negara-negara anda akan diadakan ijtima dan jika anda bersungguh-sungguh usaha atas ijtima ini, maka ijtima anda akan menjadi asbab hidayah ke seluruh alam. Tanggal ijtima bukan awal ijtima, tapi itu tanggal berakhirnya ijtima. Ijtima bermula sejak tanggal ijtima ditetapkan.

2.Maulana Ihsan

Alloh SWT beri agama dan usaha atas agama, untuk menghindarkan manusia dari tersiksa selama-lamanya di dalam neraka.
Nabi Muhammad SAW dilebihkan dari nabi-nabi terdahulu, hal ini telah tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Wajah Nabi SAW itu lebih terang daripada bulan purnama. Umat Muhammad SAW juga dilebihkan dari umat-umat terdahulu, karena umat ini diberi 2 keistimewaan, yaitu untuk ibadah dan untuk mengambil kerja Nabi. Umur nabi-nabi terdahulu panjang akan tetapi usahanya lokal dan berjangka. Umur Nabi Muhammad SAW pendek, tapi usahanya kekal sampai kiamat, dikarenakan umatnya dilibatkan. Hari pertama kenabian, Muhammad SAW langsung melibatkan orang tua, wanita dan anak-anak/pemuda.

Para sahabat telah memahami akan tanggung jawab ini, dan mereka menggunakan 100% hidup mereka untuk agama. Tapi hari ini kita habis-habisan untuk perkara dunia, sehingga kita menjadi budak orang kafir. Maka kita perlu istighfar dan taubat sebanyak-banyaknya, karena seseorang yang beristighfar dan bertaubat dengan ikhlas, seolah-olah tak berbuat dosa dan kita juga mengajak orang lain juga untuk taubat. Saat kita ajak orang lain, kita perlu bersabar, seperti lautan yang selalu menerima segala sesuatu dan mencucinya menjadi bersih.

3.Maulana Ahmad Lat

Hamba yang paling dicintai Alloh SWT adalah hamba yang paling cinta kepada keluarga-Nya, yaitu seluruh makhluk-Nya. Manusia akan merasakan rugi jika tidak ada iman. Harta dan diri hendaknya senantiasa dipakai untuk usaha iman. Ashabul kahfi pergi keluar rumah untuk selamatkan iman, maka Alloh telah bantu, bentangkan rahmat walau di tempat sempit (gua) tidak diberi makan, tapi dibebaskan dari sifat lapar. Bahkan anjing mereka (yang hanya nusroh mereka) pun dimuliakan. Seharusnya hewan tidak masuk surga, tapi nanti anjing ini akan dimasukkan surga, dan dirubah menjadi manusia.

Apalagi jika kepergian seseorang keluar rumah untuk fisabilillah, tidak hanya untuk selamatkan iman dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan dan menyebarkan iman kepada seluruh manusia, maka anjing yang hanya nusroh saja kepada jamaah akan diberi rahmat, dihilangkan sifat hewani dari dirinya. Bayangkan apa yang diberikan kepada orang yang khuruj itu sendiri.

4.Maulana Ismail

Dalam keletihan dan pengorbanan amal, ada pahala dan ketenangan dari Alloh SWT. Puasa menyebabkan lapar, berhaji menyebabkan letih, tapi mereka diberi ketenangan oleh Alloh SWT. Nampak zahir mereka sengsara, tapi hakekatnya mereka kuat dan sehat di mata Alloh SWT.
Akan tetapi, tanpa da’wah, pertolongan Alloh tidak datang. Semua kesusahan dalam ibadah tidak mendatangkan pertolongan Alloh SWT, walaupun dengan berdo’a dan istighotsah, jika tidak ada da’wah maka pertolongan Alloh SWT tidak akan datang.

Untuk taat kepada Alloh SWT, zahirnya ada kesusahan dan keletihan, tapi hakekatnya Alloh SWT memberi ketenangan. Seperti orang makan sambal, zahirnya kepedasan, keringatan, kepanasan, tapi yang makan mau nambah lagi. Begitu juga ahli dunia melihat ahli da’wah sengsara dalam usaha agama, tapi mereka sendiri senantiasa bersyukur, Alloh SWT beri ketenangan dalam kehidupannya.

5.Maulana Saad

Jika umat jalankan da’wah secara ijtimai, maka agama akan wujud dalam kehidupan umat ini. Jika tidak, umat Islam akan jadi mad’u, objek da’wah, ikut kesana kemari, waktu dan harta akan dipergunakan untuk yang sia-sia. Jika umat terlibat dalam usaha da’wah, maka harta dan waktu akan terpelihara dan akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Da’i tidak akan terkesan dengan keadaan. Abdullah bin Quhafah dida’wahi untuk meninggalkan Islam, dirayu dengan kerajaan, ditakuti dengan kematian, tidak terkesan. Sehingga fardlu a’in bagi setiap umat untuk berda’wah. Jika dipikirkan kalau da’wah itu hukumnya hanya fardu kifayah, maka orang yang tidak berda’wah akan dida’wahi oleh orang lain/ hal-hal lain. Pindahnya agama seseorang itu dimulai jika da’wah ditinggalkan.

Da’wah adalah penyelesain masalah infirodi dan ijtimai. Alloh SWT telah berfirman, “Siapa yang lebih baik perkataanya (yang lebih baik agamanya) dari orang yang menyeru kepada Alloh SWT dan beramal soleh”. Disini diterangkan bahwa agama terbaik hanya terwujud dengan menyatukan da’wah dan ibadah. Ini tidak hanya merupakan pertanyaan, tapi penjelasan dan penegasan bahwa da’wah itulah satu-satunya jalan untuk mendapatkan agama yang baik.

Da’wah menimbulkan isti’dat/kesiapan untuk berbuat baik, seperti membajak sawah agar siap untuk ditanami. Da’wah juga membuat istiqomah bagi yang telah beramal. Harus difahami, bahwa da’wah adalah fardu a’in. Jika da’wah itu fardhu kifayah, maka artinya niat da’wah itu untuk memperbaiki orang lain. Karena amalan fardu kifayah selalu untuk orang lain, seperti sholat jenazah untuk orang lain. Tapi sholat wajib itu untuk diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in. Demikian pula wajibnya da’wah adalah untuk menyelamatkan iman dalam diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in, Maka bermujahadah dalam da’wah adalah untuk manfaat diri sendiri (waman jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih). Jika da’wah bertujuan untuk orang lain, maka dalam berda’wah akan mencari cara-cara lain, seperti pakai Hand Phone, pakai internet, dsb, hal ini tidak bermujahadah.

Da’wah dibuat agar hanya terkesan kepada Alloh SWT. Jika telah bisa menafikkan semuanya dan terkesan hanya kepada Alloh SWT, maka akan dapat pertolongan langsung dari Alloh SWT. Caranya:

a)Buat zikir dan da’wah sebanyak-banyaknya. Buat halakah iman
b)Banyak bercerita tentang nabi-nabi untuk menguatkan iman kaum ini.
c)Banyak cerita tentang nusrotullah dalam perjuangan agama para sahabat untuk memberi semangat umat ini
d)Banyak baca ayat dan hadits tentang ciri-ciri orang yang beriman.

Nusrotullah akan datang dengan sabar dan taqwa (waintashbiruu watattaquu, laa yadurrukum kaiduhum syai’aa). Sabar saja tanpa taqwa, tidak akan turun pertolongan Alloh SWT. Sabar tanpa taqwa seperti sabarnya pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh polisi.
Kita juga harus membawa yakin pada Alloh SWT dalam bermuamalah. Mengenai asbab kebendaan, ada dua hal:

a)Masukkan hukum / perintah Alloh SWT dalam asbab kebendaan.
b)Utamakan amal daripada asbab. Kejayaan ada pada perintah Alloh SWT, bukan pada asbab.

Arahan Para Masyaikh Nizamuddin
Tentang Persiapan Ijtima Indonesia

Sudah sejak lama, sejak 13 tahun lalu (1996) ada ijtima di Indonesia yang dihadiri oleh para masyaikh. Jadi penting kita bersiap-siap. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah niat dan azam yang kuat. Apa yang diniatkan, maka begitulah pertolongan Alloh SWT akan datang. Jangan niat hanya agar banyak orang yang berkumpul, maksud kita tidak hanya untuk kumpul-kumpul.

Ada 4 langkah yang perlu kita kerjakan dalam mempersiapkan ijtima:

1.Setiap orang berusaha untuk menyempurnakan agama dalam hidupnya. Hari ini Islam hanya ada dalam buku-buku, tidak ada dalam contoh kehidupan. Maka kita usahakan mulai dari diri kita dan rumah kita untuk hidupkan agama dan amal sunnah secara sempurna, sebagai contoh. Untuk amalkan ini, perlu keluar 3 hari masturat tiap 3 bulan, menjaga semangat agama bagi isteri kita.

2.Kemudian, hidupkan mesjid dengan 5 amal. Datangi tiap rumah di kampung kita, bukan untuk i’lan ijtima, itu mudah, tapi untuk taskil mereka keluar di jalan Alloh. Bicara da’wah secara sempurna dengan semua laki-laki di tiap rumah tersebut, sehingga mereka siap untuk hidupkan agama secara sempurna di rumah-rumah mereka juga. Maulana Umar sampaikan, ada 3 jenis kerja di mahalah:

a). Kepada da’i yang aktif, agar mereka tambah pengorbanan
b). Kepada da’i yang kurang aktif, agar kembali terlibat dalam da’wah
c). Kepada orang awam, agar mereka terlibat dalam amal mesjid, apa yg mereka mampu.

3.Kemudian usaha ke masjid lain yang belum ada amal masjid. Juga kampung-kampung lain, walaupun tidak ada masjid. Rombongan bisa berteduh di bawah pohon, atau dimanapun, di Indonesia tidak ada musim panas dan dingin, tidak perlu bergantung pada bangunan masjid. Pernah rombongan menginap di stasiun bis. Siapkan mereka untuk bangun masjid juga, dengan kayu-kayu atau bambu-bambu yang ada di kampung tersebut. Jadi siapkan mereka untuk terima rombongan-rombongan da’wah.
Apabila amal masjid hidup di kampung tersebut, maka mereka juga akan usaha atas rumah-rumah di seluruh kampung tersebut, sehingga tiap rumah juga akan amal agama secara sempurna, dan semua pahala akan mengalir pada kita.

4.Dengan cara yg sama, kirim juga jamaah ke seluruh Indonesia, dan seluruh dunia.
Jadi dengan demikian kita tidak hanya i’lan tentang ijtima dan usaha terus untuk mengeluarkan rombongan itu tidak perlu menunggu ijtima. Tapi usaha atas ijtima bermula ketika tanggal ijtima telah ditetapkan, dan dibuat usaha mengirimkan jamaah sejak saat itu juga.

Kemudian, mengenai safari masyaikh dalam ijtima di Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, tidak diperkenankan ada yang ikut berkeliling, baik karkun lama, baru, sendiri ataupun berjamaah. Yang ikut berkeliling hanya yang diputuskan dengan musyawarah. Jika ingin mendapat manfaat dari syuhbah dengan masyaikh, caranya dengan pergi ke Nizamuddin, atau Raiwind, atau Kakrail. Tertib dalam usaha ini, yang ingin berkorban, maka ia kerja atas kaumnya, lalu bawa mereka sebanyak-banyaknya keluar di jalan Alloh. Sebagaimana di jaman Nabi, ada yg masuk Islam, maka dia tidak terus-menerus bersama Nabi, cukup beberapa saat saja. Tapi dia segera pulang dan membawa 80 keluarga dari kaumnya untuk masuk Islam bersama-sama.

Kategori:TARGHIB Tag:

Pikirkanlah

Desember 21, 2007 1 komentar

Kehidupan dunia ini adalah sementara, sedangkan akhirat selama-lamanya.
bersabar dalam penderitaan di dunia akan menambah kemuliaan di sisi Allah SWT.
Hawa nafsu dan cinta dunia perlulah kita waspadai , jangan sampai menjerumuskan kita ke lembah kehinaan, apa yang dirasakan didunia ini akan terasa,
sakit dapat dirasakan, susah dapat dirasakan, miskin dapat dirasakan,
kaya dapat dirasakan, senang dapat dirasakan,
tapi ada yang mungkin tidak terasa, yaitu tipuan dunia,
bagi yang tidak mempunyai bashiroh(mata hati) yang tajam akan tertipu apalagi jika hanya mengandalkan bashor(penglihatan mata) saja.
Perlunya kita perhatikan hati dan ‘amalan kita lebih banyak ‘amal agama atau ‘amal yang menjauhkan kita dari agama Allah SWT. sedih rasanya apabila Allah SWT tidak akui kita umat Rasulullah SAW. Rasulullah pun akan bertambah sedih apabila melihat ‘amalan kita umat muslim saat ini. Kalau saya sendiri sedih mungkin biasa saja, tapi apakah kita sanggup melihat Rasulullah SAW menjadi sedih.

Kategori:TARGHIB Tag:, , ,

Dari Sahabat untuk Sahabat..

Desember 21, 2007 1 komentar

Sedikit Gerak Banyak Manfaat
Sedikit Bicara Banyak Makna

teman yang baik selalu menasehati & mengajak
yang hak dan penuh kesabaran…..
teman yang buruk selalu menasehati & mengajak
untuk meninggalkan yang hak dan selalu menturuti hawa nafsunya

ingatkan diriku apabila banyak lupa beramal sholeh dan tegurlah diriku apabila saya banyak melakukan dosa
walapun nasehat dan teguran itu dapat melukai hatiku…

Ya Allah, kuatkan diri hamba dan berilah kesabaran untuk dapat menerima nasehat yang hak walaupun itu pahit dan menyakitkan…
daripada hambamu ini merasakan azab neraka yang pedih dengan penuh kehinaan, yang tak seorangpun dapat membayangkannya..

Amin….
From Abdurrahman

Kategori:TARGHIB Tag: