Arsip

Archive for Agustus, 2008

MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN

Agustus 5, 2008 22 komentar

MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN

Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.

Maksud hidup manusia adalah

1. Manusia diciptakan untuk ibadah

“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )

2. Manusia untuk menjadi khalifah

“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )

3. Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah SAW

“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)

Jika manusia berhasil mewujudkan maksud hidupnya, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan: 20).

Keperluan hidup manusia adalah :

1. Makan Minum

2. Rumah

3. Kendaraan

4. Pakaian

5. Pernikahan

Para sahabat Nabi keperluannya rendah tetapi maksud hidup tinggi. Sementara kita memiliki keperluan tinggi tetapi maksud hidupnya rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keperluan, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan keperluan untuk mendapatkan maksud hidup.

Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan keperluan dan maksud hidup adalah :

1. MAKAN MINUM

Orang kafir : Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat: 15)

Orang beriman :

Makan Minum untuk beribadah agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah SAW maka akan diberi pahala oleh Allah SWT.

Makan Minum untuk Khalifah adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi SAW bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”

Makan Minum untuk dakwah, suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.

Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”

Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”

Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”

Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”

2. PAKAIAN

Orang kafir : tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.

Orang beriman :

Untuk Ibadah yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.

Untuk Khalifah yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan r.a cucu Nabi SAW. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”

Hasan r.a. menjawab,”Ya, Kenapa ?”

Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”

Hasan r.a. berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”

Untuk Dakwah, dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah SAW dan para sahabat.

3. RUMAH

Orang kafir :

Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.

Orang beriman:

Untuk ibadah, Nabi SAW bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”

Untuk Khalifah, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.

Untuk Dakwah, yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu dakwah, ta’lim, ibadah dan khidmat.

4. KENDARAAN

Orang kafir :

Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.

Orang beriman :

Untuk Ibadah, seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dll.

Untuk Khalifah, yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin

Untuk Dakwah, yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi SAW bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah SWT”

Nabi SAW juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu (1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah SWT. (2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah. (3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”

5. PERNIKAHAN

Orang kafir :

Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.

Orang beriman :

Untuk Ibadah, sesuai sabda Nabi SAW, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”

Untuk Khalifah, yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadis,”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”

Untuk Dakwah, yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.

Iklan

Bayan Subuh Musyawarah Jawa Timur 11 Mei 2008

Agustus 5, 2008 16 komentar

Bayan Subuh

Musyawarah Jawa Timur 11 Mei 2008

Oleh Penanggung Jawab dari Jakarta ( Pak Husein di dekat beliau) ( maaf nggak tahu namanya, kelihatannya Pak Tantowi)

Allah SWT ciptakan dunia, langit, bumi yang luas, hutan-hutan, lautan yang luas, gunung-gunung, sawah dan lading adalah untuk manusia, tapi manusia diciptakan untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Manusia saat ini tidak taat kepada Allah karena lemah Iman. Rasul sabdakan bahwa iman ini bisa naik dan turun bahkan keluar masuk, (naudzubillah) apabila ketika iman kita keluar kita mati.

Kenapa hari ini seperti ini karena kita belum paham nilai-nilai usaha nubuwwah, seperti anak kecil yang diberikan antara coklat dan cek 1 trilin maka akan memilih coklat. Diri kita ini seperti itu juga, yang masih suka dengan bungkus coklat dari pada cek 1 triliun. Oleh karena itu kita saat ini susah mengambil takazah.

Karena kita salah meletakkan iman. Zainal Abidin dari Pakistan katakan misal kita punya senjata dan 50 peluru, kemudian ada kucing lewat, lalu kita lemparkan 5 peluru kea rah kucing maka kucing itu pun tidak akan mati, tapi apabila 1 peluru kita masukkan senjata lalu ditembakkan jangankan kucing gajah pun akan mati. Begitu pula kalo kita salah meletakkan iman, kita tidak akan dapat menaati Allah SWT.”

Iman letaknya tidak di mata, tidak di lidah, ataupun di otak. Tapi di hati, walaupun iman diseminarkan atau diiklankan tetapi belum diletakkan di dalam hati maka belum dapat membuat taat kepada Allah.

Abu Darda r.hu diberitahu di kampunya ada kebakaran, maka Abu Darda r.hu katakan rumahku tidak akan kebakaran, maka datang lagi orang mengingatkannya bahwa sebentar lagi api ke rumahnya tapi beliau katakan sama bahwa rumahnya tidak akan terbakar, begitu sampai ada 3 x yang memberitahunya tapi jawab beliau sama juga bahwa rumahku tidak akan kebakaran. Lalu ada orang yang kabarkan bahwa api padam ketika akan mendekati rumah Abu Darda r.hu. Abu Darda r.hu katakan kalian hanya melihat dzahirnya saja sedangkan aku melihat bahwa Rasul telah ajarkan do’a yang apabila saya ‘amalkan pagi petang maka semua harta benda akan dijaga oleh Allah SWT.

Manusia dapat mencapai derajat lebih tinggi dari malaikat dan dapat rendah daripada binatang contoh kawin sesama jenis, membunuh anak sendiri.

Penyelesaiannya hanya dengan da’wah Rasulullah SAW.

Masyaikh katakan keadaan umat di jaman Nabi yaitu di Makkah :

1. Kelompok muslim : pakaian muslim , pikir akhirat

2. Kelompok kafir : pakaian kafir , pikir dunia

Ketika di Madinah tambah 1 kelompok

3. Kelompok Munafik : pakaian muslim, pikir dunia.

Cara da’wah kita harus sesuai dengan cara da’wah Rasulullah SAW yaitu dengan cara yang sama kepada siapa saja, hanya membawa kalimat Laa ilaahaillallaah Muhammadurrasulullah seperti turunnya hujan yang airnya warnanya sama, kadarnya sama dan bermanfaat untuk semua tumbuhan, tidak untuk jagung nanti airnya warna kuning, untuk pisang airnya warnanya hijau, begitu juga da’wah kita hanya membawa Laa ilaahaillallaah Muhammadurrasulullah dan manfaatnya untuk semua jenis manusia, kepada tukang becak, petani, pedagang, pejabat, direktur maupun presiden semuanya sama.

Maksud hidup kita bagaimana

1. Iman sempurna

2. Ibadah sempurna

3. Muamalah sempurna

4. Muasyarah sempurna

5. Akhlak sempurna

Apabila 5 ini ada dalam diri kita maka akan masuk surga dengan tersenyum.

(Pesan Maulana Yusuf dalam sebuah surat yang akan dikirim kepada sebuah jamaah yang akan keluar di Jalan Allah, namun ketika itu beliau terlanjur wafat dan surat itu tersimpan dalam waktu lama, maka Maulana sa’ad yang menemukan surat itu kemudian menyampaikannya :

“Dalam keluar di jalan Allah hendaknya ada 7 sifat yang harus dibawa yang akan menjadi asbab hidayah untuk seluruh umat :

1. Kit a keluar di jalan Allah dengan iman dan yakin

2. Kit a keluar di jalan Allah dengan perasaan takut kepada Allah

3. Kit a keluar di jalan Allah dengan penuh tawajjuh kepada Allah

4. Kit a keluar di jalan Allah dengan perasaan cinta kepada Allah (melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya)

5. Kit a keluar di jalan Allah dengan perasaan risau ( bagaimana nanti setelah mati, bisa nggak jawab pertanyaan kubur, bagaimana keadaan di alam mahsyar, jembatan shirot dll)

6. Kit a keluar di jalan Allah dengan ikut sunnah Rasulullah SAW 24 jam full

7. Kit a keluar di jalan Allah semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT. “)

Da’wah kita jangan hanya dengan karkun saja, tetapi kepada setiap umat.

Usaha Da’wah ini telah dicontohkan oleh Masyaikh bagaimana pernah Prof. Dr Abdurrahman yang ketika itu keluar di daerah kami (mubayin) di Jakarta. Maka ketika itu pukul 21.30, Prof. Dr Abdurrahman meminta kami(mubayin dan salah seorang temannya) untuk menemani beliau berkeliling di sekitar masjid. Maka tak lama kemudian kami menjumpai sekumpulan anak-anak sedang begadang dan bermain gitar dan ternyata mereka adalah pelajar SMP. Maka di datangi oleh kami bertiga, dan mengucapkan salam kepada mereka. Setelah berkenalan maka Prof pun berbicara sesuai dengan keadaan mereka yang pelajar, bagaimana belajar yang baik, memberikan beberapa ilmu tentang fisika, dll, sehingga mereka pun mendengarkan dengan senang. Maka Prof bertanya kepada mereka, “ Apakah kalian tidak ingin menyenangkan hati orang tua kalian ?” jawab mereka,” iya, kami ingin menyenangkan hati orang tua kami.”, lanjut beliau ,” kalau begitu ikut kami ke masjid untuk makan.”, jawab mereka , “ benar kami boleh makan sama-sama.” Jawab beliau lagi ,” iya semuanya boleh ikut.” Maka mereka semua ikut ke Masjid, sesampai di Masjid, Prof sendiri yang menyiapkan makanan dan mengambilkan minuman. Maka setelah selesai makan, Prof kembali berkata, “ kalian sekarang udah menyenangkan orang tua, bagaimana mau menyenangkan orang tua lagi nggak ?” jawab mereka, “ iya tentu saja”, lalu Prof bertanya ,” kalian sudah sholat Isya’ ?”, jawab mereka belum , lalu Prof katakan ,” sekarang senangkan hati orang tua kalian dengan mendirikan sholat isya’ berjamaah.” Dan mereka pun mau mendirikan sholat , Ketika itu mereka ada yang berpakaian celana pendek dan Prof pun mengeluarkan sarungnya sendiri untuk diberikan kepada anak yang bercelana pendek. Ditanyakan kepada mereka siapa yang bacaan Alqurannya bagus, lalu mereka menunjuk salah satu anak yang akhirnya dijadikan imam dan mulai melakukan sholat berjamaah.

Kita juga kerja atas orang-orang lama atau yang pernah lama dalam usaha da’wah ini kemudian tidak bergerak lagi, ibaratnya seperti roti yang belum matang masih bantat, dibuang sayang, dimakan tidak enak, dan kalau dia kita biarkan maka dapat lebih rusak sebelum ikut dalam usaha ini.

Kerja atas ulama yang perlu dikerjakan :

1. Jangan dalil di depan ulama

2. Jangan targhib

3. Jangan tasykil untuk keluar

Yang dianjurkan

4. Bawa hadiah

5. Minta nasehat

6. Minta do’a

Bagaimana dengan yang menentang?

Maulana Sa’ad ketika di Makkah duduk dalam sebuah pengajian manasik Haji, dan beliau tepat di depan di hadapan ulama yang berceramah, setelah selesai menyampaikan pengajian tentang haji, ulama’ itu mulai menjelek-jelekkan Maulana Ilyas dan usaha da’wah ini, namun Maulana Sa’ad tetap memperhatikan dengan penuh perhatian tanpa berubah raut wajahnya. Selesai majelis Maulana Sa’ad yang ketika itu dengan 2 temannya pun ingin pulang, namun ada khodim (pelayan) ustadz penceramah melihat mereka, dan menduga sepertinya bukan orang Arab, lalu Maulana Sa’ad dan temannya didatangi. Ketika itu Maulana Sa’ad berada di depan dan 2 temannya berada di belakang. Khodim itu bertanya kalian darimana, jawab temannya Maulana Sa’ad, “ kami dari India.”, maka terkejut khodim tersebut lalu bertanya, “kalian kenal dengan Maulana Ilyas.” Lalu dijawab oleh temannya, “ iya dan beliau adalah cucu Maulana Ilyas(dengan menunjuk Maulana Sa’ad).”, khodim itu pun terkejut lagi dan mendatangi Maulana Sa’ad, lalu bertanya, “ Tuan, tuan tadi dengar apa yang dibicarakan ustadz.” Jawab Maulana Sa’ad,” Iya, mulai dari awal hingga akhir aku dengar semua, Masya Allah belum pernah saya dengar pengajian tentang manasik Haji selengkap itu.” (Maulana Sa’ad tidak menyinggung satu hal tentang Maulana Ilyas dan usaha Da’wah), maka khodim itu pun bercerita kepada Ustadz tersebut tentang hal ini. Keesokan harinya ada pengajian ustadz tersebut lagi namun kali ini Maulana Sa’ad agak terlambat sehingga duduknya di beberapa shof (5 shof), ketika Maulana Sa’ad datang maka Ustadz tadi langsung mendatangi Maulana Sa’ad dan menjabat tangannya dan meminta maaf, setelah itu ustadz tadi kembali ke tempatnya untuk menyampaikan pengajiannya dan selesai pengajian tidak lagi menjelekkan Maulana Ilyas dan usaha da’wah ini.

Maka inilah pentingnya kelembutan kita bawa dalam usaha da’wah ini.

Selanjutnya Mubayin menceritakan tentang kepentingan dan keperluan Jord di P jawa pada bulan agustus nanti.

Insya Allah semua niat hadir dalam jord dan siapkan diri kita dan rombongan untuk keluar di jalan Allah SWT.

Kategori:BAYAN Tag:, ,

Bayan Maghrib Musyawarah Jawa Timur 10 Mei 2008

Agustus 5, 2008 5 komentar

Bayan Maghrib

Musyawarah Jawa Timur 10 Mei 2008

Oleh Jamaah India

Tarzim oleh Ulama Madura

Setelah memuji Allah dan memberI salam kepada Rasulullah, maka beliau berkata :

Alhamdulillah Allah SWT telah gerakkan usaha kita dengan taat dan musyawarah. Saat ini umat telah kehilangan sifat taat, padahal Allah SWT telah sembunyikan hidayah dibalik ketaatan. Mulai saat ini hendaknya hidup kita didasari pada ketaatan dan musyawarah.

Di daerah kami ada syaikh Muhammad Yunus yang mengatakan bahwa usaha kita telah pada level di mana baik orang mendukung atau tidak mendukung, tidak akan mempengaruhi usaha da’wah ini, justru orang-orang dalam usaha da’wah ini yang menambah atau mengurangi pengorbanan yang akan mempengaruhi usaha da’wah ini. Maulana Sa’ad katakan “Seseorang tidak bisa mempengaruhi orang lain tapi besar dan kemalasan pengorbanan dia yang akan mempengaruhi diri sendiri”.

Maulana Yusuf katakan “Oleh karena itu setiap 2 tahun sekali kami minta dari setiap Negara untuk datang ke Nizammuddin”. Maka orang-orang bertanya “ mengapa tidak dikirim email atau surat apabila ada arahan lagi ?”, maka beliau katakan “agar kalian tidak bekerja sesuai dengan pemikiran kalian sendiri tidak sesuai dengan arahan musyawarah.”

Maulana Yusuf katakan “hendaknya ada 3 sifat dalam diri kita, 1. Kesatuan hati, 2. Kesatuan fikir, 3. Cara yang betul. Karena dengan 3 sifat itu akan ada pertolongan Allah SWT, hendaknya Da’i mempunyai 1.Ada pengorbanan atas diri, harta dan waktu, 2. Menangis dan berdo’a kepada Allah SWT”

Hendaknya Da’i memikirkan dan mengusahakan kehidupan Rasulullah SAW dan kehendak Allah SWT. Allah SWT hantar para Nabi dan Allah SWT tidak berikan secara material. Rasul SAW sejak bayi telah ditinggal Ayahnya dan Ibunya, bahkan kakeknya yang merawatnya pun beberapa tahun kemudian wafat.

Belajar sejarah Nabi agar kita tahu apa yang dibutuhkan dalam usaha da’wah ini. Ketika Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah r.ha yang mana orang kaya dan Rasul pun bisa hidup menjadi orang kaya seperti lainnya, tapi setelah diangkat nabi semuanya diinfakkan. Kehidupan Rasul setelah baligh(sebelum diangkat menjadi Nabi) maka Rasul telah mengetahui apa yang dikerjakan di sekitar ka’bah misal Zina di dalam Ka’bah. Thowaf telanjang, mabuk , judi dll, maka Rasul pun saat itu memikirkannya dan Rasul pun pernah mengumpulkan 40 orang tentang masalah ini tapi dari 40 orang ini tak punya risau sama sekali. Maka Rasul menyendiri di Gua Hira’ selama +- 40 hari berdo’a dan memikirkan masalah ini shingga Khadijah r.ha mengirimkan makanan ke Gua Hira’, dan tak satupun orang yang ikut. Jadi kita tahu bagaimana Rasul mulai usaha da’wah ini. Setelah diangkat menjadi Rasul, dari 40 orang hanya satu yang ikut Rasul untuk jalankan usaha da’wah.

Ketika itu dalam Gua Hira’ datang malaikat Jibril dengan bentuk aslinya yang mana sayapnya sangat besar dan luas, dan tubuh yang sangat besar dan tinggi. Dan Rasul ketika itu pun ketakutan, tapi Allah SWT berikan ketenangan dan Jibril pun memerintahkan Iqro’ 3x dan didekap dengan badan sebesar itu. Maka kata Masyaikh dalam membaca hadits hendaknya dibaca 3 x.

Itulah langkah pertama Allah SWT mulai jalankan usaha da’wah ini dan Rasul pun pulang ketakutan dan bertemu istrinya dan diberikan hidayah untuk masuk islam. Maka kita singkirkan pikiran kita bahwa untuk jalankan ini usaha butuh kekayaan, pemerintahan, jumlah yang banyak dan lainnya, tapi hendaknya kita pikir usaha ini dapat jalan hanya dengan pertolongan Allah SWT. Yang pertama Rasul pun habiskan kekayaan Rasul sampai habis hingga wafat tanpa apapun.

Selama umat ini merasa tidak memiliki kekuatan apapun maka Allah SWT akan berikan keselamatan, seperti angka nol (0) yang tidak ada nilainya apabila ditambah angka (1) akan menjadi 10, maka apabila semua yang hadir di sini merasa menjadi nol maka sudah cukup untuk dunia.

Maka setelah diangkat menjadi Rasul, Rasul bilang ke istrinya mulai saat ini tidak ada istirahat selepas hari ini.

Apabila umat ini tidak sanggup meninggalkan ketenangan atau istirahat maka Allah tidak akan turunkan angin hidayah.

Dikatakan Masyaikh apabila semua orang di dunia ini keluar 4 bulan tidak akan bisa hilangkan kebatilan, baru yang bisa menghancurkan adalah hati / perasaan yang ada dalam hati kita, karena kita belum bisa hancurkan kebatilan yang ada dalam hati kita.

Bagaimana Rasul mulai usaha da’wah ini, dimulai dari keluarga yaitu Rasul pun habiskan semua hartanya, dan harta keluarganya sehingga anak-anak beliau menangis sehingga Khadijah r.ha menangis, tapi bukan karena harta habis, tetapi karena anak-anaknya menangis (mubayin mau menangis). Mubayin bertanya ,”apakah ada yang bisa menghancurkan kekuatan Allah ?” jawab hadirin, “Tidaaak”, lalu beliau berkata “ lalu mengapa kalian takut lakukan pengorbanan? Sebagaimana tidak ada yang bisa hancurkan kekuatan Allah maka begitu juga tidak ada yang bisa hancurkan yang ikut dalam usaha da’wah.

Maka orang kafir pun memutuskan hubungan dengan umat islam dan menuliskannya di depan ka’bah, bahwa kami(orang kafir) putus hubungan dengan Muhammad dan pengikutnya, tapi Rasul katakan kepada pamanya hendaknya dituliskan Allah dan RasulNya saja. Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullaah, jadi nama Nabi berada di tengah-tengah Allah, sehingga tidak ada satupun kekuatan yang dapat menghancurkan Rasul. Maka orang yang hidup mencontoh nabi, maka tidak ada satu kekuatan batil pun yang akan menghancurkan kita, maka perlu kita hidupkan sunnah Rasulullah SAW yaitu 3 perkara Siroh, Suroh dan Syariroh. Alhamdulillah suroh dan siroh sudah sedikit demi sedikit kita mulai mencontoh nabi, tapi dalam syariroh kita masih jauh, kita masih ada pikir bagaimana ikut usaha da’wah tapi tidak rugi perdagangan kita, biar tidak hilang dunia kita dll.

Maka usaha ini adalah usaha Rasulullah SAW maka harus dengan cara Rasulullah SAW, jangan sampai kita ingin usaha ini tapi ingin hidup seperti orang kafir. Kita harus korban seperti Rasulullah SAW. Dan ini tidak hanya Rasul saja tapi juga sahabat beliau. Dalam peperangan khaibar 3 bulan Rasul dalam rumah tidak nyala api. Mubayin bertanya, “ Coba kita buktikan sekarang orang islam mana yang ada yang 3 bulan tidak nyala api dapurnya?” hadirin menjawab, “Tidak”, beliau lanjutkan lalu mengapa takut jalankan usaha da’wah.

Sampai di Madinah, masjid Nabawi 4 tahun tidak nyala lampu, lalu bagaimana kehidupan Rasul dan para sahabat. Satu shof shalat berjamaah pingsan semua dan itu selama 23 tahun tidak 40 hari, 4 bulan. Maka sampai akhir hayat pun di rumah Rasul pun tidak ada lampu yang menyala. Maka orang pun bertanya kepada A’isyah r.ha tentang hal itu, dijawab kalo seandainya ada minyak di rumah kami maka kami akan minum karena kelaparan.

Pengorbanan bukan 40 hari atau 4 bulan, tapi semua yang kita punya kita korbankan. Bagaimana selepas 13 tahun buat usaha da’wah, kehidupan Rasul dan para sahabat semua telah sempurnakan pengorbanan, baru tahun ke 14 (perang badar) Allah berikan pertolongan. Pertolongan ketika itu Allah turunkan malaikat, maka bagaimana pengorbanan kita untuk agama ini? Sedangkan sahabat selama 13 tahun telah korbankan seluruhnya untuk agama ini.

( Mubayin dengan nada menangis) beliau menyampaikan. Pada peperangan khaibar mendapatkan ghanimah, maka Rasulullah SAW membagi semuanya kepada umat islam dan saat itu istri Rasulullah menunggu untuk mendapatkan makanan, minuman, minyak dan lainnya, tetapi Rasulullah kembali dengan tangan kosong dan ketika itu istri Rasulullah bertanya tentang hal itu maka Rasul katakan saya dikirim ke dunia ini bukan untuk hidupkan dapur keluargaku tapi dapur semua umat islam. Maka kalau kita tidak ikut cara Rasul, maka sulit untuk mendatangkan hidayah dari Allah.

(Mubayin Menangis) maka selepas membentuk jamaah para sahabat diteruskan oleh tabi’in-tabi’in, hingga 4 abad berjalan sehingga muncul ulama-ulama contoh kota bukhoro yang melahirkan Imam bukhari yang mana orang alim saat ini kalo belum ngaji kitab bukhori belum disebut alim, tetapi karena usaha ini begitu ditinggalkan secara ijtima’I dan beberapa tahun ( 20-25 tahun) yang lalu jamaah dikirim ke bukhoro (di kota dari Rusia), jamaah bertemu dengan seorang nenek. Nenek ketika itu melihat jamaah berpikir bahwa jamaah ini adalah orang islam dilihat dari penampilannya berjubah dan bersurban, nenek itu pun bertanya apakah jamaah bawa Alquran, ketika itu jamaah tidak membawa Alquran karena ditinggal di Masjid. Lalu nenek itu pun minta supaya besok dibawakan Alquran ke rumahnya. Maka besoknya jamaah datang ke rumahnya dan ternyata nenek itu telah menunggu di depan pintu. Jamaah dipersilakan masuk dan langsung nenek meminta untuk diperlihatkan Alquran. Maka setelah jamaah memberikan Alquran kepada nenek tersebut, nenek menangis karena diberikan kesempatan untuk melihat Alquran selama masih hidup dan bahkan dia berjanji barang siapa yang memperlihatkan Alquran kepadanya maka dia akan memberikan kotak yang berisi seluruh perhiasan dia. Lalu diambillah kotak tersebut untuk diberikan kepada jamaah.

Hadirin inilah apabila da’wah ditinggalkan secara ijtima’I, di kota Bukhori dulu yang keluar ulama’-ulama’ tapi sekarang untuk melihat Alquran saja susah.

Maka hadirin hendaknya kita merasa kasihan kepada seluruh umat, binatang saja kalo ada yang jatuh ke api orang kafir pun ingin menyelamatkannnya lalu bagaimana kalo manusia yang jatuh ke api neraka.

Apakah ada pikir lain dari Rasul kecuali untuk menyelamatkan umat ini dari api neraka.

Alhamdulillah Allah SWT telah berikan taufiq kepada Maulana Ilyas untuk memikirkan umat ini, ia pergi haji ke Baitullah menangis merisaukan umat ini dan berdo’a kepada Allah agar diberikan solusinya, hingga setelah pulang dari haji beliau terus menangis dan berdo’a seperti itu juga, berhari-hari dalam keadaan seperti itu hingga istrinya bertanya, “ wahai suamiku ada apa? Kenapa engkau menangis seperti ini ?” jawab beliau kalau saja ada dua orang yang menangis maka Allah SWT akan turunkan hidayah. Akhirnya kedua kalinya beliau pergi haji dan terus berdo’a sehingga mendengar suara kembalilah dan kerjakan usaha ini. Sehingga beliau bertanya kepada ulama’-ulama’ di Madinah bagaimana ini saya tidak sanggup jalankan usaha ini, tapi kata ulama’ di Madinah jalankanlah karena bukan kamu yang akan menjalankannya tetapi usaha kamu yang diterima. Sehingga sampai beliau di rumah semua kekayaan yang beliau miliki dikorbankan dan istrinya pun diceritakan tentang pengorbanan Fatimah, Khadijah dan sahabiyah-sahabiyah lainnya r.anhum, sehingga istri beliau pun menyerahkan seluruh hartanya sehingga usaha ini tersebar sampai ke seluruh dunia.

Maka ini 1 orang saja bisa buat perubahan ke seluruh dunia, maka apabila 10 orang saja di Indonesia atau di P jawa atau di Madura ini buat pengorbanan yang sam a maka akan cukup untuk merubah dunia ini.

Allah SWT letakkan pondasi usaha ini mulai dari Nabi Ibrahim yaitu pengorbanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar hingga dapat berdiri Baitullah sehingga semua orang sampai saat ini berkunjung ke Ka’bah. Sama dengan perang Tabuk yang saat itu harus meninggalkan kurma yang akan panen, maka saat ini orang pergi haji akan pulang dengan membeli kurma Madinah. Begitu juga dengan Maulana Ilyas yang membuat jamaah dengan kekurangan makanan sehingga saat ini jamaah pun tidak pernah kelaparan lagi.

Sekarang jangan lihat dulu korban Nabi, tapi Maulana Ilyas yang mana beliau korbankan hingga kelaparan, sehingga saat ini orang ribuan datang ke rumahnya dapat makan terus.Mubayin bertanya, “ Darimana ini ?”, jawab hadirin, “ dari khasanah Allah”,mubayin melanjutkan, “ lalu apakah khasanah Allah hanya untuk rumah beliau ?”,jawab hadirin, “ tidak”, lanjut beliau lagi,”lalu mengapa kalian takut berkorban.

Mubayin bercerita tentang permisalan datangnya rejeki Allah, kita mengangap saat ini apabila kita memasang kran seperti perdagangan, kantor, pertaniaan adalah tempat untuk mengalirkan rejeki, namun jawab beliau sesungguhnya kita ini mempersempit aliran rejeki dari Allah. Maka kalau kita tidak meninggalkan ini kran-kran maka rizki Allah akan sulit mengalir. Di kubur akan ditanya siapa Tuhanmu, kalau kita tidak melepas itu kran makan akan susah untuk menjawab. Kita akan menjawab toko yang memelihara saya, anak akan menjawab bapak yang memelihara saya, istri akan menjawab suamiku yang memelihara saya.

Oleh karena itu semua siap untuk melepas kran????

Diawali dengan korban selama 4 bulan ,…. Insya Allah. (Tasykil).

Kategori:BAYAN Tag:, ,