Arsip

Archive for the ‘MUDZAKAROH’ Category

Zuhud

November 4, 2009 2 komentar

Aku tahu, rezekiku….
Tak mungkin diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang

Aku tahu, amal-amalku…
Tak mungkin dilakukan orang lain
Maka aku akan sibukkan diriku untuk beramal

Aku tahu, Allah selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Allah..
Mendapatiku melakukan maksiat

Aku tahu, kematianku menantiku
Maka aku persiapkan bekal untuk..
berjumpa dengan Rabb-ku…

(Hasan Al Basri)

Kategori:MUDZAKAROH

Demi Masa

September 8, 2009 2 komentar

Demi Masa. Sesungguhya setiap manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. (Qs. Al Ashr. 1-3)

Sungguh sudah menjadi kebiasaan yang mulia para sahabat Rasulullah SAW, mereka menghiasi majelis-majelis mereka dengan membaca surat Al Ashr. Karena surat ini begitu penting untuk dipelajari, direnungi, dipahami dan diamalkan untuk keselamatan manusia dunia dan akhirat. Sungguh surat ini begitu penting sehingga imam Syafi’i rah. mengatakan seandainya satu orang itu paham satu surat ini saja maka sudah cukup untuk menjadi asbab kebahagiaan dunia dan akhirat.

Surat yang mulia ini dimulai dengan “Demi Masa“. Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk merenungi memikirkan makhluk Allah yang namanya “masa”. Masa yang lalu, masa yang sekarang, dan masa yang akan datang. Kalau kita merenungi masa yang lalu, maka kita pasti membuat kesimpulan bahwa kita ini dulunya tidak ada, beberapa tahun yang lalu kita tidak ada, kemudian diadakan oleh Allah SWT, diciptakan oleh Allah SWT kemudian dihantar oleh Allah SWT ke muka bumi ini. Kita datang ke dunia ini bukanlah atas program kita, bukan pula program orang tua kita, kakek-kakek nenek-nenek kita. Kita datang ke dunia ini atas program Allah SWT, atas kehendak Allah SWT bukan atas kehendak kita. Maka kita perlu merenungi untuk apa Allah SWT mendatangkan kita ke dunia ini.

Hari ini semua manusia sibuk berpikir apa mau saya, apa mau saya, apa mau saya ?, apa mau keluarga saya ?, apa maunya masyarakat saya ?, apa maunya pemerintah saya ?, apa maunya ini ?, apa maunya itu ? sampai sedikit sekali manusia yang berpikir apa maunya pencipta saya ? apa maunya Allah SWT sehingga menghantar kita ke dunia ini.

Seluruh para Nabi dan Rasul telah dikirim oleh Allah SWT untuk memberitahu kepada manusia ini bahwa manusia dikirim ke dunia ini untuk diuji oleh Allah SWT. Siapakah orang-orang yang betul-betul beriman kepada Allah dan taat kepada Allah, melaksanakan agama Allah SWT dan siapa yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mengamalkan agama Allah SWT.

Cerita seorang manusia ini tidak akan ada habisnya sebelum sebagian manusia masuk surga, sebagian manusia masuk neraka. Apapun yang terjadi jangan sampai kita punya kepahaman sudah selesai sudah sukses. Kalaupun kita menjadi orang yang paling kaya, paling sehat, paling berkuasa di dunia ini, itu belum selesai ceritanya, belum sukses. Kesuksesan yang sebenarnya apabila kita masuk ke dalam surganya Allah SWT. Barang siapa dijauhkan dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka itu adalah kesuksesan, sedangkan kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang menipu belaka.

Mengingati masa yang lalu,maka mengingatkan masa yang akan datang. Hasilnya, kita memahami sekarang ini bahwa kita ini dalam suatu perjalanan, kalau kita mengamalkan agama Allah SWT maka perjalanan hidup kita ini betul-betul perjalanan hidup yang sangat indah, perjalanan menuju surga Allah SWT. Apapun keadaan kita, apakah kita orang kaya maupun miskin, orang sehat maupun sakit asalkan kita ini dalam perjalanan menuju ke surga maka ini adalah perjalanan yang sangat indah. Apapun keadaan kita tetapi kalau perjalanan menuju neraka Allah SWT maka ini adalah perjalanan yang sangat mengerikan.

Mengingati masa yang lalu mengingatkan dosa-dosa kita yang telah lalu, kemudian kita merenung apakah Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa kita yang lalu. Mengingati masa yang akan datang apakah kita akan di adzab oleh Allah SWT, dimurkai oleh Allah SWT karena dosa-dosa kita. Maka timbul penyesalan, timbul taubat, taubat yang sebenar-benarnya.

Mengingati masa yang lalu, mengingatkan kebaikan-kebaikan kita yang telah kita buat. Tetapi kalau kita teliti kebaikan-kebaikan kita ini pun bercampur aduk dengan keburukan-keburukan pula sehingga timbul kekhawatiran apakah kebaikan-kebaikan kita ini akan diterima oleh Allah SWT, maka timbul harapan dan takut kepada Allah SWT, memohon kepada Allah SWT supaya kebaikan-kebaikan kita diterima oleh Allah dan keburukan-keburukan kita diampuni oleh Allah SWT.

Kemudian Allah berfirman “sesungguhnya manusia ini berada dalam kerugian“. Siapa saja dalam kerugian, orang miskin maupun orang kaya, pejabat maupun rakyat , orang sehat maupun orang sakit, semua dalam kerugian. Karena mereka semua akan kehilangan. Orang sehat pasti akan kehilangan kesehatannya, orang kaya sebentar lagi pasti akan meninggalkan kekayaannya, seorang raja pasti akan meninggalkan kerajaannya.

Dunia ini bukan satu ukuran kesuksesan, semua akan kita tinggalkan. Maka seluruh manusia dalam kerugian, “kecuali orang-orang yang beriman”, apakah manusia beriman tidak akan kehilangan kekayaannya ?, apakah orang yang beriman tidak akan kehilangan jabatannya ? meraka akan kehilangan semuanya juga. Tetapi akan diganti oleh Allah SWT dengan kekayaan yang tidak ada batasnya, kekayaan di surga Allah SWT. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, maka kalau memberikan pahala juga Maha Besar. Sekecil-kecilnya pahala di surga seperti dunia dengan segala isinya di kali 10 kali lipat. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, oleh karena itu adzab Allah juga Maha Besar kalau dikumpulkan seluruh kesusahan yang di dunia ini, tidak ada artinya dibandingkan dengan satu kesusahan yang akan diderita oleh orang yang tidak beriman di neraka Allah SWT. Semua orang akan rugi kecuali orang-orang yang beriman. Tetapi orang beriman ini pun akan rugi juga kecuali kalau dia merubah sikap hidupnya, merubah gaya hidupnya, merubah tertib hidupnya, “dengan amal-amal yang sholih”.

Amal-amal yang sholih itu maksudnya bagaimana ? yaitu amal yang sesuai dengan keimanan kita. Sholih dalam bahasa arab maknanya adalah “yang sesuai“. Kalau orang itu beriman kepada Allah SWT, maka kehidupannya disesuaikan dengan imannya kepada Allah SWT. Sehingga dimana saja senantiasa dia mengingati Allah, tunduk kepada Allah, takut kepada Allah, mengagungkan Allah SWT. Tidak ada yang diminta selain Allah, tidak ada yang diagung-agungkan selain Allah, tidak ada yang disembah selain Allah SWT. Berdiri mengingat Allah, duduk mengingat Allah , berbaring pun ingat kepada Allah SWT. Kalau dia di pasar sebagai pedagang juga tetap ingat kepada Allah karena saya juga tetap hamba Allah walaupun di pasar. Kalau di kantor pun juga tetap ingat kepada Allah karena di kantor pun kita tetap hamba Allah, walaupun jadi raja pun kita statusnya tidak akan berubah tetap menjadi hamba Allah. Mulai dari ujung kuku, sampai ujung rambut adalah ciptaan Allah SWT, hamba Allah SWT 100%. Maka walaupun jadi apapun tetap taat kepada Allah, ingat kepada Allah, tunduk kepada Allah, mencintai Allah SWT, mengagungkan Allah SWT.

Iman kepada yang mulia nabi Muhammad SAW, merubah sikap kehidupan kita, sehingga siang dan malam yang kita pikirkan adalah bagaimana mengikuti jejak beliau yang mulia dalam seluruh seluk beluk kehidupannya. Baginda Nabi adalah utusan Allah, beliau adalah sayyidul anbiya wal mursaliin, pimpinan dari seluruh Nabi, seluruh Rasul. Tidak ada kesuksesan, tidak ada kejayaan selain mengikuti beliau saja. Baginda Nabi Muhammad kata para ulama adalah seperti orang yang “melek(melihat)”, sedangkan seluruh umat ini adalah seperti orang-orang yang buta. Buta, umat ini buta tidak tahu bagaimana keadaan surga, bagaimana keadaan neraka, bagaimana keadaan kubur, bagaimana keadaan masa-masa yang akan datang, semua manusia adalah buta yang tahu hanya para Nabi, yang terakhir adalah yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Maka kalau kita ingin selamat yang sebenar-benarnya, selamat yang abadi hanya ada dalam satu jalan yaitu mengikuti beliau Nabi Muhammad SAW. Kehidupan diri kita, kita sesuaikan dengan kehidupan beliau.

Berbicara mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW sangatlah panjang. Beribu-ribu kitab, berpuluh-puluh ribu kitab telah ditulis oleh para ulama mengenai kehidupan yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Tetapi kehidupan Nabi Muhammad SAW ini diringkas dalam satu kalimat saja yaitu beliau diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rahmatan lil alamin, menyayangi umat seluruh alam. Bagaimana beliau menyayangi umat ini ? ini pun ceritanya sangat panjang sekali. Tetapi beliau memulai menyayangi umat ini dengan mengajak umat ini kepada Allah SWT, mengenalkan umat ini kepada Allah SWT yaitu dengan da’wah ilallaah. Beliau menyayangi umat dengan da’wah kepada Allah, inilah sayang yang sebenarnya. Kalau kita berkhidmat kepada umat siang dan malam, seluruh pengorbanan kita buat untuk umat ini, tetapi kita tidak ajak mereka ke jalan Allah, tidak kita ajak mereka menuju surga Allah maka tetap saja kita ini adalah orang-orang yang kejam. Karena kita membiarkan umat ini berbondong-bondong menuju malapetaka yang kekal abadi yang selama-lamanya yaitu neraka Allah SWT. Orang itu bisa dikatakan sayang kepada seseorang kalau dia mengajak orang itu menuju Allah, mengajak orang itu menuju surga Allah, mengajak orang itu menuju ridho Allah, barulah ini namanya sayang yang sebenarnya. Barangsiapa yang sayang kepada umat maka akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Iman kepada Alqur’an menjadikan kita senantiasa mementingkan ilmu-ilmu agama. Ilmu dari Allah SWT yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul. Hari ini umat siang dan malam belajar ilmu yang bersumber dari otak manusia sampai lupa mempelajari ilmu yang dari Allah, Pencipta seluruh otak manusia. Dihabiskan umurnya siang dan malam untuk mempelajari ilmu mengenai dunia yang hanya 60-70 tahun ini. Tetapi lupa mengenai ilmu akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.

Iman kepada malaikat menjadikan kita ada keinginan dan gairah untuk hidup yang suci. Karena diri kita senantiasa berkumpul dengan makhluk-makhluk suci, yang senantiasa taat kepada Allah SWT. Kanan kiri kita, depan belakang kita dipenuhi dengan para malaikat yang memiliki tugas masing-masing.

Kemudian iman kepada negeri akhirat menjadikan pikir kita berubah, cita-cita kita adalah kemuliaan akhirat. Harta kita yang sebenarnya adalah harta yang ada di akhirat, pangkat kita yang sebenarnya adalah pangkat di akhirat. Pangkat-pangkat yang ada di dunia ini bukanlah pangkat yang sebenarnya, pangkat yang sebentar lagi semua akan hilang. Istri yang sebenarnya adalah istri yang bisa berkumpul di akhirat. Anak kita yang sebenarnya adalah anak yang bisa menjemput kita di surga Allah SWT. Teman-teman kita yang sebenarnya adalah teman yang nanti ada manfaatnya di akhirat. Teman-teman yang hanya untuk dunia sebentar lagi semua akan berpisah. Teman yang mengajak kita kepada akhirat itulah teman yang sebenar-benarnya.

Iman kepada takdir Allah SWT merubah sikap hidup kita sehingga tidak mengungkit-ungkit perkara-perkara yang telah lalu. Senantiasalah kamu minta tolong kepada Allah SWT dan jangan kamu menjadi lemah, tetapi kalau datang perkara-perkara yang menyusahkan kamu janganlah kamu mengatakan “seumpama, seumpama”, tetapi katakanlah apa yang ditakdirkan oleh Allah pasti terjadi juga. Karena kata-kata “seumpama, seumpama” itu membuka pintu setan dalam hati kita.

Inilah maknanya amal sholih, amal yang sesuai dengan keimanan kita.

Setelah iman dan amal sholih, kita masih dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan “saling menasihati dalam kebenaran“, membuat suasana saling mengingatkan menjalankan kebaikan, menjalankan yang haq, membuat suasana da’wah. Suasana mengajak manusia kepada Allah SWT, suasana mengajak manusia untuk menyiapkan dirinya untuk membangun akhiratnya, untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhannya yaitu da’wah. Walaupun orang sudah iman, sudah amal sholih tetapi kalau tidak ada da’wah maka dia ini dalam kerugian juga. Apa ruginya? karena seluruh keburukan-keburukan yang terjadi di dunia ini kalau orang tidak mau da’wah, tidak ada kerisauan, tidak ada keprihatinan, tidak pernah wajahnya memerah karena memikirkan umat maka dia pun dapat bagian dari dosa-dosa yang terjadi di dunia ini. Tapi sebaliknya kalau ada orang ada kerisauan kepada umat, ada pikir atas umat, menyayangi umat, usaha memperbaiki umat, maka justru ketika keburukan-keburukan yang terjadi di seluruh dunia ini, ketika tambah keburukan dia tambah sedih, tambah menangis, tambah usaha untuk perbaikan maka dia terus mendapatkan tambah banyak lagi pahala, tambah banyak lagi derajat di sisi Allah SWT.

Setelah iman, amal sholih dan da’wah, manusia dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan yang terakhir, yaitu “saling menasihati dalam kesabaran“, membuat suasana saling pesan untuk tabah, untuk sabar. Hal ini dilengkapi dengan ayat lain yaitu saling menasihati untuk bersabar dan saling menasihati untuk saling menyayangi satu sama lain.

Perkara iman, amal sholih, da’wah dan sabar. Inilah ciri khas kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah, kehidupan yang dicintai oleh Allah, yang diridhoi oleh Allah. Kehidupan inilah yang kita minta setiap kita sholat. Kita mohon kepada Allah SWT supaya kehidupan kita dituntun oleh Allah SWT sehingga kehidupan kita mengikuti kehidupan orang-orang yang diridhoi oleh Allah, dicintai oleh Allah , kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah SWT. Para Nabi dan Rasul itu keadaan dzohirnya bermacam-macam keadaan tetapi semuanya mereka ada iman , amal sholih, da’wah dan sabar. Ada Nabi yang dia ini seorang petani yaitu Nabi Adam as, tapi bukan petani biasa, petani yang senantiasa memikirkan agama, taat kepada Allah SWT, dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang raja yaitu Nabi Sulaiman as, tapi bukan raja biasa, raja yang pikirnya siang dan malam mengamalkan agama Allah dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang tentara yaitu Nabi Daud as, tentaranya raja Qoluth ra. Tetapi bukan tentara yang biasa tetapi tentara yang taat kepada Allah dan mengajak orang kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang peternak yaitu Nabi Ibrahim as, tapi peternak yang taat kepada Allah dan siang malam mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang tidak punya apa-apa, yaitu Nabi Isa as. Tetapi walaupun tidak punya apa-apa di dunia ini, tetap siang dan malam taat kepada Allah SWT dan mengajak manusia kepada Allah SWT.

Maka bagaimana nanti ketika kita sholat kalau kita sudah berdoa “ihdinash shiroothol mustaqiim, shirootholladziina an’amta ‘alayhim…”, kita bayangkan mohon kepada Allah , yaa Allah ubahlah kehidupan kami, arah pikir kami, tertib hidup kami sehingga mengikuti jejak jalan baginda Nabi Muhammad SAW. Baginda Nabi Muhammad adalah sayyidul anbiya, maka beliau memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Nabi-nabi yang lain. Dan umatnya juga memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Diantaranya adalah baginda Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh alam, memikirkan umat seluruh alam, maka umatnya pun diperintahkan oleh beliau untuk mengikuti jejak beliau memikirkan umat di seluruh alam juga.

Maka bagaimana kita berpikir sama-sama, bagaimana kehidupan kita, kehidupan keluarga kita, tetangga-tetangga kita, teman-teman kita dan umat seluruh alam semuanya kembali kepada kehidupan yang diridhoi oleh Allah, kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan taat kepada Allah dan kehidupan mengajak manusia kepada Allah. Dan apa hasilnya ?, di dunia akan diberkahi oleh Allah, kehidupan kita akan diperbaiki oleh Allah.

Kehidupan umat islam saat ini, asbab materi begitu banyak. Tetapi tambah hari tambah mengeluh, tambah banyak kesusahan, tambah banyak masalah yang dihadapi oleh umat islam dari segala arah. Bukan karena asbab-asbab materi yang kurang tapi keberkahan yang kurang dalam kehidupan umat islam. Karena apa ?, karena agama tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh, apabila agama diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka Allah SWT akan beri keberkahan dalam kehidupan kita di dunia ini, memudahkan kehidupan kita di dunia ini, dan begitu juga sebentar lagi kita akan mendapat panggilan untuk menghadap Allah SWT, untuk berteman dengan para Nabi dan Rasul, para shiddiqin, para sholihin dan para syuhada. Sebentar lagi, entah itu besok atau lusa, entah pagi atau sore hari kita akan mendapat panggilan dari Allah untuk berjumpa dengan Allah, berteman dengan baginda Nabi Muhammad SAW, berteman dengan para Nabi, berteman dengan para sahabat, berteman dengan wali-wali Allah dalam kehidupan yang memuaskan yang kekal abadi selama-lamanya, bahagia abadi selama-lamanya itulah cita-cita orang beriman.

(diambil dari khutbah jum’at ustadz Uzairon dalam ijtima serpong 2008)
Insya Allah hadirkan niat dalam diri kita.
Baca selanjutnya…

Kategori:MUDZAKAROH

Saya Petugas PLN “=” Saya Petugas Allah

Agustus 28, 2009 1 komentar

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda , “Sesungguhnya kalian berada pada zaman, yang jika diantara kalian meninggalkan sepersepuluh dari yang diperintah Allah, niscaya kalian binasa. Kemudian akan datang suatu zaman, siapa diantara mereka yang mengamalkan sepersepuluh dari apa yang diperintahkan, niscaya akan selamat.” (Tirmidzi – Misykatul Mashobih, hal 64).

Ini merupakan sedikit mudzakaroh dengan Amir jama’ah gerak dari Papua tentang amalan maqomi yaitu 2,5 jam silahturahmi setiap hari.

Amir katakan kenapa banyak pekerja da’wah yang malas atau takut untuk buat 2,5 jam silahturahmi, apalagi kalau yang akan didatangi adalah preman kampung, seorang pejabat, orang kaya, seorang ustadz, tokoh masyarakat, atau bahkan presiden ?. Maka karena kita belum bisa merasa seperti petugas PLN, lho kok ?

Amir bilang, “Coba lihat petugas PLN, dengan senang hati dia akan memasuki semua rumah yang menjadi tugasnya, tidak pandang bulu apakah itu rumah orang miskin atau orang kaya, rumah pejabat atau rakyat, rumah preman atau rumah ustadz, rumah presiden atau rumah umum, semua pasti didatangi untuk mengerjakan tugasnya yaitu mencatat meteran listrik. Dia tidak akan malu-malu karena merasa kalau instansi perusahaan PLN yang mengutusnya.”

Begitu juga seharusnya para pekerja da’wah kita harus merasa bahwa diri kita adalah petugasnya Allah SWT, setelah nabi Muhammad SAW wafat tidak akan ada nabi lagi maka tugas ini telah dibebankan kepada diri kita semua sebagai umat Rasulullah SAW. Tugas kita lebih penting dan lebih mulia daripada petugas PLN yang hanya mencatat meteran listrik (mohon maaf kepada petugas PLN jangan tersinggung ya) yaitu membawa perkara yang haq yaitu Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullaah. Kita juga tidak perlu malu-malu mendatangi rumah pejabat atau orang kaya , karena diri kita ini dihantar oleh Allah SWT untuk seluruh manusia. Dan perlu diingat kekuatan yang mengutus atau menghantar akan bersama dengan orang yang diutus atau dihantar.

Begitulah sedikit yang bisa saya sampaikan. semoga Allah mudahkan kita untuk istiqomahkan buat  2,5 jam silahturahmi setiap hari, serta menambah pengorbanan menjadi 8 jam setiap hari. Amiin

Kategori:MUDZAKAROH

Usaha masturoh (Kerja Da’wah Wanita)

Desember 2, 2008 16 komentar

Alhamdulillah, ini kutipan dari muzkarah masturah dari jama’ah Pakistan tadi malam.
mudah-mudahan Allah azza wa jalla memudahkan kita untuk buat usaha da’wah dengan dukungan dari istri-istri kita. aamiin…

Allah azza wa jalla menjadikan kita umat Rasulullah saw
Ada orang yang beriman dari kalangan laki-laki dana ada yang beriman dari kalangan wanita
Dari saat pertama Rasulullah saw diberikan tanggung jawab da’wah, maka pada saat itu jugalah seorang wanita mengikuti da’wah beliau
Yang paling pertama bersyahadat adalah istrinya Nabi Muhammad saw, Khadijah Al kubra r.ha.
Yang paling pertama bekorban harta untuk agama adalah kalangan wanita yaitu Khadijah Al Kubra r.ha
Yang pertama kali syahid untuk agama adalah dari kalangan wanita yaitu Sumayah r.ha
Yang paling pertama memberikan kabar gembira tentang diterimanya da’wah Nabi Muhammad saw dan mendukung pengorbanan Rasulullah saw yaitu Khadijah Al Kubra r.ha
Ketika detik pertama DA’wah dimulai, maka yang pertama bekorban adalah keluarga Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw berda’wah hingga di lempari tanah dan ludah, maka yang membersihkan wajahnya adalah putrinya, Zainab r.ha.
Ketika Rasulullah saw shalat dan dilempari dengan kotoran unta, maka yang membersihkannya adalah putrinya. Ketika da’wah dimulai, maka Ruqayyah dan Ummu Kultsum r.ha dihadapan Rasulullah saw telah diceraikan oleh para suaminya yang masih kafir.
Ketika seorang Nabi diutus untuk berda’wah dan da’wah mereka dibantu oleh istrinya, maka da’wah berkembang sangat cepat. Tetapi jika mereka berda’wah sedangkan istrinya tidak mengikuti da’wah mereka, maka da’wah akan berkembang sangat lambat bahkan dari keluarga mereka akan ada penentang dari pada da’wah agama.
Nabi Nuh a.s ketika buat usaha da’wah tidak dibantu oleh istrinya, maka da’wah beliau sangat lama waktunya bahkan anaknya sendiri tidak mau menyertai beliau.
Nabi Luth a.s ketika buat da’wah sedangkan istrinya tidak mendukungnya maka istri beliau menjadi seorang penentang da’wah Nabi Luth a.s dan tidak beriman kepada Allah azza wa jalla.
Sebaliknya, Nabi Ibrahim a.s ketika buat da’wah dan didukung oleh istrinya, dimana istrinya buat da’wah seperti juga yang dibuat oleh Nabi Ibrahim a.s maka Allah azza wa jalla telah lahirkan Nabi Ismail a.s yang punya kedudukan tinggi. Bahkan karena istri nabi Ibrahim a.s buat da’wah, maka istrinya sendirilah yang mentarbiyah Nabi Ismail a.s dalam hal agama. Bahkan Allah azza wa jalla telah membanggakannya di dalam Alqur’an dan ajaran Nabi Ibrahim a.s telah diperintahkan untuk kita ikuti hingga sekarang yaitu millah-nya Ibrahim a.s. Ini adalah dikarenakan da’wah Nabi Ibrahim a.s diikuti oleh istrinya sehingga lahir nabi Ismail a.s dan dari keturunan-keturunan beliau lahirlah Nabi Muhammad saw.
Apabila kaum lelaki buat da’wah, sedangkan istrinya tidak dilibatkan, maka ketika suami keluar di jalan Allah azza wa jalla maka sang istri akan mengeluh kepada orang lain bahwa suaminya tidak bertanggung jawab dan sebagainya.
Sebaliknya apabila istri dilibatkan dalam da’wah, ketika sang suami sedang lemah dalam berda’wah, maka sang istri akan menjadi penyemangat bagi suaminya dan akan selalu mendukungnya dalam keadaan susah maupun senang.

maaf, muzakarah nya nggak sampe abis, karena pulang duluan. klo ada yang mengikuti sampe abis, boleh di share….

for rekaman:
http://www.esnips.com/doc/2b500023-3b6c-48b1-be77-2c7080336f19/Bayan-Jamaah-Masturah-Pakistan-%5B20112008%5D
or http://www.esnips.com/web/arifukunsStuff/
bayan = 00:00:00 – 01:31:05
shalat isya = 01:40:05 – 01:52:51
muzakarah masturah = 01:56:38 – 02:12:4

oleh Arif Budiman Al Dumayyi

MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN

Agustus 5, 2008 22 komentar

MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN

Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.

Maksud hidup manusia adalah

1. Manusia diciptakan untuk ibadah

“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )

2. Manusia untuk menjadi khalifah

“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )

3. Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah SAW

“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)

Jika manusia berhasil mewujudkan maksud hidupnya, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan: 20).

Keperluan hidup manusia adalah :

1. Makan Minum

2. Rumah

3. Kendaraan

4. Pakaian

5. Pernikahan

Para sahabat Nabi keperluannya rendah tetapi maksud hidup tinggi. Sementara kita memiliki keperluan tinggi tetapi maksud hidupnya rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keperluan, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan keperluan untuk mendapatkan maksud hidup.

Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan keperluan dan maksud hidup adalah :

1. MAKAN MINUM

Orang kafir : Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat: 15)

Orang beriman :

Makan Minum untuk beribadah agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah SAW maka akan diberi pahala oleh Allah SWT.

Makan Minum untuk Khalifah adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi SAW bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”

Makan Minum untuk dakwah, suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.

Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”

Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”

Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”

Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”

2. PAKAIAN

Orang kafir : tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.

Orang beriman :

Untuk Ibadah yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.

Untuk Khalifah yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan r.a cucu Nabi SAW. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”

Hasan r.a. menjawab,”Ya, Kenapa ?”

Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”

Hasan r.a. berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”

Untuk Dakwah, dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah SAW dan para sahabat.

3. RUMAH

Orang kafir :

Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.

Orang beriman:

Untuk ibadah, Nabi SAW bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”

Untuk Khalifah, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.

Untuk Dakwah, yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu dakwah, ta’lim, ibadah dan khidmat.

4. KENDARAAN

Orang kafir :

Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.

Orang beriman :

Untuk Ibadah, seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dll.

Untuk Khalifah, yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin

Untuk Dakwah, yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi SAW bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah SWT”

Nabi SAW juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu (1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah SWT. (2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah. (3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”

5. PERNIKAHAN

Orang kafir :

Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.

Orang beriman :

Untuk Ibadah, sesuai sabda Nabi SAW, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”

Untuk Khalifah, yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadis,”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”

Untuk Dakwah, yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.

Pesan Bay Wahab untuk umat Muslim

Januari 1, 2008 7 komentar
Assalammu’alaykum wr. wb.
Berikut adalah beberapa pesan yang disampaikan oleh Bay Wahab orang yang telah lama dalam usaha da’wah Rasulullah SAW :

  1. Kita dikirim oleh Allah SWT ke dunia ini dengan umur yang sangat singkat, namun dengan umur yang sangat singkat itu kita diperintahkan untuk mendapatkan dan membina akhirat yang selama-lamanya.
  2. Hendaknya kita jangan merasa menjadi orang indonesia, atau orang jakarta, atau orang pakistan, atau lainnya, tapi hendaklah kita merasa diri kita ini adalah umat Rasululah SAW.
  3. Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang dikirim untuk seluruh manusia seluruh alam hingga hari kiamat, nabi-nabi terdahulu hanya dikirim untuk kaumnya atau negaranya saja, dikatakan kepada nabi Isa as itu ada manusia kufur kepada Allah, tapi nabi Isa as katakan aku tidak diutus kepada orang itu aku diutus hanya kepada kaum bani israil.
  4. Kini Rasulullah SAW telah wafat dan tak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, tapi risalah agama yang dibawa nabi SAW tetap harus sampai ke seluruh alam hingga hari kiamat.
  5. Maka kita sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban untuk meneruskan tugas ini, tugas da’wah menyampaikan agama ke seluruh alam.
  6. Baik yang muda, yang tua, yang sakit, yang sembuh, yang kaya, yang miskin, yang pejabat maupun rakyat, laki-laki maupun perempuan, yang awam atau bodoh maupun yang pintar sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban ini.
  7. Maka sekarang diri kita pertama kali MOHON AMPUN (BERISTIGHFAR) kepada Allah SWT, karena kita telah lupa dan melalaikan tugas ini.
  8. Hari ini manusia menganggap petani adalah pekerjaannya, supir taksi pekerjaannya, pedagang adalah pekerjaannya, bisnis adalah pekerjaannya, padahal kerja umat Rasulullah SAW yang sesungguhnya adalah kerja da’wah.
  9. Maka kita MOHON AMPUN (BERISTIGHFAR) ke pada Allah SWT karena tidak menganggap kerja da’wah adalah pekerjaan kita.
  10. Kita harus merasa kasihan kepada orang amerika, orang eropa, dll yang tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena apabila mereka mati maka mereka akan masuk k edalam kubur dengan 99 ular yang mematukinya sampai hari kiamat selanjutnya akan disiksa abadi di dalam neraka selama-lamanya.
  11. Hendaknya usaha da’wah kita kita niatkan seperti yang Rasulullah SAW niatkan yaitu untuk seluruh alam, dan bawa usaha ini dengan kasih sayang dan hikmah.
  12. Apabila kita niatkan seperti Rasulullah SAW maka do’a kita, bicara da’wah kita, ibadah kita akan mendapatkan pahala seluruh alam.
  13. Mendirikan shalat akan mendapatkan pahala, tapi mengajak orang lain untuk mendirikan shalat akan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.
  14. Apabila kita buat kerja yang sama dengan kerja Rasulullah maka Allah SWT akan berikan pertolongan kepada kita sebagaimana Allah SWT tolong Rasulullah SAW dan do’a kita akan dikabulkan oleh Allah SWT.
  15. Apabila ada orang yang menentang kita dalam usaha da’wah maka sesungguhnya dia bukan menentang kita tapi menentang pekerja da’wah dan oleh Allah SWT akan diberikan 2 keputusan apakah dia akan diberikan hidayah atau dihancurkan oleh Allah SWT.
  16. Maka kita jangan takut kepada siapapun, hendaknya kita hanya takut kepada Allah SWT dan berharap hanya kepada Allah SWT.
  17. Maka kita hendaknya sampaikan kalimat Laa ilaaha illallaah kepada seluruh manusia yang ada diseluruh alam.
  18. Apabila kita perbanyak bicarakan kalimat Laa ilaaha illallaah dan bicarakan kebesaran Allah, buat halaqah-halaqah untuk meningkatkan iman, membicarakan akhirat, surga dan neraka sedetail-detailnya, perbanyak ta’lim tentang keutamaan ber’amal, perbanyak dzikir dan do’a, kemudian baru shalat kita akan mempunyai ruh.
  19. Mari kita sama-sama niatkan dalam diri kita untuk buat kerja yang sama dengan kerja Rasulullah SAW yaitu kerja da’wah sampaikan kalimah iman kepada umat seluruh alam, sampaikan risalah Rasulullah SAW hingga hari kiamat dengan begitu Allah SWT akan tolong kita , Allah SWT akan selesaikan masalah-masalah kita.

Wassalam mu’alaykum Wr. Wb.

Kategori:MUDZAKAROH Tag:, ,