Arsip

Archive for the ‘LAPORAN DA'WAH’ Category

Hope it become my story too

Juli 22, 2011 1 komentar

Masya Allah..Allahu Akbar..Subhanallah..
Bayan Maghrib…Jamaah Mesir…:
Menceritakan kisah pengorbanan keluarga nabi ibrohim as, yang ditinggal bertahun-tahun oleh nabi ibrohim as untuk dakwah, namun Allah jaga dan didik keluarga nabi ibrohim as.
Amsaina ‘alaa fitrotil islaami, wa kalimatil ikhlaasi, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin SAW, wa ‘alaa millati ibroohiima hanifan wa maa kaana minal musyrikiin.
——————————————————————————————————————————————
Lepas hayatussahabah Allah tunjukkan salah satu contoh pengorbanan yang hampir sama, secara langsung. Bertemu dengan Abu Umair beserta anaknya si umair.
Dulu pertama kali jumpa,ketika sedang keluar di jalan Allah selama 20 hari thn 2006 di depok sekitar kampus UI dan sedang gerak di masjid tempat Abu umair tinggal. Waktu itu Umair umurnya sekitar 4 tahun, sekarang dah gede …(lihat anaknya da’i kok gemes ya apalagi kalau anaknya pakai gamis atau jubah dan berpeci atau bersurban, ingin memeluknya, menciumnya dan dibawa pulang..hehehehe). Waktu ketemu di rumahnya ketika itu, biasa kami ingin tahu bagaimana pendidikan iman seorang anak da’i, maka kami tanyakan pertanyaan sederhana secara langsung kepada si umair (coba tanyakan kepada anak sendiri dan anak tetangga bagaimana jawabannya). Ini hasil Tanya jawab dengan Umair.
K : siapa yang beri makan umair ?
U: Allah.
K: siapa yang beri baju Umair ?
U: Allah.
K: siapa yang beri uang Umair ?
U: Allah.
K: siapa yang ciptakan Umair ?
U: Allah.
Masya Allah..Umair sudah dididik dengan benar atas pelajaran imannya, dan perlu diketahui Abu Umair tiap tahun tinggalkan keluarganya keluar di jalan Allah selama 4 bulan, tiap bulan minimal 3 hari, tiap hari minimal 2,5 jam.
Kembali di malam markas kemarin lihat Umair yang tumbuh tampan dan besar seperti abinya(ya pasti mirip abinya lah masak mirip saya) hati ini jadi senang sekali, terasa sejuk melihat mereka.
Bang Ali cerita, waktu makan satu nampan dengan Abu Umair dan si Umair, Abu Umair bicara dan berpesan kepada si Umair.
Abu umair : gimana umair, nikmat kan makan dengan berjamaah?
Umair : iya bi, nikmat.
Abu Umair : Umair, nanti kalau abi meninggal dunia Umair jgn putus hubungan dengan markas ya.
Umair : iya bi.
Kemudian saya pun letakkan alas tidur di samping alas tidur Umair, sambil mijitin kaki si Umair dikit-dikit(hehehe). Selepas itu menjelang mau tidur, Abu Umair berbicara kepada Umair .
Abu Umair : Umair, dunia ini sementara akhirat selama-lamanya, manusia ini akan meninggalkan dunia, dan persinggahan pertama manusia yaitu alam kubur. Ketika meninggal dunia manusia tidak membawa harta, rumah, kendaraan, pangkat, jabatan dsb. Tapi yang di bawa adalah iman dan amal sholih, maka Umair harus berjuang agar memiliki iman dan amal sholih sebanyak-banyaknya.
Umair : Iya bi, (kemudian Umair tanya), Bi itu orang-orang yang tidur di lantai atas siapa bi ?
Abu Umair : Oh itu, yang di lantai dua, itu tempat orang-orang yang mau keluar di jalan Allah selama 4 bulan, Umair nanti juga keluar di jalan Allah selama 4 bulan ya…
Umair : iya bi, kalau abi kapan mau keluar 4 bulan lagi? (hehehehe abinya di taskil padahal Abu Umair itu baru pulang sekitar 3 mingguan dari keluar di jalan Allah selama 4 bulan)
Masya Allah…hati ini mendengar pembicaraan seorang ayah yang da’i dan anaknya, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Kemudian jadi ingat juga sama cerita pak Agus Cipagalo. Pak Agus katakan sesungguhnya mereka yang mencaci kita, menentang kita, begitu melihat tingkah laku atau kehidupan anak2 kita itu mereka merasa iri, karena melihat sopan santun anak kita, ketaatan anak kita, ibadah anak kita, mereka tidak bisa memungkiri bahwa mereka juga ingin seperti kita. Pak Agus ceritakan, suatu ketika anaknya yang masih umur 5 tahun diajak bibinya pergi untuk belanja. Ajiib, ketika adzan anaknya ngotot minta mau sholat dulu di masjid, tapi bibinya(yang belum paham agama) bilang ngotot kamu ini masih kecil gak apa2 sholatnya nanti aja…tapi ajiiibbb anaknya malah nangis sejadi-jadinya pengin sholat berjamaah, akhirnya dengan terpaksa bibinya ngantar dulu ke masjid. Subhanallaah
Semoga Allah SWT, berikan kita semua keturunan yang sholih yang siap untuk menjaga sholat dan keluar di jalan Allah. Sebagaimana do’a nabi ibrohim.
Robbi habli minassholihiin. Robbij’alnii muqiimassholaati wa min dzurriyyatii robbanaa wa taqobbal du’aaaa’.

Iklan
Kategori:LAPORAN DA'WAH

Hari raya yang selama-lamanya

Juli 25, 2010 6 komentar

Pada malam hari raya idul fitri banyak rumah-rumah yang penuh dengan makanan,
anak-anak memakai baju baru, kecuali seorang anak yang ayahnya sedang keluar di jalan Allah.
Anak itu berkata kepada ibunya, wahai ibu dimana ayah, kenapa tidak ada baju baru, kenapa tidak ada makanan. Mendengar pertanyaan anaknya, sang ibu kemudian sholat 2 rakaat, tapi bukan untuk meminta makanan ataupun baju baru, tapi meminta kepada Allah jawaban yang tepat untuk anaknya. Selesai sholat dan berdoa anaknya dipanggil.
Wahai anakku ketahuilah hari ini teman2mu merayakan hari raya mungkin 2 atau 3 hari saja tapi ayahmu sedang mencari hari raya yang selama-lamanya.
Wahai anakku ketahuilah makanan yang dimakan teman2mu mungkin 2 atau 3 hari akan habis atau akan basi tapi ayahmu sedang mencari makanan yang tidak pernah habis dan tidak pernah basi selama-lamanya.
Wahai anakku ketahuilah baju-baju baru yang teman2mu kenakan mungkin 3 atau 4 bulan akan lusuh tetapi ayahmu sedang mencari baju yang tidak pernah lusuh selama-lamanya.
Sang anak bertanya ” dimanakah itu ibu?”, sang ibu menjawab di surgaNya Allah SWT.
Maka sang anak berlari keluar rumah mengatakan pada teman2nya, wahai teman2 ayahku punya hari raya yang selama-lamanya, punya makanan yang tidak akan pernah basi atau habis, punya baju yang tidak akan pernah lusuh.
Maka teman2nya bertanya “dimana itu?” jawabnya di surga Allah SWT.
Maka teman2nya pulang kepada ayah-ayahnya dan berkata “ayah kami tidak mau hari raya 2 atau 3 hari tapi selama-lamanya, kami tidak mau makanan yang cepat basi tapi yang tidak pernah basi, kami mau baju yang tidak pernah usang?”
Ayah mereka bertanya “dari mana ini kalian dapat seperti ini?” kata mereka itu anak yang ayahnya sedang keluar di jalan Allah. Akhirnya satu kampung keluar di jalan Allah. (true story from ustadz adrian)

Kategori:LAPORAN DA'WAH

Sekilas untuk Afrika Selatan

Agustus 27, 2009 1 komentar

Alhamdulillah awal Ramadhan Masjid di kampung saya kedatangan tamu Allah dari Papua dan santri dari Magelang selama 3 hari, tepatnya 4 orang dari Papua dan 7 santri Magelang, hari kedua ada satu orang mahasiswa POLTEK Telkom ikut gabung. Amirnya merupakan orang Sulawesi yang merantau di Papua.

Sedikit laporan dari Amir bahwa beliau pernah keluar ke negeri jauh tepatnya ke Afrika Selatan. Jumlah penduduk muslim waktu itu (ketika Amir sedang khuruj, nggak nyebutin tahunnya) sekitar 2 juta dari semua total penduduk Afrika Selatan. Tapi di sana hidup amalan agama, bahkan shalat subuh bisa mengalahkan shalat jum’at (karena waktu shalat jum’at, banyak yang shalat di sekitar tempat kerjanya, sedangkan subuh semua laki-laki ada di tempat tinggalnya).

Ketika Amir baru di jemput dari bandara dan dihantar ke Markas, setelah tiba di markas Amir tanya ” lho mana masjidnya ?”, kata orang tempatan, ” ya ini di depanmu.”, jawab Amir , ” lho ini kan gereja(ternyata benar gedungnya mirip gereja tapi lambang cross-nya sudah nggak ada).”, orang tempatan bilang, ” sekarang sudah kami beli dan jadi Masjid”. Amir pun melihat sendiri bagaimana di tempat-tempat umum seperti pasar, sekolah, mal, taman kota, dsb, terlihat jelas perbedaan siapa yang muslim dan non muslim, karena orang muslim mengamalkan sunnah berpakaian seperti Rasulullah SAW,  bahkan wanitanya menutup aurat juga bercadar. Amir juga sempat mendatangi Makassar City yang merupakan perjuangan oleh ulama Syaikh Yusuf dari Makassar.

Dan Amir bilang, Afrika Selatan sudah mulai mengirim jamaah negeri jauh ke seluruh negara setiap tahunnya, jadi minimal lebih dari 200 jamaah yang dihantar ke negeri jauh ke seluruh dunia.

Begitulah apabila usaha agama dijalankan maka Allah berikan kekuatan untuk amalkan agama walaupun di negeri kafir, tapi sebaliknya apabila usaha agama ditinggalkan maka akan terasa berat mengamalkan agama walaupun di negeri muslim.

INSYA ALLAH NIAT PERGI KE SELURUH ALAM

Kategori:LAPORAN DA'WAH

Laporan jamaah arab 40 hari 1 mei 2009

Mei 2, 2009 6 komentar

اسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

alhamdulillah, 1 jama’ah dari Jeddah dan Makkah sedang bergerak di Bandung selama 2 pekan. Kemarin Amir nya memberikan bayan di malam markaz. Amirnya bekerja di Saudi Airlines, tapi juga seorang Hafidz 30 juz dan ‘alim. Total jama’ah ada 5 orang.
Alhamdulillah, kerja da’wah di Saudi berkembang pesat walaupun kerja mereka masih tidak terang-terangan seperti di Indonesia terkait dengan pemerintahan disana. Mereka masih dapat mengeluarkan jama’ah 4 bulan dan 40 hari dengan lancar. Jama’ah ini sendiri bergerak 40 hari di Indonesia.
Para ‘ulama disana alhamdulillah senang dengan usaha da’wah. Begitu juga para imamnya. Mereka sudah bersilaturahim dengan Imam As Sudais, Ash Shuraim dan lainnya, dan mereka senang dengan usaha ini. Adik dari pengarang buku Laa Tahzan juga aktif dalam usaha da’wah ini. Sedangkan abangnya (sang pengarang) sudah ada keniatan untuk keluar beberapa hari, tapi belum menjumpai waktu yang pas. InsyaAllah do’akan saja…

Beberapa karguzari dari jama’ah ini [di tarjimkan oleh ust. Husni Cianjur]:

Satu jama’ah dari Mesir dikirim ke daerah pedalaman Sudan. Daerah tersbut hanya bisa ditempuh dengan mengendarai onta. Mereka berjalan hingga memasuki daerah pedalaman tersebut. Dan masyaAllah dan Na’udzubillah, sesampainya di sana, mereka menjumpai beberapa wanita Germany yang telah lama tinggal disana dan bekerja sebagai misionaris. Ajib, wanita-wanita Germany ini sudah tinggal disana sejak lama dan berhasil mengKristenkan hampir seluruh penduduk di daerah tersebut.
Akhirnya jama’ah bergerak di daerah tersebut selama 40 hari. Dan alhamdulillah, mereka berhasil mengislamkan kembali para muslim yang telah murtad tersebut. Gereja yang telah mereka dirikan, berubah jadi Masjid. Sekolah yang di bangun misionaris juga berubah jadi madrasah.
Beberapa pemuda asli diajak oleh jama’ah untuk belajar ke Mesir. Subhanallah, inilah asbab dari kehidupan mereka yang sederhana dan jauh dari kehidupan kota. Kehidupan mereka [yang tinggal di daerah pedalaman Sudan tsb] sangat jauh dari teknologi. Tak ada TV, radio dan sejenisnya. Jual beli masih menggunakan sistem barter dan tak ada mata uang. Para pemuda Sudan tsb memiliki kecepatan hafal yang sangat tinggi. Ketika guru mereka membaca 1 hadits, maka mereka langsung dapat menghafal hadits tersebut. Akhirnya selama lebih kurang 4 bulan mereka telah dapat menghafal banyak hadits. AKhirnya mereka pulang menjadi ulama’ di kampung mereka, Sudan pedalaman tsb.

Salah seorang dari mereka telah berda’wah ke Italy. Ketika itu sedang ada jaula/silaturahim berjama’ah. Pada saat yang lain, seorang dedengkot mafia sedang dikejar-kejar oleh polisi dengan mengendarai mobil. Mafia tersebut lalu melompat dari mobilnya dan menyelinap masuk ke dalam rombongan jaula tersebut. Anehnya, para polisi tersebut tidak menemukan si mafia ini. Maka mafia ini mengikuti jama’ah sampai ke masjid dan duduk dalam majlis. Ketika itu juga dia masuk islam dan bersyahadat dan mengikuti jama’ah tersebut keluar selama 40 hari. Setelah keluar 40 hari, ia langsung berangkat 4 bulan India Pakistan dan Bangladesh.
MasyaAllah, setelah ia pulang dari 4 bulan IPB, ia menjumpai anak buahnya dan mengajak mereka untuk masuk islam. Akhirnya, sekitar 1200an anak buahnya memeluk islam. Dan mereka mendirikan lebih kurang 15 masjid di seluruh Italy.

—————————————————————————

Smoga Allah azza wa jalla menjadikan kita asbab hidayah untuk umat seluruh alam. Menyebarkan rezeki kita ke seluruh alam dan menjemputnya dengan keluar fii sabilillah. Smoga Allah azza wa jalla menerima seluruh pengorbanan kita dan memperbaiki iman dan amal kita. Aamiin…

سبحانك اللهمّ وبحمدك اشهدأن لاإله إلا انت استغفرك واتوب إليك

bayan Jeddah& Makkah:

http://www.esnips.com/nsdoc/1cbc0ab2-5ba9-4f77-9390-aa2dc6dd0f36/?action=forceDL

for Folder:

http://www.esnips.com/web/BAYANMALAMMARKAZ

oleh Arif Budiman

Kategori:LAPORAN DA'WAH

Laporan Jama’ah Pakistan

Desember 9, 2008 1 komentar
وبركاته ورحمةالله عليكم اسلام
إنّ الحمد لله نحمده ونصلى على رسوله الكريم
Marte marte karnahe
Karte karte marnahe
Allah se hotahe
Makhluk se nehi hotahe
(ma’af klo salah tulis krn hanya mengandalkan pendengaran)
Begitulah sepotong muzakarah yang diberikan seorang eng.sipil dari Pakisatan pada hari sabtu(24052008) kemarin, ba’da ashar. Alhamdulillah, triple arif (al lampungi, ad dumayyi dan al makassari) berangkat keluar 1 hari di Masjid Gading Regency. Sebenarnya kita berangkat berempat, tapi satu orang hanya mengantar dan tidak jadi ikut keluar karena ada keperluan mendadak.
Jama’ah Pakistan
Alhamdulillah, sangat senang hati ini dapat keluar bersama jama’ah 1 tahun asal Pakistan ini. Walau kita hanya dapat bergabung dari ashar hingg a isra’ karena mereka pindah masjid dan kami digabungkan dengan jama’ah Margahayu. Dimulai dengan bayan hidayah kang Abdul Ghaffar dan didengari oleh Maulana Ghazali. Masyaallah…
Jama’ah ini cukup sibuk, karena selalu ada orang yang mengajak untuk khususi. Bahkan yang nushrah saja sangat banyak. Dua orang maulana datang, beberapa santri senior Dago juga datang. Orang-orang khawas tempatan juga duduk mendengar bayan.
Beberapa hal yang Alhamdulillah teringat oleh saya:
· Jama’ah France datang keluar ke tempat saya (muhallanya Eng.sipil). diantaranya ada 2 orang yang asli merupakan orang France (muallaf). Maka saya bertanya, “bagaimana anda dapat masuk islam?”. Mereka menjawab bahwa ada 2 orang berjalan hendak pergi silaturahim. Maka saya dan teman saya heran memperhatikan mereka yang berpakaian full sunnah tersebut. Kenapa? Karena ada sinar terang yang menjulang dari langit menuju mereka berdua. Maka ketika mereka kembali ke masjid, kami mengikutinya dan masuk ke dalam masjid. Lalu kami berjumpa dengan mereka dan bertanya siapakah kaian. Maka mereka menjawab bahwa kami adalah orang islam, sedang belajar menda’wahkan agama. Maka diterangkanlah tentang islam dan akhirnya kami pun masuk ke dalam islam pada hari itu.
(muzakarah ashar dengan Eng.sipil, I’m sorry, I’m forget his name)
· Satu jama’ah dari Pakistan (satu orang merupakan teman saya) dihantar ke AfSel. Mereka lalu mendatangi rumah seorang muslim. Pintu rumah si muslim di ketuk. Tetangganya yang beragama nasrani melihat mereka. Ketika muslim afsel itu keluar rumah, maka si tetangga pun ikut keluar rumah. Lalu si nasrani bertanya, “Sedang ngapain kalian?”. Jama’ah menjawab, “kami sedang berda’wah kepada saudara kami”. Maka si nasrani bertanya,” kalau begitu kenapa kalian tidak menda’wah saya?”. Jama’ah menjawab, “kalau anda ingin di da’wah juga, maka dengar kan pembicaraan kami”. Maka si nasrani mendengarkan pembicaraan mereka dengan si muslim afsel tersebut dan akhirnya memeluk islam.
(muzakarah ashar dengan Eng.sipil)
“Intinya, orang untuk masuk ke dalam islam itu sangat mudah, tinggal kita saja yang mau berda’wah atau tidak”, kata si Eng.sipil.
  • Assalaamu’alaikum. Nama saya Muhammad Thalhah, nama antum? Nama saya Arief. Alhamdulillah, kami satu jama’ah dari masjid dihantar oleh Allah swt untuk bersilaturahmi ketempat bapak karena kita bersaudara diikat oleh kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur rasulullah.
Rasulullah saw bersabda, “Anak kunci surga adalah kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kejayaan umat manusia apabila ia mengamalkan ajran agama secara sempurna. Apa itu agama? Agama adalah mengamalkan segala perintah Allah swt dengan cara Rasulullah saw.
Susah, senang, kaya, miskin, tua, muda, kehinaan, kemuliaan, semuanya ada di tangan Allah swt, bukan yang lainnya. RAsululah saw adalah nabi terakhir dan tidak akan dikirim lagi nabi setelah itu. Maka tugas da’wah kenaban ini telah diwariskan kepada kita semua. Maka insyaAllah selepas maghrib nanti akan ada pembicaraan iman dan amal shaleh, maka kami mengajak bapak untuk ikut bersama kami. InsyaAllah banyak manfaat.. insyaAllah.
(muzakarah pembicaraan mutakallim dari Maulana Muhammad Thalhah, after isya)
Selain di markaz, inilah pertama kali saya melihat jama’ah shalat maghrib sama banyaknya dengan jama’ah shalat jum’at. Untuk bayan maghrib dan bayan shubuh mohon ma’af tidak dapat saya ketik, krena bayannya terlalu panjang. Untuk bayan maghrib, maulana Nanang sbg tarjim dan bayan shubuh Pak Abdullah Awang sbg tarjim. Inti dari bayan yaitu:
  • Pentingya kita membuat amalan maqami sungguh-sungguh selama 27 hari di tempatan, dan kita belajar da’wah nabi 3 hari di daerah yang lain.
  • Usaha da’wah merupakan usaha yang gampang. Semua orang dapat melakukannya. Kurikulum untuk orang miskin dan untuk orang kaya juga sama, yaitu mengorbankan harta dan dirinya. Hasil dari kurikulumnya juga sama yaitu hidayah dan perbaikan diri.
  • Tiga hal agar usaha kita dapat diterima oleh Allah azza wa jalla yaitu azzam/niat yang kuat, (yang kedua saya lupa) dan ketiga kita berdo’a mengis kepada Allah swt.
  • Kenapa hari ini da’wah tidak berkembang. Karena adanya sifat malu dalam diri kita. Kita telah salah meletakkan sifat malu ini. Sifat malu ini letaknya apabila kita akan berbuat dosa. Sedangkan untuk da’wah maka yang kita tanamkan yaitu sifat berani.
Institut Pengorbanan Dalam Negri
Alhamdulillah, di Gading Regency, kita bergabung dengan jama’ah plajar dari IPDN. Jumlah mereka ada 8 orang. Yang terkesannya, 8 orang ini terdiri dari 1 orang lama (senior ‘04) dengan 7 junior orang baru, dengan kata lain, 1orang lama membawa 7 orang baru.
Dari IPDN sendiri terbentuk 4 jama’ah pada pekan kemarin. Tiap jama’ah lebih kurang ada 10-11 orang dan hanay jama’ah ini saja yang 8 orang. Tiga jama’ah yang lain terdapat seorang ustadz di dalamnya.
Pada saat muhasabah bayan wafsyi, setiap yang baru mengatakan bahwa mereka sangat senang ketika keuar ini. Dimana biasanya, waktu pesiar/libur digunakan untuk yang tidak bermanfaat, tapi Alhamdulillah sekarang digunakan untuk keluar di jalan Allah swt. Dan mereka semua niat untuk hadir dalam malam markaz dan akan keluar lagi bulan depan.
Satu hal yang sangat berkesan di dalam hati, ketika senior memberikan karguzari ahwal kepada kami. Usaha da’wah di IPDN telah ada sejak lama, tapi mengalami pasang surut. Tapi Alhamdulillah pada akhir 2006, usaha ini mengalami peningkatan kembali hingga saat ini. Dulu, apabila ada yang bersiwak dan kelihatan orang lain, maka segera siwaknya dimasukin ke kantong, karena takut menjadi fitnah. Memakai peci saja merupakan sesuatu hal yang aneh dan kelihatan seperti gembel. Tapi, Alhamdulillah, asbab adanya beberapa praja yang buat pengorbanan dengan sungguh2, maka sekarang keadaan telah berubah. Siwak sudah menjadi pandangan yang biasa, wewangian shalat apalagi, bahkan yang dahulu peci dianggap aneh maka sekarang telah banyak praja yang menggunakan sorban dan memakai jubah. Inti dari semua itu yaitu adanya orang yang buat pengorabanan dengan sungguh2 dan fikir stiap saat.
Pesan Abdul Mughni (aslinya bernama Mugni, tapi ditambah Abdul oleh maulana Thalhah karena Mugni adalah nama Allah swt), senior yang keluar bersama kami, bahwa pentingnya kita ada hubungan dengan halaqah (maklum, kami mengatakan kepada beliau bahwa sudah lama kami tidak ikut musy.halaqah). beliau memberikan sebuah tamsilan, yaitu :
sebuah kapal sedang terombang ambing di tengah laut. Cuaca sangat buruk ketika itu. Maka sang nakhoda memerintahkan anak buah kapal untuk terjun ke laut untuk mengambil harta benda kapal yang jatuh. Tapi ABK tersebut tidak diberikan tali yang terhubung dengan kapal. Maka apabila ABK ini terjun, maka binasalah ia. Tetapi apabila ABK ini diberikan tali yang terhubung dengan kapal, maka apabila ia terjun, dalam keadaan bagaimanapun maka ia akan tetap selamat
Kita ini ibarat ABK tadi, apabila ada tali maka akan tetap selamat dan jika tidak ada tali akan binasa. Maka apabila kita ada hubungan dengan para oang tua dalam da’wah, baik di halaqah, markaz Bandung, markaz Indonesia bahkan hingga markaz dunia, InsyaAllah kita semua akan tetap dalam jalur yang diinginkan. masyaAllah, mudahkan yaa allah…
Semoga Allah azza wa jalla mengistiqomahkan selalu anak2 IPDN dan kita semua yang telah kenal dengan usaha da’wah ini.
InsyaAllah beliau bersama 6 orang yang lain akan lulus pada bulan Juni awal ini dan akan keluar 4 bulan IPB pada akhir Juni nanti. Semua persiapan baik passport dan yang lain telah siap, hanya menunggu wisuda dan tentunya izin dari Allah swt. Dan insyAllah juga, 3 orang dosen mereka akan keluar ke Thailand pada libur kuliah bulan juni nanti. Mari kita do’akan kemudahan bagi mereka dan semoga Allah azza wa jalla juga memilih kita semua… aamiin.
Penutup
Sepertinya karguzari ini sudah terlalu panjang, maka akan saya segera akhiri. Marilah kita para karkun IT Tel bangkit kembali untuk membuat amal maqami dengan sungguh-sungguh lagi sehingga akan datang bantuan Allah azza wajalla dalam kehidupan dunia dan akhirat kita.
Alhamdulillah, kita telah dipilih Allah azza wa jalla
Untuk membuat suatu kerja besar kerja para anbiya
Kerja kita ini masih jauh dari yang diharapkan
Tapi kita berharap, Allah terima kerja kita
Semoga Allah jadikan masjid ini seperti masjid Madinah di zaman Rasulullah saw
Dan insyaAllah kita berjumpa lagi di markaz Reiwind nanti
insyaAllah
–do’a–
(jama’ah Pakistan, pagi hari sebelum berpindah masjid)
oleh Arif Budiman Ad Dumayyi

Laporan Jama’ah Mesir

Desember 9, 2008 1 komentar

Alhamdulillah, ada beberapa orang Mesir sedang berkunjung ke kota Bandung. Salah seorang dari mereka memberikan bayan/penjelasan di masjid Al Madinah, Antapani. Ini ada beberapa hal yang alhamdulillah bisa saya ingat…
Beliau (yang memberikan bayan), pernah setahun yang lalu berkunjung ke beberapa negara eropa, yaitu Perancis, Swiss dan beberapa daerah lain (saya kurang jelas..). Islam sangat berkembang pesat pertumbuhannya di negara-negara Eropa. Setiap hari, belasan hingga puluhan orang memeluk islam di Perancis. Kenapa begitu..? Setiap hari, selepas shalat ashar, para muslim Perancis membawa tikar dan pergi ke perkumpulan-perkumpulan orang Perancis, seperti club-club, taman-taman dan tempat keramaian lainnya. Setelah sampai di tempat keramaian tersebut, mereka membentang tikar tersebut lalu duduk dan membuat majelis ta’lim di tempat tersebut. Setelah membaca beberapa hadits, mereka menutup majelisnya. Setelah itu mereka berpencar dan mengajak orang-orang untuk mengunjungi tikar mereka, baik muslim maupun non muslim. Setelah mereka datang ketempat tersebut, lalu diberikan penjelasan tentang islam dan setelah itu, orang-orang tersebut diajak ke masjid mereka. Yang islam disuruh berwudhu’ dan mengerjakan shalat, apabila belum shalat. Sedangkan yang non-muslim diajak ke suatu ruangan. Setelah muslim tadi selesai sholat, mereka diajak bergabung dengan non-muslim tadi. Setelah itu, semua orang tadi diajak makan berjama’ah di ruangan tersebut, yang telah disiapkan sebelumnya. Dan hal ini dilakukan setiap harinya.

Setiap muslim Perancis, selalu mempunyai rasa cinta yang lebih kepada saudaranya yang lain, baik yang muslim maupun yang non-muslim. Setiap berjumpa dengan saudara muslim, mereka selalu mengucapkan salam. Sedangkan kepada yang non-muslim mereka juga senyum dan mengucapkan salam kebaikan. Lalu beliau bertanya kepada muslim ini, “Kenapa kepada orang non-muslim kalian juga tetap menyapa dengan baik?” Muslim tersebut menjawab, “Saya yakin bahwa suatu saat orang yang saya sapa dan salami nanti akan memeluk islam seperti saya juga.” Orang Mesir ini juga dibawa keliling oleh muslim Perancis ini dan mendatangi sebuah gereja. Seperti kita ketahui, gereja-gereja di Eropa telah banyak kosong tidak didatangi oleh pemeluknya. Maka muslim Perancis ini kembali membentangkan tikar dan membuat ta’lim didepan gereja. Dan mereka juga mengajak orang-orang yang ada digereja untuk duduk dalam majelis ta’lim mereka. Orang-orang gereja tersebut malah senang karena gereja mereka tampak ramai kembali. Maka karena ini dibuat terus menerus, banyak rumah ibadah gereja yang telah berubah fungsi menjadi masjid, walaupun dari luar tampak seperti gereja. Setiap muslim Perancis punya tanggung jawab untuk mengajak muslim yang lain berda’wah. Untuk tahap awal, mereka mendatangi daerah-daerah sekitar Perancis yang belum ada suasana islam. Setelah itu, mereka diajak lagi untuk berda’wah mengunjungi negara-negara sekitar Perancis. Lalu setelah itu, diajak untuk berda’wah mengunjungi negara-negara jajahan Perancis yang ada di Amerika Latin dan Afrika.
Penduduk Perancis sekitar 70jutaan dan lebih kurang 3jutaan adalah muslim. Setengah dari muslim Perancis adalah orang yang dahulunya belum mengenal islam atau kafir. Dan orang Mesir ini mengatakan, jumlah muslim Mesir lebih banyak dari Perancis tapi orang yang masuk islam masih sangat sedikit perkembangannya daripada yang di Perancis.

Hal yang sama juga dijumpai di Swiss. Muslim Swiss sangat baik akhlak mereka baik kepada muslim maupun non-muslim. Mereka mengatakan, sudah lebih dari 5 tahun setelah peristiwa WTC, tidak ada lagi negara-negara muslim yang berkunjung kenegara kami. Padahal kami sangat mengharapkan kunjungan-kunjungan negara muslim untuk berda’wah ke negara kami.

Apabila da’wah dibuat, maka orang-orang kafir akan berbondong-bondong memeluk islam (seperti di Perancis dan Eropa).
Tapi, apabila da’wah ditinggalkan, maka orang-orang muslim akan berbondong-bondong meninggalkan islam (seperti yang kita lihat dinegara kita ini).

Semoga Allah azza wa jalla memudahkan kita untuk berda’wah menyebar keseluruh alam seperti Rasulullah saw dan para Shahabat r.hum. Wallahu a’lam.

Oleh Arif Budiman Al Dumayyi

Kargozari dari jamaah pakistan

Desember 2, 2008 8 komentar

Kargozari ini sebetulnya udah lama sekali sekitar bebeapa pekan setelah lebaran Idul Fitri, namun karena keinginan menulis baru ada saat ini jadi saya mohon maaf kepada semuanya.

Jamaah Pakistakan menceritakan yang kurang lebih seperti ini :

———————————————————–

Dalam usaha Da’wah ini kita harus yakin benar kepada Allah bahwa apabila kita menolong Agama Allah maka Allah akan tolong kita, berikut ini akan saya sampaikan kisah yang mana kisah ini tidak terjadi di jaman para sahabat r.hum tetapi terjadi pada jaman kita saat ini. Hal ini membuktikan apabila kita buat kerja yang sama dengan Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum maka pertolongan Allah yang datang kepada Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum akan datang juga kepada kita.

Suatu ketika seorang karkun di pakistan telah datang kepadanya nisab untuk keluar ke negeri jauh, tetapi dia sudah tidak mempunyai uang yang akan dikorbankan dan benda berharga yang bisa dikorbankan, tinggal sebuah rumah yang dia tinggali bersama dengan istri dan anaknya. Tapi dalam hatinya karena dorongan niat yang kuat dia semakin ingin untuk keluar ke negeri jauh maka dia bermusyawarah dengan keluarganya. Dan hasilnya istrinya yang terbiasa dengan perjuangan da’wah pun mendorong dan membantu suaminya untuk keluar di Jalan Allah, sehingga mereka pun menjual rumah mereka dan rela untuk hidup dengan menggunakan tenda saja. akhirnya karkun tersebut pun keluar ke negeri jauh dan istrinya di tinggal di sebuah tenda dengan anaknya.

Pada suatu hari saudara dari istri karkun ini datang untuk silahturahmi dan melihat keadaan saudaranya ini. Saudara istri karkun ini pun sedih melihat keadaan saudarinya yang ditinggal suaminya dan hanya hidup di tenda dengan anaknya. Tapi istri karkun ini tak pernah mengeluh kepada saudaranya yang datang menengoknya. Tanpa disengaja saudara istri karkun ini melihat ada seekor burung diikat di ranjangnya. kemudian saudara istri karkun ini bertanya kepada istri karkun tersebut, “darimana kamu dapatkan burung itu ?”.

Jawab istri karkun,”oh, burung itu aku dapatkan ketika tadi pagi dia mengganggu anak-anak ayamku, sehingga aku datangi dia dan aku tangkap lalu aku ikat burung itu di ranjang.”

Kata saudara istri karkun, ” Kamu tahu nggak burung apa itu ?”.

Jawab istri karkun dengan polos,”Nggak tahu, pokoknya aku tangkap aja karena dia udah mengganggu anak-anak ayamku.”

Kata saudara istri karkun, ” Ini burung jenis burung elang yang langka, para pengusaha banyak yang mencari burung ini sekarang, harganya bisa ratusan juta ini, mau nggak aku bantu ngejual burung ini supaya uangnya bisa buat bantu kamu beli rumah lagi.”

Jawab istri karkun, ” ya udah jual saja.”

Akhirnya saudara istri karkun itu pun menjual burung elang yang langka tersebut. Dan memang benar haganya ratusan juta, sehingga hasil dari penjualan burung itu pun digunakan istri karkun untuk membeli sebuah rumah yang baru lagi. Maka ketika karkun selesai keluar negeri jauh dan kembali pulang, dia tidak masuk tenda tapi tetap masuk ke dalam rumah.

————————————————————-

Kata jamaah Pakistan tentu saja saya juga belum kuat untuk mengamalkan perkara ini tapi setidaknya bisa menjadi pelajaran bahwa usaha da’wah ini yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan tertib serta musyawarah akan mendatangkan pertolongan Allah sebagaimana Allah tolong Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum.

Marilah sama-sama kita azamkan dalam diri kita untuk lebih sungguh-sungguh lagi dalam usaha da’wah ini. Janji Allah lebih pasti dari pada terbitnya matahari dari arah timur. Mari kita persiapkan takazah 13.240 jamaah dalam tahun 2009 ini, jangan hanya lewat tulisan saja tetapi bergerak ke seluruh alam. Usaha ini butuh pengorbanan harta, diri, waktu, perasaan, dan harga diri. Kita korbankan semuanya di Jalan Allah.