Beranda > MUDZAKAROH > Saya Petugas PLN “=” Saya Petugas Allah

Saya Petugas PLN “=” Saya Petugas Allah

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda , “Sesungguhnya kalian berada pada zaman, yang jika diantara kalian meninggalkan sepersepuluh dari yang diperintah Allah, niscaya kalian binasa. Kemudian akan datang suatu zaman, siapa diantara mereka yang mengamalkan sepersepuluh dari apa yang diperintahkan, niscaya akan selamat.” (Tirmidzi – Misykatul Mashobih, hal 64).

Ini merupakan sedikit mudzakaroh dengan Amir jama’ah gerak dari Papua tentang amalan maqomi yaitu 2,5 jam silahturahmi setiap hari.

Amir katakan kenapa banyak pekerja da’wah yang malas atau takut untuk buat 2,5 jam silahturahmi, apalagi kalau yang akan didatangi adalah preman kampung, seorang pejabat, orang kaya, seorang ustadz, tokoh masyarakat, atau bahkan presiden ?. Maka karena kita belum bisa merasa seperti petugas PLN, lho kok ?

Amir bilang, “Coba lihat petugas PLN, dengan senang hati dia akan memasuki semua rumah yang menjadi tugasnya, tidak pandang bulu apakah itu rumah orang miskin atau orang kaya, rumah pejabat atau rakyat, rumah preman atau rumah ustadz, rumah presiden atau rumah umum, semua pasti didatangi untuk mengerjakan tugasnya yaitu mencatat meteran listrik. Dia tidak akan malu-malu karena merasa kalau instansi perusahaan PLN yang mengutusnya.”

Begitu juga seharusnya para pekerja da’wah kita harus merasa bahwa diri kita adalah petugasnya Allah SWT, setelah nabi Muhammad SAW wafat tidak akan ada nabi lagi maka tugas ini telah dibebankan kepada diri kita semua sebagai umat Rasulullah SAW. Tugas kita lebih penting dan lebih mulia daripada petugas PLN yang hanya mencatat meteran listrik (mohon maaf kepada petugas PLN jangan tersinggung ya) yaitu membawa perkara yang haq yaitu Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullaah. Kita juga tidak perlu malu-malu mendatangi rumah pejabat atau orang kaya , karena diri kita ini dihantar oleh Allah SWT untuk seluruh manusia. Dan perlu diingat kekuatan yang mengutus atau menghantar akan bersama dengan orang yang diutus atau dihantar.

Begitulah sedikit yang bisa saya sampaikan. semoga Allah mudahkan kita untuk istiqomahkan buat  2,5 jam silahturahmi setiap hari, serta menambah pengorbanan menjadi 8 jam setiap hari. Amiin

Kategori:MUDZAKAROH
  1. Maret 24, 2012 pukul 2:42 PM

    Excellent, what a webpage it is! This website
    presents useful data to us, keep it up.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: