Arsip

Archive for the ‘BAYAN’ Category

Menantimu sahabatku…saudaraku

September 3, 2014 2 komentar

Ketika manusia terlahir ke dunia ini, tangisan sosok mungil yang hadir meramaikan suasana.

Semua keluarga yang hadir ketika mendengar suara tangisnya tidak ada yang merasa sedih bahkan mereka semua senang.

Tapi tahukah bayi itu menangis membutuhkan bantuan karena kelak dia akan mengarungi kehidupan ini untuk diuji.

Tahun berganti tahun…bayi itu telah tumbuh dewasa…

Tapi ketahuilah sahabatku…dalam hati mereka akan senantiasa tersimpan air mata itu…

Sungguh saudaraku…ditengah kemaksiatan yang telah mereka lakukan…ada air mata yang tersimpan untuk membasuh hati yang telah kelam.

Sebagaimana sosok mungil ketika hadir ke dunia, tangan yang penuh kasih sayang meraih mereka, pandangan yang merindukan dan menyejukkan memeluknya….

Saudaraku…sebagaimana tangisan bayi ketika terlahir yang menyenangkan keluarga mereka, maka tangisan mereka yang telah terjatuh dalam lumpur kemaksiatan untuk bertaubat akan menyenangkan kalian semua.

Sahabatku…engkau yang telah bermandikan cahaya hidayah…engkau yang telah memegang petunjuk kehidupan…

Tengoklah dan datangilah mereka yang tenggelam dalam lautan kemaksiatan….

Sebagaimana keluarga yang mendapatkan kabar bahwa istri/ibu/saudari mereka akan melahirkan…maka keluarganya akan berusaha dengan segenap tenaga membantunya, menemaninya…perasaan mereka akan selalu berharapkan keselamatan ibu dan bayinya…keluarga mereka menunggu dengan perasaan tidak tenang, gelisah dan kecemasan…

Maka sahabatku dan saudaraku berapa banyak kabar yang telah kau dengar, berapa banyak kabar yang kau baca, dan berapa banyak kabar yang kau lihat…terhadap mereka yang telah jauh dari agama, mereka yang telah dilalaikan oleh dunia, mereka yang telah salah memahami kehidupan, mereka yang telah putus asa dengan masalah mereka, mereka yang telah mengambil keputusan untuk meninggalkan agama, mereka yang telah kalah oleh hawa nafsu mereka, mereka yang telah ditelan kekayaan, mereka yang telah kehilangan arah, mereka yang telah melukai diri mereka, mereka yang telah termakan angan-angan…..

Apabila kau datangi mereka, kau raih mereka sebagaimana keluarga yang menantikan tangisan seorang bayi….maka mereka akan merasakan kehangatan kasih sayang, akan mendapatkan secercah cahaya kehidupan…setetes embun penyejuk hati….noda-noda hitam yang telah memenjarakan air mata mereka akan gugur satu persatu..hingga saat itu air mata mereka yang telah tersimpan dalam hati mereka akan keluar dan membasahi hati mereka yang kering….kesejukan akan mengalir dalam darah mereka, menuju jantung kehidupan yang berdetak dengan penuh harapan kebaikan…

Muliakanlah mereka, datangilah mereka…bersabarlah dalam menjaga mereka, jangan pernah kau lepaskan mereka…jangan kau hina mereka….jangan kau memandang dengan pandangan mata yang tajam….

Bergeraklah sahabatku, bawalah perasaan Rasulullah dalam hatimu….yang ingin senantiasa semua manusia selamat dunia dan akhirat…Baik itu keluarga Rasulullah ataupun musuh Rasulullah…Rasulullah senantiasa berdoa akan hidayah untuk mereka…Kesedihan Rasulullah begitu dalam ketika manusia mati tanpa iman, dan kesenangan Rasulullah ketika manusia mendapatkan keimanan dan meninggal dalam ketaatan…

Jangan duduk saja saudaraku, satu orang yahudi meninggal tanpa iman membuat Rasulullah sedih dan menangis…lalu bagaimana apabila 10, 100,10000 atau 5 milyar manusia meninggalkan dunia tanpa iman…Bagaimana perasaan Rasulullah…

Kita semua punya kesibukan dan kegiatan dalam kehidupan kita, namun luangkanlah waktu untuk mereka, karena maut tidak akan menunggu engkau untuk mendatangi mereka…kalau tidak bisa seumur hidup untuk mendatangi mereka, luangkanlah setahun , atau setengah tahun, atau 4 bulan, atau 40 hari atau 3 hari atau 2,5 jam dlm sehari…atau berapapun yang kamu sediakan waktu itu….

Sungguh hati mereka yang telah bermaksiat ingin mendengarkan nasihat yang membukakan pintu-pintu yang telah tertutup dalam hati mereka.

Jangan terlambat sahabatku….bersabarlah dengan mereka, maafkanlah mereka, khusnudzon kepada mereka, lemah lembutlah kepada mereka dan doakanlah mereka…keluarkanlah air matamu dalam kesunyian untuk memancing air mata mereka…

kedatanganmu senantiasa akan dirindukan oleh mereka…

Heart will always heard heart, language of  da’wah is your heart…

They don’t understand what are you talking, but their heart will understand your heart….

Come n join then spread to whole world at ijtima Cikampek September 21, 22, and 23..at 2014

Bring heart of Rasulullah and spread those heart to your brother, your friend,your family, your parents, your neighborhood, your students, your teachers, your enemy, to all mankind…move like the rain, and give like the sun…

Yaa Allah…jadikanlah hati kami seperti hati Rasulullah yang menyayangi umat, yang merindukan umat, yang menangisi umat.

Yaa Allah…gerakkanlah diri kami dengan membawa hati Rasulullah menjumpai umat..

Yaa Allah… jadikanlah wajah kami, pandangan mata kami yang menyalurkan hati Rasulullah kepada setiap manusia yang kami jumpai..

Yaa Allah…kami lemah dan tak berdaya…tanpa rahmatku kami akan hina..

Yaa Allah…ampunilah dosa kami yang telah melalaikan hati kami…

Yaa Allah…pilihlah kami untuk membawa hati Rasulullah dalam hati kami..Aamiin Yaa robbal ‘Aalamiin…

 

bayan jamaah Perancis

Oktober 28, 2009 5 komentar

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi
“Aku, jin dan manusia sungguh dalam perkara yang begitu agung (artinya sangat mengherankan);
Aku ciptakan mereka semua tapi mereka menyembah kepada selain Aku;
Aku berikan mereka semua rizki tapi mereka bersyukur kepada selain Aku;
Kebaikan-kebaikan Ku senantiasa turun kepada mereka semua dan mereka membalas dengan memberikan keburukan-keburukan mereka kepada-Ku;
Aku berikan kebaikan-kebaikan Ku, Aku cintai mereka dengan berbagai macam kebaikan-kebaikan yang datang dari Ku kepada mereka, dan mereka membuat Aku murka dan benci dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang datang dari mereka kepada Ku, padahal mereka semua adalah makhluk yang paling perlu kepada Aku dalam pemberian rizki dan kebaikan ini;
Maka orang-orang yang dia datang kepada Ku dari jauh, maka Aku akan memanggil dia, cepat kemari cepat kemari wahai hamba Ku;
sedangkan orang-orang yang dia berpaling dari Ku, Aku akan datang kepada dia mendekat untuk mengatakan mau kemana hamba Ku, mau lari kemana kalian;
ahli-ahli ketaatan kepada ku, adalah ahli-ahli kecintaan Ku;
dan orang-orang yang senantiasa Aku cintai adalah orang yang senantiasa duduk dalam majelis-majelis Ku;
maka barang siapa yang duduk dalam majelis Ku hendaklah dia senantiasa mengingat Aku;
Maka ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian ;
sedangkan orang-orang yang bermaksiat, Aku tidak akan jadikan mereka putus asa dari pada rahmat Ku;
Apabila taat mereka ahli-ahli maksiat bertaobat kepada Ku, maka Aku akan menjadi kekasih-kekasih mereka;
Apabila setelah bermaksiat mereka belum juga bertaubat kepada Ku, maka Aku akan menjadi penyembuh-penyembuh atas kemaksiatan mereka;
Aku uji mereka supaya Aku bisa sucikan dosa-dosa mereka;
Wahai hamba Ku coba kalian lihat kepada langit betapa tingginya ia dengan segala ketinggiannya;
dan lihatlah kalian kepada gunung bagaimana berdiri tegaknya;
dan bagaimana bumi dengan segala fenomenanya;
dan lihatlah kalian kepada segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan;
semua ini (langit, bumi) menyaksikan dan bersaksi tentang kehebatan, kemuliaan dan kesempurnaan Ku;
Wahai hamba Ku, Aku senantiasa mengingat kamu tapi engkau senantiasa melupakan Ku;
Aku senantiasa menutupi aib-aib mu tapi engkau tidak pernah takut kepada Ku;
kalau Aku memerintahkan bumi pasti bumi akan menenggelamkan engkau ke dalam perutnya;
kalau Aku mau, Aku perintahkan seluruh samudera untuk menenggelamkan engkau di dalam airnya;
tapi Aku berikan kepada engkau kesempatan diulur-ulur sehingga akan datang waktunya;
dan Aku berikan pada engkau kesempatan sehingga waktunya Aku telah tetapkan;
dan wajib bagimu dan bagi setiap jiwa yang memiliki nyawa untuk melewati Aku dalam kehidupannya;
supaya Aku bisa mengingatkan engkau kepada perbuatan-perbuatanmu nanti yang terdahulu;
dan supaya Aku bisa evaluasi dan bisa hitung seluruh perbuatan-perbuatan amal-amalmu;
sehingga ketika engkau meyakini engkau akan hancur dan binasa;
maka Aku berikan kepada engkau pengampunan-pengampunan;
dan Aku berikan kepadamu keridhoan-keridhoan Ku;
dan dengan sifat-sifat yang Aku sebutkan itulah maka Aku disebut Al Aziz (Maha Perkasa) dan Al Ghoffar (Maha Pengampun);

Dalam hadits qudtsi yang lain Allah berfirman

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku;
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain;
dan mereka habiskan siang harinya dengan mengingat Aku;
dan mereka tidak melalui malam-malamnya dengan berterus-terus dalam kesalahan-kesalahan;
dan senantiasa memberikan makan kepada orang yang kelaparan dan memberikan ayoman kepada orang-orang yang fakir / miskin;
menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua;
itulah orang-orang yang apabila mereka meminta kepada Ku pasti AKu berikan apa yang mereka minta;
itulah orang-orang yang apabila mereka berdo’a pasti akan Aku kabulkan do’a-do’a mereka;
Apabila mereka merendahkan diri mereka kepada Ku dengan ibadah dan inabah , AKu pasti akan sayangi mereka;
perumpamaan orang seperti ini disisi Ku adalah seperti surga firdaus ditengah surga-surga yang lain;
yang tidak akan pernah busuk buah-buahannya, yang tidak akan pernah berubah keadaannya;

semoga Allah SWT , terima kita dalam perkara ini.

Allah SWT yang menyelamatkan nabi Nuh as. dari banjir yang menenggelamkan.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Musa as. dari kejahatan Fir’aun.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Ibrahim as. dari api yang berkobar-kobar.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Yusuf as. dari perzinahan dengan seorang wanita yang begitu memikat.

maka tidak ada yang datang kepada Allah kecuali dengan kebaikan-kebaikan;
dan tidak ada yang bisa menghilangkan keburukan-keburukan kecuali Allah;
maka oleh karena itulah kita harus rendah hati dihadapan Allah dan inilah yang diajarkan kepada sahabat Rasulullah SAW yaitu tawadhu dihadapan Allah.

maka bagaimana setiap orang tawadhu rendah hati sehingga tidak ada berbangga antara satu lelaki dengan lelaki yang lain, wanita dengan wanita yang lain.
dan Rasul SAW menerangkan bahwa Allah hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada kebesaran Allah, dan hanya menerima sholat orang yang tidak sombong kepada makhluk manapun, dan RAsulullah SAW juga bersabda tidak akan pernah masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji dzarroh, karena sombong ini adalah sifat syaithon.
Syaithon ini adalah alim(mengetahui Allah), arif(mengenal Allah) dan abid(ahli ibadah) tetapi karena dia sombong maka dia terlaknat dan walaupun dia alim, arif dan abid dengan sebab sombong maka termasuk orang yang rugi,dan yang tersiksa selama-lamanya.

Dan apa itu sombong, sombong yaitu menolak yang hak dan menyepelekan manusia yang lain.
Maka sekarang kita berpikir berapa hak-hak yang telah kita tunaikan dalam kehidupan ini, maka supaya kita terjauh daripada sifat sombong maka kita harus mau menunaikan hak-hak ini.

Bagaimana supaya kita terjauh dari sifat sombong ?
Pertama kita harus bisa menunaikan setiap hak-hak.
Sekarang kita bertanya berapa hak Allah yang telah kita tunaikan dalam kehidupan kita ?
Dan yang namanya hak ini banyak, seperti nabi bersabda hak antara seorang yang muslim dengan muslim yang lain antara 5 sampai 6 hak.
Dan sekarang kita lihat bagaimana hak Allah SWT kepada kita, berapa banyak yang telah kita tunaikan, begitu banyak hak-hak Allah yang wajib kita tunaikan , dan Allah SWT adalah yang perlu kita ibadahi, yang wajib kita ibadahi dan tidak ada sesuatupun selain Allah yang wajib kita ibadahi. Maka tidak layak selain Allah diibadahi dan tidak layak selain Allah untuk lebih dicintai, dalam hadits dikatakan tidak beriman seorang diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada dirinya, keluarganya bahkan seluruh manusia, dalam hadits yang lain , tidak beriman diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada anaknya, keluarganya, orangtuanya, bahkan dirinya sendiri.

Maka apabila kita mencintai anak-anak kita, maka didik mereka di jalan Allah, ini menunjukkan bahwa kita mencintai anak-anak kita, bahkan tali iman yang kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, maka kalau kita benar-benar mencintai Allah maka kita siap untuk mengorbankan apapun demi Allah.

Dan kita ketahui walaupun syaithon ini orang yang alim, arif dan abid, tetapi semua itu bukan karena Allah SWT, tetapi karena hawa nafsunya sehingga itulah yang dia ibadahi.
Jadi hak Allah yang wajib untuk kita tunaikan dan wajib untuk kita kerjakan adalah bahwa Allah satu-satunya yang kita cintai dan yang kita harapkan.

Oleh karena itulah kita perlu evaluasi diri kita;

Hak ini banyak sekali, seperti hak kita dengan orang islam , hak kita dengan tetangga , hak kita di perjalanan dan sebagainya. Contoh hak muslim dengan muslim yang lain yaitu wajib menjawab salamnya, wajib apabila dia meninggal kita iringi jenazahnya, apabila dia bersin kemudian mengucapkan Alhamdulillah maka kita wajib menjawabnya dan sebagainya, ini adalah hak muslim belum hak yang lain-lainnya.
Maka oleh karena itulah kita berusaha sekeras mungkin untuk menunaikan hak-hak ini disiang hari atau di malam hari, sehingga sifat-sifat sombong dengan sebab ini akan hilang ketika di siang hari atau pun di malam hari, karena kesombongan yang ada di hati kita ini seperti najis dan juga tidak mungkin akan terjadi dalam diri seorang mukmin ada dua perkara di hati seorang mukmin yaitu mencintai Allah tetapi masih ada sifat kesombongan di hadapan Allah SWT.
Dan berapa banyak hak yang telah kita tunaikan seperti hak antara orang islam dengan islam yang lain, contohnya menjenguk orang yang sakit.
Rasulullah SAW diberikan perkataan yang menyeluruh.
Dalam kehidupan kita ini ada dua penyakit yaitu penyakit rohani dan jasmani, mana yang lebih berbahaya ?
orang yang tidak melaksanakan sholat ini kira-kira dia sakit atau tidak sakit?;

Ada pertanyaan kepada ibnu abbas ra. bahwa ada seorang lelaki yang di siang hari selalu berpuasa dan di malam hari selalu sholat tahajjud, tetapi dia tidak menghadiri sholat jum’at dan tidak ikut sholat berjama’ah, maka jawaban ibnu abbas ra. dia berada di dalam neraka.

Sekarang berapa banyak kita tidak punya kepedulian terhadap orang islam yang lain sehingga tidak punya rasa sayang kepada umat islam yang lain, banyak umat islam yang meninggalkan sholat berjama’ah tanpa alasan yang jelas.
Berapa banyak orang islam hari ini yang meninggalkan sholat baik itu laki-laki atau wanita.
Dalam riwayat muslim dikatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan jalan-jalan hidayah dan bahwasana sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan adalah salah satu jalan-jalan menuju hidayah, kemudian Abdullah bin mas’ud ra. mengatakan dan tidaklah kami melihat orang-orang di sekeliling kami saat itu, yang meninggalkan sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan dengan terang-terangan melainkan orang munafik yang jelas kemunafikannya, dan tidaklah ada orang yang sakit dikalangan kami , maka dia dibawa oleh dua orang lelaki, dipapah dalam keadaan tertatih-tatih supaya bisa melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjamaah.
Berapa banyak orang islam yang melalaikan waktu sholat tanpa alasan yang jelas. Ini adalah tanda-tanda kemunafikan dan tanda-tanda hati sedang sakit, dan Rasulullah SAW mengatakan kewajiban satu orang islam dengan orang islam yang lain apabila saudaranya sakit wajib dia jenguk atau kunjungi.
Bahkan begitu pentingnya sholat ini, Rasulullah SAW ketika beliau akan meninggal dunia diantara wasiat beliau adalah sholat, supaya umat ni tidak melalaikan sholat, hendaklah kalian takut atau bertaqwa kepada Allah tentang sholat kalian dan tentang hamba sahaya dibawah kalian.
Dan Rasulullah SAW disaat keadaaan sakaratul mautnya masih sempat berwasiat tentang masalah sholat dan hak-hak orang lain, jadi ini menunjukkan betapa penting kita harus melaksanakan hal ini.

Maka harusnya kita sebgai orang mukmin harus sedih dan risau, berpikir berapa banyak orang islam di negeri kita ini orang islam seluruhnya , berapa banyak orang yang sholat dan berapa yang tidak, berapa orang yang sholat tepat pada waktunya berjamaah menunaikan hak-haknya dan berapa banyak yang melalaikannya, maka ini seharusnya menjadi pemikiran semua orang beriman, ini baru sebatas sholatnya aja harus betul-betul kita perhatikan.
Dan ini adalah salah satu tujuan hidup kita dan lapangan perjuangan kita, sehingga agar kita terbebas dari kesombongan ini maka kita harus berani dan mau memaksimalkan untuk menunaikan hak-hak ini.
Dan hak orang islam apabila dia sakit wajib untuk kita jenguk, bukan sebaliknya ketika dia bermaksiat, tidak sholat kemudian kita lecehkan, kita hina dan sebagainya, ini bukanlah akhlak orang beriman.

Dan sekarang berapa banyak orang islam yang ada dihadapan kita, mereka berada dalam perkara yang sangat membahayakan, yang membinasakan, yang mengerikan dan mereka perlu dalam pertolongan dan siapa yang dapat memberikan pertolongan, apakah kita ataukah setan yang akan menolong mereka ?
Atau orang yang sakit seperti ini siapa yang dapat menolong mereka terjun untuk menolong mereka apakah orang yahudi ataukah orang nasrani atau malaikat yang akan menolong mereka dalam kesakitan seperti ini.

Dan ini adalah sunnah-sunnah Allah dalam kehidupan bumi ini, maka siapa yang siap untuk datang kepada mereka, karena untuk menghilangkan sifat sombong dari hati kita maka kita harus mau menunaikan hak orang islam tersebut. Berapa banyak sekarang orang yang menjadi pasien dan berapa banyak kewajiban kita untuk datang kepada orang-orang seperti ini.

Hari ini kita memahami yang namanya orang sakit kalau ada di rumah sakit atau dia sakit di rumah baru kita kunjungi.

Orang yang sakit jasmani tetapi dalam sakit jasmani ini dia memiliki iman kepada Allah dan mati dalam keadaan iman maka dia akan masuk ke dalam surga Allah SWT, sedangkan orang yang sakit rohaninya tidak ada keselamatan baginya, karena tidak ada suatu yang mnyedihkan , mengerikan dan tidak ada yang lebih buruk selain neraka dan tidak ada yang lebih baik selain di surga.

Orang yang sholat tetapi tidak berjamaah itu adalah orang yang sakit, orang yang melaksanakan sholat tapi diakhir-akhirkan waktunya maka itu orang sakit, apalagi orang yang meninggalkan sholat seluruhnya ini adalah orang yang kena musibah paling besar.

Berapa banyak Allah telah berikan kita nikmat dan kemuliaan saat ini, dan berapa banyak lagi Allah SWT akan tambah kenikmatan dan kemuliaan apabila kita ambil tanggung jawab ini di akhirat nanti.

Maka sekarang kira-kira berapa jamaah yang diperlukan untuk seluruh alam ini, dan sebetulnya ijtima yang akan diadakan nanti itu sebetulnya untuk perkara ini, supaya kita semua yang ada di indonesia ini semakin meningkat pengorbanannya. Supaya kita juga lebih banyak menangis dan lebih banyak berdo’a meminta kepada Allah SWT, terutama dengan kita bangun di malam hari, karena hakikat do’a itu dimalam hari, sehingga kita semakin meningkatkan tangisan dan doa di malam hari. Kita menangis dan berdoa kepada Allah supaya bagaimana semua kaum laki-laki umat islam melaksanakan sholat 5 waktu , dimana adzan dikumandangkan dan tepat waktu, dan wanitanya sholat dirumah-rumah mereka.

Waktu ini akan terus berlalu seperti awan-awan berlalu;

Hendaknya kita senantiasa berada dalam garis ketaatan kepada Allah SWT, senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, dalam dalam menjalankan ketaatan ini ada derajat-derajat ketaatan yang diutamakan.

Sekarang bagaimana menurut kalian semua seandainya saya sibuk berdzikir tanpa memperdulikan orang lain ?

sedangkan dalam hadit qudtsi Allah berfirman :

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain(yaitu yang mau menunaikan hak-hak makhluk di sekitar mereka);

Dan sayyidina umar ra. berkata bahwa setiap orang yang taat adalah orang yang sedang berdzikir kepada Allah SWT.
Apabila pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW maka itulah dzikir kita dan ketaatan kita. Dzikir dan berpikir ini apabila dalam kesendirian, di tempat yang ramai, di tempat yang sembunyi atau di tempat yang kelihatan hendaknya kita berpikir sebagaimana pikir Rasulullah SAW. Jangan sampai kita yang sekarang pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW yaitu pikir atas umat kemudian dialihkan menjadi pikir keperluan perut dan hidup sehari-hari, karena bukan untuk ini para sahabat dan Rasulullah SAW berjuang.
Kadang-kadang kita ceramah panjang-panjang, dan mendengarkan juga panjang-panjang, namun walaupun begitu ketika mulut kita sedang berdzikir tapi pikir kita masih pikir keperluan perut dan keperluan hidup sehari-hari. Seperti contoh kita dalam sholat, bentuk kita dalam sholat, sholat ini adalah dzikir dan berdoa, bentuk kita secara dzahir adalah berdzikir dan berdoa, tetapi ternyata dalam pikir kita sholat masih memikirkan keperluan perut dan keduniaan kita, sedangkan sholat yang diterima adalah seperti yang disebutkan dalam hadits qudtsi tadi yaitu yang tawadhu kepada kebesaran Allah dan tidak sombong kepada makhluk lain serta selalu menghabiskan siangnya untuk berdzikir kepada Allah SWT, dzikir disini seperti dzikirnya Rasulullah SAW, seperti pikir Rasulullah SAW, baik di siang hari, dimalam hari, ketika senang, ketika susah, ketika bersendirian, ketika terang-terangan senantiasa dzikir dan pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW;
dan yang akan Allah terima sholatnya yaitu yang di malam hari tidak berterus-terusan dalam kesalahan, sedangkan orang yang bertaubat dari setiap kesalahan dan dosanya adalah kekasih Ar Rohman, oleh karena itu kita perlu bertaubat atas dosa-dosa kita.

Maka bagaimana supaya kerja Rasulullah SAW ini yaitu usaha da’wah harus disertai dengan rahmat dan hikmah untuk seluruh manusia.

Kita telah diberikan amanah untuk melanjutkan kerja Rasulullah SAW, maka kita harus sayang kepada setiap orang, apabila kita yang telah diamanahi kerja ini ternyata kita tidak mau sayang kepada orang lain yang berada dalam kemaksiatan, yang jauh dari Allah SWT, maka dosa apa yang lebih besar dari pada dosa ini.
Maka kita harus bertaubat kepada Allah SWT atas kelalaian kita dalam menjalankan perjuangan Rasulullah SAW. dan diantara dosa yang paling besar adalah melalaikan amanah yang telah diberikan.

Apabila seseorang membunuh satu orang manusia maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia, dan apabila seseorang menghidupkan satu orang manusia maka seolah-olah telah menghidupkan seluruh manusia;

Kematian yang sesungguhnya adalah kematian diakhirat nanti, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat nanti, sedangkan sekarang berapa banyak sekarang orang yang mati yang nantinya akan merasakan neraka, berapa banyak kerugian dan kebinasaan yang ia rasakan.
Sedangkan Rasulullah SAW telah diperintahkan oleh Allah untuk selalu istiqomah , begitu juga kepada umat ini untuk selalu istiqomah dalam usaha agama. Salah satu langkah agar kita bisa istiqomah adalah kita bertaubat kepada Allah.

Hari ini kenapa kita harus bertaubat, sekarang kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari apa yang kita kedepankan, ternyata kita mengedepankan perkara-perkara perut saja, perkara-perkara keduniaan dan pekerjaan dunia kita saja, padahal disisi Allah SWT sangatlah rendah, sangat hina dan tidak bernilai. tetapi mengapa kita mengedepankan daripada kerja Rasulullah SAW.

Maka bagaimana kita bertaubat kepada Allah SWT atas perkara ini.

Sekarang berapa banyak umat sedang menunggu kita ini.
Sekarang ini bukan karena kehebatan kita, keahlian kita atau kekuatan kita , tetapi karena Allah SWT telah pilih diri kita dalam usaha agama ini, maka jangan kita memperlambat karena sesungguhnya diri kita memang sudah terlambat, dan siapa yang suka memperlambat-memperlambat apa yang Allah SWT amanahkan maka Allah SWT akan memperlambat dia.

Oleh karena itu dalam usaha agama ini kita harus siap cash, karena dalam perjuangan agama ini butuh perkara yang berharga bukan perkara yang murah sebagaimana seorang pemuda ini yang akan menikah dia akan siap mengorbankan intan yang mahal untuk pernikahan.

Sedangkan dalam hadits dikatakan bahwa ketika di hari kiamat tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba hingga dia diberikan beberapa pertanyaan yaitu
1. tentang umurnya , dimana umur itu dihabiskan
2. kemana masa remaja dihabiskan
3. darimana hartanya dan kemana dibelanjakan
4. ilmunya diamalkan atau tidak

Maka oleh karena itulah diantara kecintaan Rasulullah SAW yang hakiki kepada Allah dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang hakiki yang benar yang tidak akan bisa dibohongkan dengan apapun yaitu perjuangan agama, bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kecintaan kepada Allah dengan memperjuangkan agama sepanjang hidupnya 23 tahun sampai akhir hayatnya.
Maka apabila diri kita cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah SAW jangan sampai kita melalaikan perkara memperjuangkan agama ini yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW, sedangkan kita dalam keduniaan saja tidak mau lalai atau rugi, coba misal kita punya istri kemudian kita katakan kepadanya engkau sungguh sangat berharga, mahal cantik dsb, dan aku begitu cinta kepadamu, namun dalam perkataan itu diringi dengan melalaikan hak-hak istri dan disia-siakan, apakah kita benar-benar cinta kepada istri kita?
Sekarang kita katakan wahai Rasulullah saya cintai engkau, wahai Rasulullah saya cinta engkau, tapi kita dengan terang-terangan begitu banyak melalaikan perjuangan Rasulullah SAW.

Maka orang-orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW, maka dia akan siap dengan memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW dan siap dengan tuntutan-tuntutan dalam memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW, bahkan mengorbankan keduniaannya, maka kita semua yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW hendaknya benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW dengan siap berkorban harta diri dan waktu dalam perjuangan agama diawali dengan cash langsung saat ini juga berangkat keluar di jalan Allah.
Langsung niat catat nama Abdurrahman Rangga 4 bulan IPB. Yaa Allah mudahkanlah, berangkatkanlah dan terimalah niat dan pengoorbanannya. Amiin

Kategori:BAYAN

Bayan Pak Cecep

Desember 2, 2008 19 komentar

Alhamdulilah, senang sekali bisa hadir dalam malam markaz di Bandung kemarin dan juga malam musyawarah di Kebon Jeruk. Memang benar sekali kalo kita sangat dianjurkan untuk bisa hadir dalam malam markaz setiap pekannya atau paling minimal sekali yaitu sekali dalam 1 bulan. Dengan hadir di malam markaz, banyak nashihat-nashihat yang insyaAllah kita dapatkan dari orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam usaha da’wah.
Berikut kami tuliskan bayan pak Cecep Firdaus pada saat malam markaz Antapani, pekan kemarin dan juga bayan ketika musyawarah markaz di BonJer. Semoga dapat mengambil hikmahnya..

Nashihat maulana Umar untuk dapat mengeluarkan jama’ah da’wah sebanyak-banyaknya, yaitu:
Pertama, 2 orang lama membawa 8-10 orang baru keluar 4 bulan IPB
Kedua, 2 orang lama membawa 8-10 orang baru untuk keluar 4 bulan dalam negri
Ketiga, kumpulan orang lama bersama-sama keluar 4 bulan negri jauh
Keempat, mempersiapkan para kaum wanita untuk ijtima’ (di Bangladesh, ketika ijtima’ tahun lalu ada 100ribu wanita yang bersedia puasa senin-khamis dan 3 hari tengah bulan untuk menghadapi ijtima’)
Kelima, orang lama meluangkan waktunya 2bulan untuk khidmat di markaz nizhamuddin

orang berilmu itu dalam bahaya apabila ia belum beramal
orang beramal dalam bahaya apabila ia belum ikhlash
seorang maulana menambahkan dalam bayannya, orang yang ikhlash juga dalam bahaya, karena ia akan berada dalam incaran syaithan sehingga hilang keikhlashannya

‘seorang kaya mengambil anak angkat dari keluarga yang miskin. Maka anak ini dipelihara dengan baik. Diberi makan, diberi pakaian yang bagus. Setelah itu ia disekolahkan hingga menjadi sarjana dengan gelar yang tinggi. Lalu ia diberikan perusahaan untuk dikelola. Suatu saat, sang ayah (yang kaya tadi) telah tiba ajalnya. Maka ia memanggil anak angkatnya tadi. Tapi ketika itu sang anak sedang mendapat kerjaan yang penting yang bisa rugi jika ditinggalkan. Maka ia tidak memenuhi panggilan ayah angkatnya. Maka sang ayah berkata, “Anak macam apa ia. Padahala ia adalah anak dari keluarga miskin. Aku angkat ia jadi anakku, ku sekolahkan, kunikahkan ia, ku beri perusahaan besar….” Ketika ia menyebut seluruh kebaikannya, maka Allah azza wa jalla mencabut nyawanya. Maka habislah seluruh amalnya itu…

Shahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana ikhlash itu..? Maka Rasulullah menjawab,’Aku tidak tahu. Mari kita bertanya pada Jibril.’ Maka Rasulullah saw bertanya, ‘Bagaiamana ikhlash itu wahai Jibril?’ Jibril a.s menjawab, ‘Aku tidak tahu. Mari kita tanya langsung pada Allah.’ Maka Allah menjawab, ‘Ikhlash itu adalah rahasia Aku.’

Karkun-karkun di Indonesia banyak mengeluh karena mereka punya banyak masalah yang tidak selesai-selesai. Selesai satu maka datang yang lain. Maka Maulana Ahmad Lat berkata seperti yang telah dikatakan oleh suatu keterangan bahwa barang siapa yang memperbaiki hubungan nya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan makhluk. Tapi kalo kita tidak memeperbaiki hubungan kepada Allah, maka jangan harap segala permasalahan kita akan diselesaikan oleh Allah azza wa jalla.

Maulana sa’ad bertanya kepada pak Cecep, “sudah berada ditingkatan manakah karkun-karkun di Indonesia..?” Maka pak Cecep tidak dapat menjawabnya. Maka Maulana Sa’ad berkata bahwa ada 4 tingkatan manusia.
Tingkatan pertama, orang yang menolak sama sekali terhadap usaha da’wah. Berarti orang ini telah ingkar terhadap Al qur’an dan As sunnah karena dalil-dalil usaha da’wah ada smuanya di dalam Al qur’an dan hadits.
Tingkatan kedua, orang yang senang sekali dengan usaha da’wah. Mendukung dan setuju dengan usaha da’wah. Tapi apabila diajak untuk keluar di jalan Allah azza wa jalla, maka ia berkata nanti dulu atau belum siap.
Tingkatan ketiga, orang yang senang dengan usaha da’wah, ikut bersama-sama keluar di jalan Allah azza wa jalla. Tetapi ketika dihadapkan oleh suatu pilihan ketika datangnya takaza agama dengan takaza dunia, maka ia mendahului takaza dunianya.
Tingkatan keempat, orang yang senang dengan usaha da’wah, ikut bersama-sama keluar di jalan Allah azza wa jalla, dan ketika dihadapkan antara 2 pilihan, takaza dunia atau agama maka ia memilih takaza agama lebih dahulu dan mengorbankan keduniaannya.

MasayaAllah, bersyukur kita karena Indonesia diberi kesempatan untuk mengadakan ijtima’ dunia pada bulan Juli 2009 di Jakarta. Banyak negara yang minta izin untuk mengadakan ijtima’ dunia, tapi tidak diizinkan oleh para masyaikh. Target pengeluaran jama’ah untuk Indonesia yaitu mengeluarkan sebanyak lebih kurang 13.240 jama’ah. Maka ia adalah tanggung jawab kita semua untuk dapat mensukseskan ijtima’ ini. Untuk itu diharapkan dari 1 halaqah dapat mengeluarkan 1 jama’ah 40hari dan 1 jama’ah 4 bulan. Jama’ah gerak 4bulan dapat mengeluarkan 1 jama’ah 4 bulan dan 3 jama’ah 40 hari. Dan jama’ah 40 hari dapat mengeluarkan 1 jama’ah 4bulan dan 1 jama’ah 40hari.

nb: rekaman bayan dalam proses uplod, sabar yak…

Kategori:BAYAN Tag:, , ,

Bayan Subuh Musyawarah Jawa Timur 11 Mei 2008

Agustus 5, 2008 16 komentar

Bayan Subuh

Musyawarah Jawa Timur 11 Mei 2008

Oleh Penanggung Jawab dari Jakarta ( Pak Husein di dekat beliau) ( maaf nggak tahu namanya, kelihatannya Pak Tantowi)

Allah SWT ciptakan dunia, langit, bumi yang luas, hutan-hutan, lautan yang luas, gunung-gunung, sawah dan lading adalah untuk manusia, tapi manusia diciptakan untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Manusia saat ini tidak taat kepada Allah karena lemah Iman. Rasul sabdakan bahwa iman ini bisa naik dan turun bahkan keluar masuk, (naudzubillah) apabila ketika iman kita keluar kita mati.

Kenapa hari ini seperti ini karena kita belum paham nilai-nilai usaha nubuwwah, seperti anak kecil yang diberikan antara coklat dan cek 1 trilin maka akan memilih coklat. Diri kita ini seperti itu juga, yang masih suka dengan bungkus coklat dari pada cek 1 triliun. Oleh karena itu kita saat ini susah mengambil takazah.

Karena kita salah meletakkan iman. Zainal Abidin dari Pakistan katakan misal kita punya senjata dan 50 peluru, kemudian ada kucing lewat, lalu kita lemparkan 5 peluru kea rah kucing maka kucing itu pun tidak akan mati, tapi apabila 1 peluru kita masukkan senjata lalu ditembakkan jangankan kucing gajah pun akan mati. Begitu pula kalo kita salah meletakkan iman, kita tidak akan dapat menaati Allah SWT.”

Iman letaknya tidak di mata, tidak di lidah, ataupun di otak. Tapi di hati, walaupun iman diseminarkan atau diiklankan tetapi belum diletakkan di dalam hati maka belum dapat membuat taat kepada Allah.

Abu Darda r.hu diberitahu di kampunya ada kebakaran, maka Abu Darda r.hu katakan rumahku tidak akan kebakaran, maka datang lagi orang mengingatkannya bahwa sebentar lagi api ke rumahnya tapi beliau katakan sama bahwa rumahnya tidak akan terbakar, begitu sampai ada 3 x yang memberitahunya tapi jawab beliau sama juga bahwa rumahku tidak akan kebakaran. Lalu ada orang yang kabarkan bahwa api padam ketika akan mendekati rumah Abu Darda r.hu. Abu Darda r.hu katakan kalian hanya melihat dzahirnya saja sedangkan aku melihat bahwa Rasul telah ajarkan do’a yang apabila saya ‘amalkan pagi petang maka semua harta benda akan dijaga oleh Allah SWT.

Manusia dapat mencapai derajat lebih tinggi dari malaikat dan dapat rendah daripada binatang contoh kawin sesama jenis, membunuh anak sendiri.

Penyelesaiannya hanya dengan da’wah Rasulullah SAW.

Masyaikh katakan keadaan umat di jaman Nabi yaitu di Makkah :

1. Kelompok muslim : pakaian muslim , pikir akhirat

2. Kelompok kafir : pakaian kafir , pikir dunia

Ketika di Madinah tambah 1 kelompok

3. Kelompok Munafik : pakaian muslim, pikir dunia.

Cara da’wah kita harus sesuai dengan cara da’wah Rasulullah SAW yaitu dengan cara yang sama kepada siapa saja, hanya membawa kalimat Laa ilaahaillallaah Muhammadurrasulullah seperti turunnya hujan yang airnya warnanya sama, kadarnya sama dan bermanfaat untuk semua tumbuhan, tidak untuk jagung nanti airnya warna kuning, untuk pisang airnya warnanya hijau, begitu juga da’wah kita hanya membawa Laa ilaahaillallaah Muhammadurrasulullah dan manfaatnya untuk semua jenis manusia, kepada tukang becak, petani, pedagang, pejabat, direktur maupun presiden semuanya sama.

Maksud hidup kita bagaimana

1. Iman sempurna

2. Ibadah sempurna

3. Muamalah sempurna

4. Muasyarah sempurna

5. Akhlak sempurna

Apabila 5 ini ada dalam diri kita maka akan masuk surga dengan tersenyum.

(Pesan Maulana Yusuf dalam sebuah surat yang akan dikirim kepada sebuah jamaah yang akan keluar di Jalan Allah, namun ketika itu beliau terlanjur wafat dan surat itu tersimpan dalam waktu lama, maka Maulana sa’ad yang menemukan surat itu kemudian menyampaikannya :

“Dalam keluar di jalan Allah hendaknya ada 7 sifat yang harus dibawa yang akan menjadi asbab hidayah untuk seluruh umat :

1. Kit a keluar di jalan Allah dengan iman dan yakin

2. Kit a keluar di jalan Allah dengan perasaan takut kepada Allah

3. Kit a keluar di jalan Allah dengan penuh tawajjuh kepada Allah

4. Kit a keluar di jalan Allah dengan perasaan cinta kepada Allah (melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya)

5. Kit a keluar di jalan Allah dengan perasaan risau ( bagaimana nanti setelah mati, bisa nggak jawab pertanyaan kubur, bagaimana keadaan di alam mahsyar, jembatan shirot dll)

6. Kit a keluar di jalan Allah dengan ikut sunnah Rasulullah SAW 24 jam full

7. Kit a keluar di jalan Allah semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT. “)

Da’wah kita jangan hanya dengan karkun saja, tetapi kepada setiap umat.

Usaha Da’wah ini telah dicontohkan oleh Masyaikh bagaimana pernah Prof. Dr Abdurrahman yang ketika itu keluar di daerah kami (mubayin) di Jakarta. Maka ketika itu pukul 21.30, Prof. Dr Abdurrahman meminta kami(mubayin dan salah seorang temannya) untuk menemani beliau berkeliling di sekitar masjid. Maka tak lama kemudian kami menjumpai sekumpulan anak-anak sedang begadang dan bermain gitar dan ternyata mereka adalah pelajar SMP. Maka di datangi oleh kami bertiga, dan mengucapkan salam kepada mereka. Setelah berkenalan maka Prof pun berbicara sesuai dengan keadaan mereka yang pelajar, bagaimana belajar yang baik, memberikan beberapa ilmu tentang fisika, dll, sehingga mereka pun mendengarkan dengan senang. Maka Prof bertanya kepada mereka, “ Apakah kalian tidak ingin menyenangkan hati orang tua kalian ?” jawab mereka,” iya, kami ingin menyenangkan hati orang tua kami.”, lanjut beliau ,” kalau begitu ikut kami ke masjid untuk makan.”, jawab mereka , “ benar kami boleh makan sama-sama.” Jawab beliau lagi ,” iya semuanya boleh ikut.” Maka mereka semua ikut ke Masjid, sesampai di Masjid, Prof sendiri yang menyiapkan makanan dan mengambilkan minuman. Maka setelah selesai makan, Prof kembali berkata, “ kalian sekarang udah menyenangkan orang tua, bagaimana mau menyenangkan orang tua lagi nggak ?” jawab mereka, “ iya tentu saja”, lalu Prof bertanya ,” kalian sudah sholat Isya’ ?”, jawab mereka belum , lalu Prof katakan ,” sekarang senangkan hati orang tua kalian dengan mendirikan sholat isya’ berjamaah.” Dan mereka pun mau mendirikan sholat , Ketika itu mereka ada yang berpakaian celana pendek dan Prof pun mengeluarkan sarungnya sendiri untuk diberikan kepada anak yang bercelana pendek. Ditanyakan kepada mereka siapa yang bacaan Alqurannya bagus, lalu mereka menunjuk salah satu anak yang akhirnya dijadikan imam dan mulai melakukan sholat berjamaah.

Kita juga kerja atas orang-orang lama atau yang pernah lama dalam usaha da’wah ini kemudian tidak bergerak lagi, ibaratnya seperti roti yang belum matang masih bantat, dibuang sayang, dimakan tidak enak, dan kalau dia kita biarkan maka dapat lebih rusak sebelum ikut dalam usaha ini.

Kerja atas ulama yang perlu dikerjakan :

1. Jangan dalil di depan ulama

2. Jangan targhib

3. Jangan tasykil untuk keluar

Yang dianjurkan

4. Bawa hadiah

5. Minta nasehat

6. Minta do’a

Bagaimana dengan yang menentang?

Maulana Sa’ad ketika di Makkah duduk dalam sebuah pengajian manasik Haji, dan beliau tepat di depan di hadapan ulama yang berceramah, setelah selesai menyampaikan pengajian tentang haji, ulama’ itu mulai menjelek-jelekkan Maulana Ilyas dan usaha da’wah ini, namun Maulana Sa’ad tetap memperhatikan dengan penuh perhatian tanpa berubah raut wajahnya. Selesai majelis Maulana Sa’ad yang ketika itu dengan 2 temannya pun ingin pulang, namun ada khodim (pelayan) ustadz penceramah melihat mereka, dan menduga sepertinya bukan orang Arab, lalu Maulana Sa’ad dan temannya didatangi. Ketika itu Maulana Sa’ad berada di depan dan 2 temannya berada di belakang. Khodim itu bertanya kalian darimana, jawab temannya Maulana Sa’ad, “ kami dari India.”, maka terkejut khodim tersebut lalu bertanya, “kalian kenal dengan Maulana Ilyas.” Lalu dijawab oleh temannya, “ iya dan beliau adalah cucu Maulana Ilyas(dengan menunjuk Maulana Sa’ad).”, khodim itu pun terkejut lagi dan mendatangi Maulana Sa’ad, lalu bertanya, “ Tuan, tuan tadi dengar apa yang dibicarakan ustadz.” Jawab Maulana Sa’ad,” Iya, mulai dari awal hingga akhir aku dengar semua, Masya Allah belum pernah saya dengar pengajian tentang manasik Haji selengkap itu.” (Maulana Sa’ad tidak menyinggung satu hal tentang Maulana Ilyas dan usaha Da’wah), maka khodim itu pun bercerita kepada Ustadz tersebut tentang hal ini. Keesokan harinya ada pengajian ustadz tersebut lagi namun kali ini Maulana Sa’ad agak terlambat sehingga duduknya di beberapa shof (5 shof), ketika Maulana Sa’ad datang maka Ustadz tadi langsung mendatangi Maulana Sa’ad dan menjabat tangannya dan meminta maaf, setelah itu ustadz tadi kembali ke tempatnya untuk menyampaikan pengajiannya dan selesai pengajian tidak lagi menjelekkan Maulana Ilyas dan usaha da’wah ini.

Maka inilah pentingnya kelembutan kita bawa dalam usaha da’wah ini.

Selanjutnya Mubayin menceritakan tentang kepentingan dan keperluan Jord di P jawa pada bulan agustus nanti.

Insya Allah semua niat hadir dalam jord dan siapkan diri kita dan rombongan untuk keluar di jalan Allah SWT.

Kategori:BAYAN Tag:, ,

Bayan Maghrib Musyawarah Jawa Timur 10 Mei 2008

Agustus 5, 2008 5 komentar

Bayan Maghrib

Musyawarah Jawa Timur 10 Mei 2008

Oleh Jamaah India

Tarzim oleh Ulama Madura

Setelah memuji Allah dan memberI salam kepada Rasulullah, maka beliau berkata :

Alhamdulillah Allah SWT telah gerakkan usaha kita dengan taat dan musyawarah. Saat ini umat telah kehilangan sifat taat, padahal Allah SWT telah sembunyikan hidayah dibalik ketaatan. Mulai saat ini hendaknya hidup kita didasari pada ketaatan dan musyawarah.

Di daerah kami ada syaikh Muhammad Yunus yang mengatakan bahwa usaha kita telah pada level di mana baik orang mendukung atau tidak mendukung, tidak akan mempengaruhi usaha da’wah ini, justru orang-orang dalam usaha da’wah ini yang menambah atau mengurangi pengorbanan yang akan mempengaruhi usaha da’wah ini. Maulana Sa’ad katakan “Seseorang tidak bisa mempengaruhi orang lain tapi besar dan kemalasan pengorbanan dia yang akan mempengaruhi diri sendiri”.

Maulana Yusuf katakan “Oleh karena itu setiap 2 tahun sekali kami minta dari setiap Negara untuk datang ke Nizammuddin”. Maka orang-orang bertanya “ mengapa tidak dikirim email atau surat apabila ada arahan lagi ?”, maka beliau katakan “agar kalian tidak bekerja sesuai dengan pemikiran kalian sendiri tidak sesuai dengan arahan musyawarah.”

Maulana Yusuf katakan “hendaknya ada 3 sifat dalam diri kita, 1. Kesatuan hati, 2. Kesatuan fikir, 3. Cara yang betul. Karena dengan 3 sifat itu akan ada pertolongan Allah SWT, hendaknya Da’i mempunyai 1.Ada pengorbanan atas diri, harta dan waktu, 2. Menangis dan berdo’a kepada Allah SWT”

Hendaknya Da’i memikirkan dan mengusahakan kehidupan Rasulullah SAW dan kehendak Allah SWT. Allah SWT hantar para Nabi dan Allah SWT tidak berikan secara material. Rasul SAW sejak bayi telah ditinggal Ayahnya dan Ibunya, bahkan kakeknya yang merawatnya pun beberapa tahun kemudian wafat.

Belajar sejarah Nabi agar kita tahu apa yang dibutuhkan dalam usaha da’wah ini. Ketika Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah r.ha yang mana orang kaya dan Rasul pun bisa hidup menjadi orang kaya seperti lainnya, tapi setelah diangkat nabi semuanya diinfakkan. Kehidupan Rasul setelah baligh(sebelum diangkat menjadi Nabi) maka Rasul telah mengetahui apa yang dikerjakan di sekitar ka’bah misal Zina di dalam Ka’bah. Thowaf telanjang, mabuk , judi dll, maka Rasul pun saat itu memikirkannya dan Rasul pun pernah mengumpulkan 40 orang tentang masalah ini tapi dari 40 orang ini tak punya risau sama sekali. Maka Rasul menyendiri di Gua Hira’ selama +- 40 hari berdo’a dan memikirkan masalah ini shingga Khadijah r.ha mengirimkan makanan ke Gua Hira’, dan tak satupun orang yang ikut. Jadi kita tahu bagaimana Rasul mulai usaha da’wah ini. Setelah diangkat menjadi Rasul, dari 40 orang hanya satu yang ikut Rasul untuk jalankan usaha da’wah.

Ketika itu dalam Gua Hira’ datang malaikat Jibril dengan bentuk aslinya yang mana sayapnya sangat besar dan luas, dan tubuh yang sangat besar dan tinggi. Dan Rasul ketika itu pun ketakutan, tapi Allah SWT berikan ketenangan dan Jibril pun memerintahkan Iqro’ 3x dan didekap dengan badan sebesar itu. Maka kata Masyaikh dalam membaca hadits hendaknya dibaca 3 x.

Itulah langkah pertama Allah SWT mulai jalankan usaha da’wah ini dan Rasul pun pulang ketakutan dan bertemu istrinya dan diberikan hidayah untuk masuk islam. Maka kita singkirkan pikiran kita bahwa untuk jalankan ini usaha butuh kekayaan, pemerintahan, jumlah yang banyak dan lainnya, tapi hendaknya kita pikir usaha ini dapat jalan hanya dengan pertolongan Allah SWT. Yang pertama Rasul pun habiskan kekayaan Rasul sampai habis hingga wafat tanpa apapun.

Selama umat ini merasa tidak memiliki kekuatan apapun maka Allah SWT akan berikan keselamatan, seperti angka nol (0) yang tidak ada nilainya apabila ditambah angka (1) akan menjadi 10, maka apabila semua yang hadir di sini merasa menjadi nol maka sudah cukup untuk dunia.

Maka setelah diangkat menjadi Rasul, Rasul bilang ke istrinya mulai saat ini tidak ada istirahat selepas hari ini.

Apabila umat ini tidak sanggup meninggalkan ketenangan atau istirahat maka Allah tidak akan turunkan angin hidayah.

Dikatakan Masyaikh apabila semua orang di dunia ini keluar 4 bulan tidak akan bisa hilangkan kebatilan, baru yang bisa menghancurkan adalah hati / perasaan yang ada dalam hati kita, karena kita belum bisa hancurkan kebatilan yang ada dalam hati kita.

Bagaimana Rasul mulai usaha da’wah ini, dimulai dari keluarga yaitu Rasul pun habiskan semua hartanya, dan harta keluarganya sehingga anak-anak beliau menangis sehingga Khadijah r.ha menangis, tapi bukan karena harta habis, tetapi karena anak-anaknya menangis (mubayin mau menangis). Mubayin bertanya ,”apakah ada yang bisa menghancurkan kekuatan Allah ?” jawab hadirin, “Tidaaak”, lalu beliau berkata “ lalu mengapa kalian takut lakukan pengorbanan? Sebagaimana tidak ada yang bisa hancurkan kekuatan Allah maka begitu juga tidak ada yang bisa hancurkan yang ikut dalam usaha da’wah.

Maka orang kafir pun memutuskan hubungan dengan umat islam dan menuliskannya di depan ka’bah, bahwa kami(orang kafir) putus hubungan dengan Muhammad dan pengikutnya, tapi Rasul katakan kepada pamanya hendaknya dituliskan Allah dan RasulNya saja. Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullaah, jadi nama Nabi berada di tengah-tengah Allah, sehingga tidak ada satupun kekuatan yang dapat menghancurkan Rasul. Maka orang yang hidup mencontoh nabi, maka tidak ada satu kekuatan batil pun yang akan menghancurkan kita, maka perlu kita hidupkan sunnah Rasulullah SAW yaitu 3 perkara Siroh, Suroh dan Syariroh. Alhamdulillah suroh dan siroh sudah sedikit demi sedikit kita mulai mencontoh nabi, tapi dalam syariroh kita masih jauh, kita masih ada pikir bagaimana ikut usaha da’wah tapi tidak rugi perdagangan kita, biar tidak hilang dunia kita dll.

Maka usaha ini adalah usaha Rasulullah SAW maka harus dengan cara Rasulullah SAW, jangan sampai kita ingin usaha ini tapi ingin hidup seperti orang kafir. Kita harus korban seperti Rasulullah SAW. Dan ini tidak hanya Rasul saja tapi juga sahabat beliau. Dalam peperangan khaibar 3 bulan Rasul dalam rumah tidak nyala api. Mubayin bertanya, “ Coba kita buktikan sekarang orang islam mana yang ada yang 3 bulan tidak nyala api dapurnya?” hadirin menjawab, “Tidak”, beliau lanjutkan lalu mengapa takut jalankan usaha da’wah.

Sampai di Madinah, masjid Nabawi 4 tahun tidak nyala lampu, lalu bagaimana kehidupan Rasul dan para sahabat. Satu shof shalat berjamaah pingsan semua dan itu selama 23 tahun tidak 40 hari, 4 bulan. Maka sampai akhir hayat pun di rumah Rasul pun tidak ada lampu yang menyala. Maka orang pun bertanya kepada A’isyah r.ha tentang hal itu, dijawab kalo seandainya ada minyak di rumah kami maka kami akan minum karena kelaparan.

Pengorbanan bukan 40 hari atau 4 bulan, tapi semua yang kita punya kita korbankan. Bagaimana selepas 13 tahun buat usaha da’wah, kehidupan Rasul dan para sahabat semua telah sempurnakan pengorbanan, baru tahun ke 14 (perang badar) Allah berikan pertolongan. Pertolongan ketika itu Allah turunkan malaikat, maka bagaimana pengorbanan kita untuk agama ini? Sedangkan sahabat selama 13 tahun telah korbankan seluruhnya untuk agama ini.

( Mubayin dengan nada menangis) beliau menyampaikan. Pada peperangan khaibar mendapatkan ghanimah, maka Rasulullah SAW membagi semuanya kepada umat islam dan saat itu istri Rasulullah menunggu untuk mendapatkan makanan, minuman, minyak dan lainnya, tetapi Rasulullah kembali dengan tangan kosong dan ketika itu istri Rasulullah bertanya tentang hal itu maka Rasul katakan saya dikirim ke dunia ini bukan untuk hidupkan dapur keluargaku tapi dapur semua umat islam. Maka kalau kita tidak ikut cara Rasul, maka sulit untuk mendatangkan hidayah dari Allah.

(Mubayin Menangis) maka selepas membentuk jamaah para sahabat diteruskan oleh tabi’in-tabi’in, hingga 4 abad berjalan sehingga muncul ulama-ulama contoh kota bukhoro yang melahirkan Imam bukhari yang mana orang alim saat ini kalo belum ngaji kitab bukhori belum disebut alim, tetapi karena usaha ini begitu ditinggalkan secara ijtima’I dan beberapa tahun ( 20-25 tahun) yang lalu jamaah dikirim ke bukhoro (di kota dari Rusia), jamaah bertemu dengan seorang nenek. Nenek ketika itu melihat jamaah berpikir bahwa jamaah ini adalah orang islam dilihat dari penampilannya berjubah dan bersurban, nenek itu pun bertanya apakah jamaah bawa Alquran, ketika itu jamaah tidak membawa Alquran karena ditinggal di Masjid. Lalu nenek itu pun minta supaya besok dibawakan Alquran ke rumahnya. Maka besoknya jamaah datang ke rumahnya dan ternyata nenek itu telah menunggu di depan pintu. Jamaah dipersilakan masuk dan langsung nenek meminta untuk diperlihatkan Alquran. Maka setelah jamaah memberikan Alquran kepada nenek tersebut, nenek menangis karena diberikan kesempatan untuk melihat Alquran selama masih hidup dan bahkan dia berjanji barang siapa yang memperlihatkan Alquran kepadanya maka dia akan memberikan kotak yang berisi seluruh perhiasan dia. Lalu diambillah kotak tersebut untuk diberikan kepada jamaah.

Hadirin inilah apabila da’wah ditinggalkan secara ijtima’I, di kota Bukhori dulu yang keluar ulama’-ulama’ tapi sekarang untuk melihat Alquran saja susah.

Maka hadirin hendaknya kita merasa kasihan kepada seluruh umat, binatang saja kalo ada yang jatuh ke api orang kafir pun ingin menyelamatkannnya lalu bagaimana kalo manusia yang jatuh ke api neraka.

Apakah ada pikir lain dari Rasul kecuali untuk menyelamatkan umat ini dari api neraka.

Alhamdulillah Allah SWT telah berikan taufiq kepada Maulana Ilyas untuk memikirkan umat ini, ia pergi haji ke Baitullah menangis merisaukan umat ini dan berdo’a kepada Allah agar diberikan solusinya, hingga setelah pulang dari haji beliau terus menangis dan berdo’a seperti itu juga, berhari-hari dalam keadaan seperti itu hingga istrinya bertanya, “ wahai suamiku ada apa? Kenapa engkau menangis seperti ini ?” jawab beliau kalau saja ada dua orang yang menangis maka Allah SWT akan turunkan hidayah. Akhirnya kedua kalinya beliau pergi haji dan terus berdo’a sehingga mendengar suara kembalilah dan kerjakan usaha ini. Sehingga beliau bertanya kepada ulama’-ulama’ di Madinah bagaimana ini saya tidak sanggup jalankan usaha ini, tapi kata ulama’ di Madinah jalankanlah karena bukan kamu yang akan menjalankannya tetapi usaha kamu yang diterima. Sehingga sampai beliau di rumah semua kekayaan yang beliau miliki dikorbankan dan istrinya pun diceritakan tentang pengorbanan Fatimah, Khadijah dan sahabiyah-sahabiyah lainnya r.anhum, sehingga istri beliau pun menyerahkan seluruh hartanya sehingga usaha ini tersebar sampai ke seluruh dunia.

Maka ini 1 orang saja bisa buat perubahan ke seluruh dunia, maka apabila 10 orang saja di Indonesia atau di P jawa atau di Madura ini buat pengorbanan yang sam a maka akan cukup untuk merubah dunia ini.

Allah SWT letakkan pondasi usaha ini mulai dari Nabi Ibrahim yaitu pengorbanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar hingga dapat berdiri Baitullah sehingga semua orang sampai saat ini berkunjung ke Ka’bah. Sama dengan perang Tabuk yang saat itu harus meninggalkan kurma yang akan panen, maka saat ini orang pergi haji akan pulang dengan membeli kurma Madinah. Begitu juga dengan Maulana Ilyas yang membuat jamaah dengan kekurangan makanan sehingga saat ini jamaah pun tidak pernah kelaparan lagi.

Sekarang jangan lihat dulu korban Nabi, tapi Maulana Ilyas yang mana beliau korbankan hingga kelaparan, sehingga saat ini orang ribuan datang ke rumahnya dapat makan terus.Mubayin bertanya, “ Darimana ini ?”, jawab hadirin, “ dari khasanah Allah”,mubayin melanjutkan, “ lalu apakah khasanah Allah hanya untuk rumah beliau ?”,jawab hadirin, “ tidak”, lanjut beliau lagi,”lalu mengapa kalian takut berkorban.

Mubayin bercerita tentang permisalan datangnya rejeki Allah, kita mengangap saat ini apabila kita memasang kran seperti perdagangan, kantor, pertaniaan adalah tempat untuk mengalirkan rejeki, namun jawab beliau sesungguhnya kita ini mempersempit aliran rejeki dari Allah. Maka kalau kita tidak meninggalkan ini kran-kran maka rizki Allah akan sulit mengalir. Di kubur akan ditanya siapa Tuhanmu, kalau kita tidak melepas itu kran makan akan susah untuk menjawab. Kita akan menjawab toko yang memelihara saya, anak akan menjawab bapak yang memelihara saya, istri akan menjawab suamiku yang memelihara saya.

Oleh karena itu semua siap untuk melepas kran????

Diawali dengan korban selama 4 bulan ,…. Insya Allah. (Tasykil).

Kategori:BAYAN Tag:, ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.